Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

0
654

Potret Hassan Haikal (kanan) dan Denny Siregar. Sumber foto: fajar

LiputanIslam.com—Kasus bocornya data pribadi Denny Siregar benar-benar berbuntut panjang. Sejumlah nama telah dan mulai terseret, serta telah diamankan petugas kepolisian. Diantaranya pegawai outsourcing GraPARI Telkomsel sebagai tersangka pelaku pembocor data. Kemudian pemilik akun Twitter @Opposite6891 selaku penggunggah data itu ke media sosial.

Belakangan, kasus ini mulai menyeret nama seorang da’i kondang bernama Hassan Haikal atau yang kerap disapa Babe Haikal. Babe Haikal disebut-sebut pernah mengirimkan uang Rp.5 juta kepada pemilik akun @Opposite6891.

Meski Babe Haikal sempat memberikan klarifikasi terkait hal itu, bahwa transferan itu hanya untuk membantu keluarga pemilik akun @Opposite6981 memenuhi kebutuhan harian, namun publik tetap saja curiga kalau klarifikasi itu hanyalah akal-akalan Babe Hassan agar terhindar dari jeratan hukum yang menimpa para pelaku pembocoran data.

Tapi mengapa Babe Hassan melakukan itu? Apa masalahnya dengan Denny Siregar?

Secara personal memang tidak ada. Tapi secara pemikiran, baik Babe Hassan dan Denny Siregar begitu bertentangan, bahkan dalam politik sekalipun. Jika Babe Hassan pendukung utama simbolisme Islam dan Islam garis keras, maka Denny anti dengan pemikiran yang seperti itu. Jika Babe Hassan dulunya pendukung fanatik Prabowo, maka Denny pendukung fanatik Jokowi. Dua orang ini bagaikan berada di dua poros kutub yang berbeda. Babe Haikal di Utara dan Denny di selatan.

Kemungkinan besar, Babe Haikal gagal membungkam Denny dengan argumentasi, sehingga dia gunakan cara licik agar Denny bungkam. Teror Denny!!! Buat dia takut dengan cara mempublikasikan data-data pribadinya ke publik.

Tapi reaksi Denny justru terbalik dengan harapan Babe Haikal. Denny yang merasa posisinya di atas angin itu justru melawan dan mengancam akan mempidanakan semua pelaku yang terkait dan menuntut kerugian pada Telkomsel dengan jumlah yang fantastis. 1 Trilyun.

Belakangan Babe Haikal pergi menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, pak Mahfud MD. Alasannya biasa,” Silaturahmi dan bertukar pikiran”.

Tentu alasan sebenarnya tidak sesederhana itu. Babe Haikal ingin mencari perlindungan politik agar dirinya lepas dari jeratan kasus Telkomsel. Singkatnya, Babe Haikal ingin mencari penjamin atau “backing” politik.

Tapi dalam politik harus ada perhitungan untung-ruginya. Jika pak Mahfud menjamin Babe Haikal apa untungnya? Dan apa ruginya? Kalkulasinya mana lebih besar mudharat atau manfaatnya. Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh pak Mahfud dan waktu. Kita lihat saja. (Ha/Liputan Islam.com)

Baca selanjutnya: Persekusi di Solo: Halusinasi Agama Kaum Intoleran

DISKUSI: