Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Menilai Islam Orang Lain

Published 24/07/2017 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Dewi Yulia

Dalam  QS At-Taubah ayat 100-103 disebutkan bahwa ke-Islam-an manusia itu ada tiga golongan.  Yang pertama adalah orang-orang yang terdahulu masuk Islam (yaitu kaum Muhajirin dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya (QS At-Taubah:100).

Kaum Muhajirin dan Anshar sedemikian dipuji Allah karena keteguhan mereka dalam memeluk Islam. Kaum Muhajirin adalah orang-orang Mekah yang telah memeluk Islam, lalu diperintahkan oleh Nabi untuk berhijrah ke Madinah. Sementara kaum Anshar  adalah kaum Muslim di Madinah yang rela memberikan tempat tinggal, makanan, dan berbagai pelayanan lainnya kepada kaum Muhajirin. Berdasarkan ayat ini bisa kita simpulkan bahwa golongan Islam yang paling tinggi kualitasnya adalah mereka yang berlomba-lomba dalam perbuatan baik,  berani berhijrah demi mempertahankan keimanan, serta rela menolong agama Allah.

Selanjutnya, di ayat ke-101, Allah berfirman mengenai orang-orang munafik dan ancaman azab bagi mereka. Dengan kata lain, di antara kaum Muslimin di Madinah terdapat orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah dan berpenampilan Mukmin, namun sesungguhnya di hati mereka sama sekali tidak ada keimanan. Nabi Muhammad pun tidak bisa mengenali siapa mereka, karena hanya Allah-lah yang mengetahui isi batin manusia.  Namun pemberitahuan dari Allah dalam ayat ke-101 ini merupakan peringatan agar kaum Muslimin berhati-hati karena di antara mereka ada orang-orang munafik yang akan menghancurkan Islam dari dalam.

Dalam ayat ke-102, dijelaskan kelompok ketiga, yaitu orang-orang yang beriman, namun kemudian tergiur gemerlap dunia sehingga membangkang pada Allah. Namun kemudian sebagian dari mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka. Dan di ayat ke-103, Allah memerintahkan kepada mereka agar berzakat untuk mensucikan diri mereka.

Lalu, apa sikap yang harus kita ambil dalam menyikapi ketiga kelompok ini? Tentu saja, kita harus bersikap proporsional. Jangan sampai kita menilai orang lain hanya didasarkan pada perilaku lahiriah semata. Belum tentu orang yang penampilannya sangat relijius adalah sosok yang sebenar-benar saleh. Sebaliknya, belum tentu  pula orang yang seolah tidak paham agama dan perilakunya buruk,  akan selamanya demikian. Sangat mungkin esok atau lusa dia bertaubat dan taubatnya diterima Allah, dan dia menjadi orang yang beruntung.

Yang terpenting sebenarnya adalah kita menilai ke-Islam-an kita sendiri, bukan ke-Islam-an orang lain. Kita pun, kalau dipandang oleh orang yang maqam-nya lebih tinggi (orang-orang Islam golongan pertama), apalagi oleh Rasulullah SAW, tentu akan terlihat betapa rendahnya kualitas kita. Betapa sering kita melakukan kesalahan, dan kemudian memohon ampun kepada Allah. Wallahu a’lam, apakah kita sudah diampuni atau belum. Kita harus selalu dalam keadaan takut atau khawatir dalam hal ini; khawatir Allah tidak menerima amal dan tidak mengampuni kita. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya. Dan seorang fajir (pendosa) memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di hidungnya (meremehkannya).

Namun di saat yang sama, orang-orang yang beriman akan tenteram hatinya dengan mengingat Allah (QS Ar-Ra’d:28). Artinya, seorang mukmin memang selalu berada di antara kedua posisi ini, yaitu tenang saat mengingat Allah, namun di saat yang sama, selalu khawatir bahwa dirinya tidak mematuhi aturan-Nya.  Karena itulah ia selalu memohon ampun kepada-Nya.
Karena itu jangan sok merasa paling Islam dan paling benar. Dalam introspeksi diri, kita jangan hanya melihat sisi positif pada diri kita, melainkan kita juga berusaha mengoreksi sisi negatif dan kesalahan yang telah kita perbuat.  Dalam bergaul dengan sesama Muslim, Allah SWT sudah memberikan aturannya, sebagaimana tercantum dalam QS Al Hujarat ayat 10-12. Pertama, orang-orang muslim itu adalah bersaudara, karena itu hendaknya kita selalu berbaik sangka kepada saudara-saudara kita dan selalu berusaha berbuat baik kepada mereka. Kedua, kita tidak boleh menghina dan menjelek-jelekan orang lain, karena boleh jadi orang yang dihina itu lebih baik daripada diri kita. (LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account