Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Makna Islam Berkemajuan

Published 03/08/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

islamMuhammadiyah dalam muktamarnya ke 47 tahun 2015 mengusung konsep “Islam berkemajuan” (Islam progresif). Islam berkemajuan berlandaskan keyakinan bahwa Islam yang kita anut ini adalah agama yang unggul atau berkemajuan dan tidak tertandingi keunggulannya (al-Islamu ya’lu walaa yu’la alaih), namun perilaku umatnya tidak selalu mencerminkan keunggulan dan kemajuan Islam. Islam itu agama rahmat bagi semesta (rahmatan lil ‘alamin), namun tidak semua pengikutnya memahami dimensi dan aktualisasinya dalam kehidupan nyata. Islam ideal clan Islam faktual tidak selalu berbanding lurus karena Islam itu memang “terhalangi/terhambat” oleh orang Islam itu sendiri (al-Islamu mahjubun bil muslimin).

Masalah utamanya kemudian adalah bagaimana Islam berkemajuan itu dapat ditransformasikan dan diaktualisasikan ke dalam “Indonesia berkemajuan?” Paham teologi seperti apakah yang dapat menjadi landasan dalam transformasi “Islam berkemajuan” ke dalam Indonesia berkemajuan di masa mendatang?
Memaknai Islam sebagai Rahmatan li al-‘alamin, barangkali ini kuncinya. Kata Islam berasal dari kata kerja aslama-yuslimu yang artinya menyerah, tunduk, atau patuh (submission) dengan sepenuh hati, tulus ikhlas, dan setia. Kata aslama ini mempunyai beberapa derivasi yang memberi karakter ajaran Islam, yaitu: salamah (keselamatan), taslim (penyerahan), salam (kedamaian, kesejahteraan), sullam (titian/tangga) dan silm artinya perdamaian.
Implikasi teologis dari makna Islam tersebut adalah, pertama, seorang Muslim harus menyerahkan diri (tunduk dan patuh) secara total terhadap Allah sebagai pembuat syari’at (Muslim harus taat, bukan berbuat maksiat). Kedua, Muslim harus bersikap dan berperilaku damai, tidak berlaku kekerasan dan kerusakan di muka bumi (Muslim itu cinta damai). Ketiga, cita-cita dan orientasi hidupnya ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin, dan kebahagiaan dunia akhirat. Keempat, beragama Islam mengharuskan meniti tangga (memiliki etos jihad) dalam rangka mewujudkan keselamatan, kedamaian, kemuliaan,dan kebahagiaan bagi semua.
Islam, sebagaimana ditegaskan dalam Qs. Al-Anbiya’ [21]: 107, adalah agama rahmah (kasih sayang). Kerahmatan Islam tidak hanya diperuntukkan bagi pemeluknya semata, melainkan diperuntukkan bagi seluruh makhluk yang ada di semesta raya. Rahmah adalah kasih sayang yang tanpa pamrih yang bersifat memberdayakan. Salah satunya adalah senang melihat orang lain sukses dan tidak menderita, bukan sebaliknya. Jadi, agama rahmah adalah agama yang mengembangkan kasih sayang tanpa membedakan agama yang dipeluk, asal usul etnis dan kebangsaan serta kelas sosial.
Allah telah mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat bagi seluruh manusia agar mereka mengambil petunjuk atau syari’at Allah. Manusia tidak akan mendapatkan petunjuk-Nya, kecuali yang bersungguh-sungguh mencari keridlaan-Nya. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,” (Qs. Al-‘Ankabut: 69). Sebagai wujud nyata dari rahmat Islam adalah bahwa ketika Rasulullah berdakwah di Thaif dilempari batu hingga berdarah kakinya, Malaikat berkata: “Jika engkau menginginkan agar aku menimpakan gunung ini kepada mereka, niscaya aku akan laksanakan. “Maka Rasulullah saw bersabda: “Ya Allah, berilah hidayah pada mereka karena sesungguhnya mereka belum mengetahui.” lalu Jibril berkata: “Maka benar Allah yang menamakanmu ra’ufur rahim.

Sebagai rahmatan Ii al-‘alamin, rahmat Islam mengandung nilai kelembutan hati yang mengharuskan berbuat kebajikan kepada yang dirahmati. Sebagai agama rahmah, Islam mempunyai dan mengembangkan karekter dan nilai-nilai; seperti nilai saling mengingatkan (Qs. Ali Imran [3]: 104. Qs. Al-Ashy [103]:1-3), peduli clan saling memberdayakan jasmani dan ruhani), sikap welas asih, tidak keras kepala, dan punya tradisi syOrA dalam menyelesaikan berbagai masalah (Qs. Ali Imran [3]:159 clan 191). berj4a’izzah/penuh kewibawaan (Qs. A]-Maidah [5]: 54). berpaham keagamaan moderat dan dapat memberikan teladan: tidak permisif dan tidak kaku dalam menjalankan syariah (Qs. Al-Baqarah [2]: 143 dan Qs. AI-Fatihah [1]: 6-7). pasrah dan siap diatur oleh Islam (Qs. Al-Baqarah [2]: 128). (dw/LiputanIslam.com)

Sumber: sangpencerah.com

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account