Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Luas dan Sempitnya MaknaSahabat Nabi (2)

Published 21/05/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

sahabat-nabiSegelintir ulama mendefinisikan kata ‘sahabat’ secara sempit dan khusus. Misalnya, seperti dilaporkan oleh Syahrazuri dan ‘Ajaj al-Khatib, Anas bin Malik menyatakan bahwa sekedar melihat Nabi saw tidak cukup menjadikan seseorang masuk dalam kategori sahabat. Pandangannya ini berdasarkan riwayat dari Syu’bah dari Musa al-Subulani, katanya “Saya bertanya kepada Anas bin Malik, Apakah masih ada sahabat nabi Muhammad saw selain tuan?. Beliau menjawab “Orang-orang pedalaman Arab melihat beliau, tetapi yang berstatus sahabat tidak ada lagi”.

Al-Baqillany menyatakan bahwa tidak disebut sahabat kecuali untuk orang yang banyak bergaul dan sering bertemu dengan orang lain. Tidak digunakan kata sahabat untuk orang yang bertemu hanya sesaat dengan orang lain atau berjalan satu langkah dengannya serta mendengar satu pembicaraan saja darinya”. Para ahli Ushul Fiqh menulis bahwa “Sahabat adalah orang yang lama bergaul bersama Nabi Muhammad saw”. Sa’id bin al-Musayyab mengatakan bahwa “tidak dianggap sebagai seorang sahabat kecuali orang yang bertemu Nabi saw selama satu atau dua tahun. Atau ia pernah berperang bersama Nabi dalam satu atau dua kali peperangan”.

Sedangkan para ulama Syi’ah Imamiyah memberikan defenisi yang luas sekaligus sempit pada sahabat Nabi. Artinya, kalau mau diluaskan, maka defenisi sahabat Nabi saw dapat diterapkan kepada semua yang bertemu dengan Nabi saw, termasuk yang munafik sekalipun,,, Namun dengan makna sempit dan khusus, sahabat Nabi hanya dapat diterapkan pada orang-orang pilihan tertentu yang setia pada Nabi saw dan Ahlul Baitnya dalam menegakkan daulah Islam, ini adalah sahabat istimewa

Ahmad Husein Ya’kub, mengatakan bahwa sahabat adalah setiap orang yang semasa dengan nabi yang mereka mematuhi Rasulullah, melindungi, memberikan pertolongan, dan mengikuti cahaya yang diturunkan kepada beliau. Mereka adalah orang-orang pilihan yang turut berjasa menegakkan daulah Islam dan selalu bersabar terhadap berbagai bentuk cerca dan hinaan orang-orang kafir, hingga Allah memberikan kemenangan. Mereka selalu berpegang teguh kepada kepada Allah, dan menampakkan kesetiaan kepada Rasulullah saw dan kepada orang yang ditunjuk sebagai wali (yakni Ali bin Abi Thalib) oleh beliau, hingga akhirnya mereka meninggal dalam keadaan berpegang teguh kepada agama Allah.

Orang-orang yang masuk dalam definisi ini sangat sedikit, antara lain ‘Ali bin Abi Thalib, Abu Dzar al-Ghiffari, Salman al-Farisi, Miqdad bin Amr, Malik al-Asytar, Maitsam al-Tammar, Kumail bin Ziyad, Said bin Jubair, al-Mukhtar al-Thaqafi, Abu Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, Hamzah, Mus’ab al-Khair, Ammar bin Yassir, dan Habib bin Mazhahir. Kesemuanya adalah sahabat-sahabat istimewa Nabi saw, sementara orang-orang seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Thalhah, Zubair, Amr bin Ash, dan Muawiyah dianggap sebagai orang yang kurang istimewa. Mereka, seperti diungkap Ya’kub, adalah orang-orang yang memiliki bermacam-macam watak di mana hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Bahkan di antara para sahabat yang banyak dan luas itu terdapat kaum munafik, yang menampakkan keislaman mereka dengan lahir. Mereka pada dasarnya tidak layak disebut sebagai sahabat nabi, dan jika mereka tetap ingin disebut sebagai sahabat, mereka hanya bisa disebut sebagai sahabat yang tidak istimewa. (hd/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account