Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Membangun Negara di Mulai dari Membangun Manusianya

Published 20/04/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

kemajemukan-bangsaMakhluk multidimensi, itulah gambaran utuh tentang manusia. Sebagai mikrokosmos, manusia menampung seluruh potensi makrokosmos, yang bila teraktual secara hakiki, maka dirinya menjadi makhluk utama yang mengendalikan jagat raya ini. Inilah manusia sempurna (insan kamil/ perfect man) yang menjadi citra Tuhan di bumi.

Jadi, sebagai pribadi, untuk membentuk diri yang seutuhnya, mungkin saja seorang individu melakukan imitasi dari apa yang dialami atau, lebih jauh lagi, dia akan berinovasi sendiri, tenggelam dalam imajinasi. Dalam hal ini manusia membutuhkan model sejati untuk mengaktualkan seluruh potensinya dalam beragam dimensinya. Di samping itu, manusia membutuhkan tujuan sebagai arah kesempurnaan dirinya.

Begitu pula, tidak mungkin kita membangun masyarakat, bangsa dan negara tanpa lebih dulu membangun manusianya. Artinya, membangun masyarakat berperadaban setidaknya didahului dengan membangun manusia berperadaban pula. Peradaban, kata Mahatma Gandhi (1988: 127), bukanlah sesuatu yang menghendaki dilipatgandakannya segala kebutuhan, melainkan menghendaki pembatasan segala kebutuhan dengan sengaja dan sukarela. Hanya dengan cara demikian akan dapat dibina kebahagiaan dan kepuasan sejati, yang akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk berbakti.

Untuk merajut dimensi utuh manusia dapat dimulai dari tiga hal yakni sistem berpikir, sistem berkeyakinan dan sistem bertindak. Sistem berpikir memberikan manusia pengetahuan-pengetahuan tentang dirinya, tentang semesta dan Tuhannya. Sistem berkeyakinan memandu manusia untuk memiliki motivasi yang suci dengan jalan keimanan dan ketakwaan. Sedangkan sistem bertindak mesti dipandu kedua hal tersebut agar melahirkan perilaku yang harmonis dan moralis, menampilkan perilaku baik dan terhindar dari perilaku buruk.

Begitu pula, sistem berpikir atau pengetahuan menunjukkan jalan untuk mewujudkan dan memungkinkan manusia membentuk masa depan sesuai dengan kehendaknya. Sedangkan, keyakinan membimbing manusia bagaimana seharusnya mereka membangun diri dan masa depan sehingga mereka dapat memelihara diri dan masyarakatnya. Keyakinan akan membimbing kehendak manusia ke arah solusi yang benar, membebaskannya dari monopoli kecenderungan-kecenderungan material serta melepaskan manusia dari kungkungan bakat-bakat personal dan material. Keyakinan akan membimbing manusia ke arah sikap-sikap spiritual insani. Nyatalah bahwa keyakinan adalah kekuatan dominan yang mengatur manusia dan kehendaknya, membimbing ke arah kebenaran dan moralitas.

Pengetahuan, di pihak lain, ada di bawah kendali kehendak. Ia diterapkan pada alam menurut kuasa seseorang. Tetapi, tata krama dalam menerapkannya tidak ada kaitannya sama sekali dengan pengetahuannya itu sendiri, melainkan bergantung kepada jenis manusia yang memanfaatkannya. Mereka dapat menjarah alam untuk menyejahterakan seluruh manusia atau untuk keuntungan segelintir manusia. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa keyakinan akan membentuk manusia dan, pada gilirannya, manusia membentuk dunia dengan pengetahuan yang dimilikinya. Jadi, baik manusia maupun dunia akan sejahtera jika ilmu pengetahuan dan keyakinan dikawinkan dalam kehidupan manusia.

Dengan demikian, hanya manusialah makhluk yang melalui hukum-hukum penciptaan, dikarunia kemampuan masa depan seperti yang mereka kehendaki. Manusia sejak lahir ke dunia membentuk dirinya dengan karateristik-karaktristik, kebiasaan, dan bentukan etis yang bertahap menuju kesempurnaan yang lebih tinggi. Inilah mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk yang mampu mengupayakan apa yang ia kehendaki yang memungkinkannya menjadi unik sesuai pilihannya. Begitu pula Manusia mampu menaklukkan alam semesta serta bebas pula memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan mereka melalui pengetahuan ilmiah yang mereka miliki. Mereka mampu membangun diri dan menentukan masa depan mereka atas dasar kuasa membentuk-diri yang ada dalam diri mereka. Semua mazhab moralitas, agama, dan doktrin pendidikan dimaksudkan untuk membimbing manusia ke arah pembentukan semacam ini. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account