Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Sarang Laba-laba Jaringan Al-Qaida

Published 10/04/2015 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

reaganandmujahideen1Oleh: Putu Heri

Bagaimana mungkin Amerika Serikat (AS)/ Barat menciptakan Al-Qaida, bukankah mereka justru memeranginya? AS memburu Al-Qaida di Afghanistan, Yaman, Irak, juga di Suriah. Bukankah AS memasukkan mereka sebagai kelompok teroris? Sangat tidak masuk akal jika AS dituduh membentuk, mendanai ataupun melatih kelompok teroris.

Sanggahan di atas sangat sering saya jumpai, dan di saat yang sama, dari kelompok pendukung teroris tersebut, saya juga menemukan argumen yang serupa. Al-Qaida selalu mengklaim bahwa mereka adalah pejuang di jalan Allah yang selalu dimusuhi kafir/ thagut/ Barat. Jadi bagaimana mungkin mereka bekerjasama dengan pihak yang mereka musuhi?

Sekilas, argumen tersebut terlihat masuk akal. Dan jika dipaksakan, maka akan mirip sebuah teori konspirasi yang rapuh. Saya sendiri merasakan bahwa menjelaskan hal ini kepada masyarakat adalah sesuatu yang sulit. Namun saya sepakat dengan Max Igan, seorang pengamat politik di Brisbane, bahwa hal pertama yang harus dipahami publik adalah bagaimana asal muasal AS menciptakan Al-Qaida. Karena itu, mari kita mulai dengan kronologi terbentuknya Al-Qaida:

Berikut kesaksian berbagai tokoh penting AS:

Direktur Badan Keamanan Nasional AS di era Ronal Reagan, William Odom, mencatat, “Karena AS sendiri memiliki catatan panjang mendukung teroris dan menggunakan taktik teroris, slogan-slogan perang melawan terorisme hari ini hanya membuat AS terlihat munafik ke seluruh dunia.[1] [2]

Odom juga mengatakan, “Dilihat dari segi manapun, AS telah lama memanfaatkan terorisme. Pada tahun 89-79 Senat berusaha untuk meloloskan undang-undang anti terorisme internasional – dan setiap versi yang mereka buat, para praktisi hukum selalu mengatakan bahwa AS telah melakukan pelanggaran.”

Zbigniew Brzezinski, mengatakan kepada CNN bahwa AS membentuk dan mendukung Bin Laden dan Al-Qaida di tahun 70-an untuk memerangi Uni Sovyet. [3]

Sebuah video yang beredar di YouTube, menunjukkan bahwa Brzezinski berpidato di hadapan kelompok jihadis, “Kami tahu, dengan iman mereka kepada Tuhan – bahwa mereka yakin bahwa berjuangan mereka akan berhasil. Tanah ini, adalah milik kalian – dan kalian akan mendapatkannya kembali suatu saat nanti, karena perlawanan kalian akan menang, dan kalian bisa memiliki kembali rumah kalian, masjid kalian, raihlah kembali. Karena alasan kalian benar, maka Tuhan akan berada di samping kalian.” [4]

Dalam sebuah wawancara dengan Le Nouvel pada tahun 1988, bahkan Brzezinski menyebut bahwa AS mulai mendukung kelompok jihadis bahkan sebelum invansi Uni Sovyet. Berikut petikannya:

Pertanyaan: Mantan direktur CIA, Robert Gates, menyatakan dalam bahwa badan intelijen Amerika mulai membantu mujahidin di Afghanistan 6 bulan sebelum intervensi Soviet. Dalam periode ini Anda adalah penasehat keamanan nasional Presiden Carter. Oleh karena itu Anda memainkan peran dalam urusan ini. Apakah itu benar?

Brzezinski: Ya, menurut sejarah resmi, CIA mulai membantu kelompok Mujahidin pada tahun 1980, atau setelah tentara Sovyet menyerbu Afghanistan pada 24 Desember 1979. Namun kenyataan sebenarnya dirahasiakan sampai sekarang. Namun kenyataannya, secara diam-diam sampai hari ini, CIA mulai membantu kelompok jihadis pada 3 Juli 1979, saat Presiden Carter menandatangani direktif pertama untuk bantuan rahasia bagi penentang rezim pro-Sovyet di Kabul. Dan hari itu juga, saya menulis surat kepada presiden, dan saya menjelaskan kepadanya bahwa menurut saya, bantuan ini akan menimbulkan intervensi militer dari Uni Sovyet.

