Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Dakwah yang Bijak

Published 28/03/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

dawahDakwah adalah ajakan kepada kebaikan dengan cara yang terbaik. Ia adalah upaya memberi hidayah yakni petunjuk. Hidayah seakar dengan kata hadiah, yakni sesuatu yang seyogianya baik/bermanfaat, yang dikemas dengan indah dan diserahkan dengan lemah lembut. Sejak dini, Nabi Muhammad saw diingatkan Al-Qur’an bahwa: ”Sekiranya engkau berucap kasar  lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (Q.S. Ali ‘Imrân [3]: 159).

Berucap kasar menggambarkan sisi luar manusia dan berhati keras menunjuk sisi dalamnya. Keduanya, “berucap kasar” dan “berhati keras”, perlu disingkirkan secara bersamaan, karena boleh jadi ada yang berucap kasar tapi hatinya lembut, atau ucapannya manis tapi hatinya busuk. Yang berdakwah hendaknya menggabung perilaku yang sopan, kata-kata yang indah, sekaligus hati yang luhur, penuh kasih – walau terhadap sasaran yang durhaka dan kejam.

Informasi yang diberikan bukan saja harus benar tapi juga bermanfaat bagi sasaran. Itulah cermin  kasih dalam berdakwah. Sedang kata-kata yang indah, halus dan lemah lembut merupakan kunci kesediaan sasaran mendengar ajakan.

Sekali lagi, ucapan harus bermanfaat bagi yang mendengarnya, karena kalau tidak, pengucap dan pendengarnya merugi. Yang ini dalam mengucapkan sedang yang itu dalam mendengarnya. Paling sedikit  kerugian waktu dan energi, bahkan boleh jadi kerugian berupa dampak yang dihasilkan apa yang didengar itu, karena boleh jadi ucapan itu mengubah pikiran pendengarnya yang telah benar, atau memberi ide keliru kepadanya.

Terdapat sekian banyak tuntunan kitab suci menyangkut kriteria kata-kata yang dinformasikan, antara lain balighâ (Q.S. An-Nisa’ [4]: 63). Dari sini seorang dai dinamai juga mubalig. Kata itu mengandung arti sampainya sesuatu ke sesuatu yang lain dengan cukup. Seorang yang pandai menyusun kata sehingga mampu menyampaikan pesannya dengan baik lagi cukup, dinamai mubalig. Ciri ini baru terwujud bila seluruh pesan yang hendak disampaikannnya tertampung dalam rangkaian kata-katanya. Tidak bertele-tele yang membosankan, tidak pula singkat yang mengaburkan. Tidak menggunakan kata yang asing di telinga pendengarnya, tidak juga berat di lidah pengucapnya.

Kata lain yang digunakan Al-Qur’an untuk menyifatkan informasi yang baik adalah sadîdâ (Q.S. Al-Ahzâb [33]: 70). Kata ini mengandung makna meruntuhkan sesuatu kemudian memperbaikinya. Ini berarti kritik yang disampaikan hendaknya disertai dengan usul perbaikan, yakni kritik haruslah yang membangun. Kata sadîdâ juga berarti tepat. Seseorang bukan saja dituntut untuk menyampaikan yang benar dan baik susunan kalimatnya, tetapi juga harus tepat waktu dan sasarannya.

Apabila Anda berkata kepada teman Anda pada hari Jumat saat iman berkhutbah: “Diamlahlah (dengarkan khutbah).”, maka Anda telah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Ini  bukan karena kandungan larangan itu salah, tetapi sasaran dan waktunya tidak tepat.

Jika demikian, tidak semua harus disampaikan. Pilihlah yang bermanfaat dan perhatikan pula sasaran, karena ada yang  pandai, yang bodoh, atau anak kecil dan dewasa. Atas dasar tuntunan ini, maka terlebih dahulu sebelum menyampaikan pesan, hendaklah Anda memaparkan masalah yang akan Anda informasikan kepada tuntunan agama. Kalau kandungannya sudah benar, maka perhatikanlah dampaknya berkaitan dengan waktu dan masayarakat. Kalau ia tidak menimbulkan dampak negatif, maka paparkan lagi masalah itu, kepada pertimbangan nalar. Kalau nalar memperkenankannya, maka Anda boleh menyampaikannya, kepada umum, atau orang-orang tertentu saja, bila penyampaian kepada umum dapat menimbulkan dampak negatif atau kesalahpahaman.

Selanjutnya ketika Nabi Musa dan Harun a.s. menghadapi penguasa kejam Fir’aun, mereka berdua dipesan Allah: agar menyampaikan kandungan pesan dengan Qaulaa Layyina (Q.S. Thaha [20]: 44), yakni lemah lembut. Ini bukan berarti tidak menyampaikan kebenaran atau menyembunyikannya, tetapi kebenaran yang disampaikan, bahkan kritik yang dilontarkan, hendaknya tidak menyinggung perasaan,    apalagi menimbulkan amarah. Demikian sekelumit tuntunan Al-Qur’an menyangkut dakwah yang baik. Wa Allah A’lam. (hd/liputanislam.com)

*Sumber http://quraishshihab.com/dakwah-yang-bijak/#more-498

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account