Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Tak Hanya Madaya yang Tak Berdaya

Published 09/01/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

madayaLiputanIslam.com — Awal minggu ini, beberapa foto dan video diunggah oleh aktivis oposisi Suriah, yang menunjukkan kondisi dari anak-anak dalam kondisi kurang gizi, akibat pengepungan yang -mereka sebut- dilakukan oleh Tentara Sudiah (SAA) di pedesaan Madaya. Dalam hitungan jam, gambar dan video tersebut telah menjadi viral, yang memicu kemarahan dari seluruh dunia, termasuk badan hak asasi manusia HRW dan Amnesty International.

Hizbullah juga turut dipersalahkan. Kelompok perlawanan ini dituduh telah memaksakan pengepungan di Madaya. Padahal, sebagian besar pejuang Hizbullah telah kembali ke Qalamoun dan Aleppo. Hizbullah dituduh menanam ranjau di sekitar Madaya, dan dituduh memblokade bantuan kemanusiaan yang datang ke kawasan tersebut.

The Arab Source melakukan wawancara dengan Bulan Sabit Merah Suriah (SRC). Benarkah tudingan dari aktivis oposisi Suriah tersebut?

Ketika ditanya tentang bantuan kemanusiaan yang tidak sampai ke Madaya, Direktur SRC di Damaskus menjelaskan, agar mereka bisa mengirim bantuan, maka mereka harus mendapatkan ‘lampu hijau’.

Lampu hijau yang dimaksud adalah persetujuan yang diberikan oleh seluruh pihak terlibat dalam sengketa. Jadi, semua pihak harus membuka jalan ke wilayah yang terkepung, dan harus mematuhi perjanjian yang disepakati. Artinya, SRC belum bisa masuk ke Madaya karena tidak ada perizinan/ kesepakatan baik dari pemerintah Suriah, ataupun pihak pemberontak.

Mengapa warga setempat tidak dievakuasi?

Direktur SRC menyatakan, bahwa agar warga sipil bisa dievakuasi dari Madaya, maka pasukan pemberontak yang mengepung warga Kafraya dan Al-Fou’aa di Idlib juga harus membolehkan warga setempat  dievakuasi. Namun kedua belah pihak (pemerintah maupun pemberontak), tidak menyetujui opsi ini. Kondisi warga baik di Madaya, Al-Fou’aa dan Kafraya adalah “mimpi buruk” bagi kemanusiaan.

Pada akhir Agustus 2015, utusan delegasi iran bertemu dengan pejabat Turki di Ankara, untuk membahas potensi 6 bulan gencatan senjata, agar kota-kota yang terkepung seperti Madaya, Al-Zabadani, Al-Fou’aa, dan Kafraya, bisa menerima bantuan yang dibutuhkan.

Kedua belah pihak akan memediasi pertempuran ini dan setuju untuk usulan gencatan senjata. Aturan-aturan telah disusun untuk menjaga ketertiban, bantuan kemanusiaan akan mengevakuasi warga sipil dan petempur yang sakit maupun terluka. Sayangnya, seluruh perjanjian gencatan senjata ini diimplementasikan dengan sangat buruk – tidak ada tanggal penetapan kapan bantuan kemanusiaan akan diperbolehkan bergerak, atau kapan pihak ketiga akan menindaklanjuti gencatan senjata ini.

Fouaa“Dunia benar-benar mengecam keras atas krisis kemanusiaan di Madaya. Sayangnya, dua tempat yang dikepung oleh pemberontak yaitu Kafraya dan Al-Fou’aa – yang kondisi warganya juga memprihatinkan – diabaikan begitu saja,” tulis Leith Fadel, jurnalis The Arab Source.

“Media-media begitu cepat menyebarluaskan kondisi Madaya, tetapi mereka buang muka terhadap kondisi warga di Idlib, yang tengah dikepung oleh Jaysh al-Fateh. Al-Jezeera dan Orient TV adalah media yang pertama kali mengeluhkan kondisi Madaya, namun ironisnya, mereka berada di garis depan bersama pasukan Jaysh Al-Fateh yang menembakkan meriam, menjadikan Al-Fou’aa dan Kafraya bagaikan neraka,” kecam Leith.

“Dan yang lebih buruk, kelompok yang disertai oleh Al-Jeezera dan Orient TV adalah kelompok teroris yang mengeluarkan ancaman berdasarkan sekterian terhadap warga sipil di Kafraya dan Al-Fou’aa.”

Kemanusiaan yang pilih-pilih

Entah dimana posisi Anda, baik pendukung oposisi Suirah atau pendukung pemerintah Suriah, propaganda Madaya ini menunjukkan cacat dalam perang – yaitu kemanusiaan yang pilih-pilih. Benar, kedua belah pihak telah melakukan tindakan yang tidak manusiawi. Keduanya pantas dikecam, dan bukan hanya mengecam pemerintah Suriah sambil merangkul kawanan teroris.

Warga sipil menderita di Madaya, Kafraya, Al-Fou’aa, dan bukannya berusaha pro-aktif untuk menyelesaikan masalah ini, kedua belah pihak memilih melancarkan propaganda untuk saling menjatuhkan satu sama lain. (ba)

Baca update info: Foto-foto krisis Madaya tenyata palsu

___

Tulisan ini disarikan dari artikel yang dirilis oleh The Arab Source.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account