Pertanyaan: Dan apakah Anda tidak menyesal telah mendukung kelompok funadementalisme Islam, memberikan senjata dan nasehat yang di kemudian hari, mereka menjadi teroris?

Brzezinski: Apa yang paling penting bagi sejarah dunia? Taliban atau runtuhnya Uni Sovyet? Mengaduk/ mengacaukan Islam atau pembebasan Eropa Tengah dan mengakhiri Perang Dingin?

Mantan Direktur CIA dan Sekretaris Pertahanan Robert Gates telah mengkonfirmasi bahwa AS mendukung kelompok jihadis di tahun 1970-an. [5] Senada dengan Gates, Hillary Clinton juga dengan terang benderang menyatakan bahwa AS menciptakan Al-Qaida. [6]

MSNBC melaporkan pada tahun 1998, “Bin Laden meninggalkan Arab Saudi untuk memerangi tentara Sovyet di Afghanistam setelah adanya invansi dari Moskow pada tahun 1979. Pada tahun 1984, ia menjalankan sebuah organisasi yang dikenal sebagai Maktab al-Khidamat (MAK), yang menyalurkan senjata, uang dan jihadis dari luar menuju Afghanistan. CIA gagal mengklasifikasi dengan detail, namun setidaknya terdapat keterangan bahwa MAK ‘dipelihara’ oleh layanan keamanan Pakistan, lembaga Inter-Service Intelligence, atau ISI, yang merupakan jaringan utama CIA untuk melakukan perang rahasia melawan pendudukan Moskow.

CIA concern dengan faksionalisme di Afghanistan, dan mendapati orang-orang Arab fanatik yang berbondong-bondong membantu rakyat Afghanistan, dan mampu membaca fenomena ini. CIA menyadari bahwa suatu hari nanti, jihadis sukarelawan ini akan menyulitkan – namun setidaknya untuk saat itu, mereka berada di sisi yang sama, yaitu anti-Uni Sovyet. Jadi, Bin Laden kelompok-kelompok jihadis dari Mesir, Pakistan, Lebanon, Suriah, dan kamp-kamp pengungsi Palestina di Timur Tengah, diandalkan sebagai ‘mitra’ CIA dalam perang melawan Moskow. Lebanon, Suriah, dan kamp-kamp pengungsi Palestina di seluruh Timur Tengah, menjadi “diandalkan” mitra dari CIA dalam perang melawan Moskow.”

Sampai hari ini, mereka yang terlibat dalam keputusan untuk memberikan akses dana dan senjata berargumen bahwa kebijakan itu diambil dalam konteks Perang Dingin. Senator Orrin Hatch, seorang Republikan senior dari Komite Senat Intelejen yang membuat keputusan ini, mengatakan kepada teman saya Robert Windrem bahwa ia tetap akan melakukan keputusan yang sama hari ini walaupun ia mengetahui apa yang akan dilakukan Bin Laden selanjutnya. Dengan kata lain, Hatch membenarkan langkah yang diambil AS di masa lalu untuk mendukung kelompok-kelompok ekstremis. “Mereka sangat penting, memainkan peran penting dalam kejatuhan Uni Soviet,” katanya. [7]

Bersambung ke bagian kedua…

—–

Referensi:

[1] http://hammernews.com/odom.ram

[2] www.washingtonsblog.com/2012/08/is-america-the-worlds-largest-sponsor-of-terrorism.html

[3] www.thenation.com/article/blowback-prequel

[4] https://youtu.be/d4lf0RT72iw

[4a] www.globalresearch.ca/articles/BRZ110A.html

[5] www.amazon.com/Shadows-Ultimate-Insiders-Story-Presidents/dp/0684834979/sr=8-1/qid=1163059092/ref=pd_bbs_1/102-8219747-6907339?ie=UTF8&s=books

[6] http://www.globalresearch.ca/hillary-clinton-we-created-al-qaeda/5337222

[7] http://www.nbcnews.com/id/3340101/#.VSdML5NwjIV

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account