Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Dikafirkan Tidak Lantas Menjadi Kafir

Published 18/04/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh Prof Imam Suprayoga

(Guru Besar UIN Malang)

imamPada akhir-akhir ini muncul gejala saling mengkafirkan. Orang lain yang tidak sepaham dengan keyakinan agamanya disebut kafir. Istilah kafir menjadi begitu mudah diucapkan. Seolah-olah  ucapan yang disampaikan itu dianggap mengandung kebenaran, dalam arti bahwa orang yang disebut sebagai kafir menjadi kafir beneran.

Dalam ajaran Islam antar sesama tidak boleh saling mengolok-olok, mencaci maki, dan saling merendahkan. Disebutkan dengan jelas bahwa bisa jadi orang yang mengolok-olok itu lebih jelek dari orang yang diolokkan. Artinya, seseorang yang sedang  mengolok dan merendahan orang lain, sebenarnya yang bersangkutan sendiri adalah yang tidak mempedulikan ajaran Islam yang seharusnya dijalankan sebaik-baiknya.

Islam mengajarkan umatnya agar saling menebar kasih sayang, saling mengenal, memahami, menghargai, dan saling bertolong menolong dalam kebaikan. Merasa bahwa dirinya  paling benar  dan paling dekat pada Tuhan adalah  merupakan kekeliruan.  Amal baik seseorang akan  diterima atau ditolak sebenarnya tidak seorang pun yang tahu. Merasa tahu tentang keputusan Tuhan sebenarnya adalah justru merupakan kesalahan.

Disebut sebagai seorang beragama yang baik adalah mereka yang selalu memperbaiki dirinya agar menjadi dekat pada tuhannya. Perbaikan diri yang dimaksud adalah menyangkut akhlaknya. Orang yang baik adalah  siapa saja  yang tatkala orang lain  menjumpainya merasa senang oleh karena mendapatkan kebaikan dan manfaat. Sebaliknya, adalah  bukan mendapatkan  kebencian dan apalagi  ancaman yang menakutkan.

Dalam kehidupan ini disebut sebagai orang yang berutung adalah mereka yang mampu menjaga keimanan dan beramal shalah. Seseorang disebut beriman secara sempurna manakala sanggup mencintai orang lain atau saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Selain itu, seseorang baru disebut beriman manakala yang bersangkutan sanggup memuliakan tamu, menghormati tetangga, menjalin sillaturrahmi, dan sanggup meringankan beban saudaranya.

Dalam suatu hadits nabi juga disebutkan bahwa tidak sempurna iman seseorang tatkala ia bisa tidur nyenyak oleh karena kekenyangan, sementara itu saudaranya tidak bisa tidur oleh karena kelaparan.  Bahkan juga disebutkan dalam kitab suci, bahwa   celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai  shalatnya. Yaitu,  orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Berbagai peringatan tersebut di muka menunjukkan bahwa Islam memberikan tuntunan kehidupan bersama pandangan sedemikian jelas. Islam tidak mengajarkan hidup secara individual dalam arti tidak memperhatikan atau mempedulikan  orang lain. Kebersamaan di dalam menjalani kehidupan atau berjama’ah adalah merupakan sesuatu yang seharusnya dipelihara dan dijalankan.

Hal sebaliknya, yaitu  mengejek, mencaci maki, merendahkan, dan tidak bersedia  menghormati orang lain adalah merupakan kesalahan, apalagi mengkafirkannya. Bahwa penentu seseorang,  selamat atau celaka, di dalam kehidupan  di akherat nanti,  adalah Tuhan.  Oleh karena itu memfonis seseorang tentang keimanan dan keber-Islamannya  adalah melampaui batas. Semua orang tidak akan tahu tentang kehidupan kelak di akherat yang sebenarnya.

Oleh karena itu,  saling mengkafirkan adalah perbuatan keliru. Sebaliknya yang tepat adalah saling menasehati tentang kebenaran dan kesabaran. Yang dianjurkan dalam Islam adalah fastabiqul khairaat, atau berlomba-lomba tentang kebaikan. Perlombaan itu tidak mengenal finish dan hingga berakhir belum diketahui pemenang yang sebenarnya.

Siapapun atas seijin atau ridha Allah, berhak mendapatkan ampunan dan kemudian menang. Maka yang seharusnya dilakukan oleh semua adalah secara bersama-sama berusaha menanam kebaikan, atau melakukan fastabiqul khairaat dan bukan sebaliknya, yaitu  saling mengolok, merendahkan,  dan apalagi saling mengkafirkan. Tokh tatkala dikafirkan, seseorang tidak lantas benar-benar menjadi kafir.  Wallahu a’lam

Sumber http://www.imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=2556

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account