Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Istilah “Akidah” : Antara Sunnah dan Bid’ah (3)

Published 15/01/2015 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh : Hasan bin Farhan al-Maliki

hasan-farhanKapan Suatu Istilah Dianggap Bid’ah

Sudah jelas “akidah” adalah suatu istilah baru yang wajib dijauhi oleh kelompok ekstrem karena ia menyebabkan bahaya bagi istilah lain yang syar’i yang telah dia ambil tempatnya. Sebab, setiap istilah atau ungkapan yang baru apabila dimaksudkan untuk memberikan makna syar’i maka ia adalah istilah yang dibuat-buat alias bid’ah bila memenuhi syarat-syarat, terutama syarat berikut :

  1. Sudah terdapat istilah-istilah yang baku dan legal sebagai alternatif
  2. Istilah baru tersebut tidak terdapat dalam Alquran dan sunnah
  3. Istilah baru itu digunakan untuk menginkuisisi umat Muslim dan mewajibkan mereka memakainya secara konsisten.
  4. Istilah itu berpengaruh buruk, yakni mengakibatkan perpecahan dan perselisihan di antara umat Islam.

Keempat syarat tersebut berlaku untuk istilah “akidah”. Oleh karena itu, istilah ini—sejalan dengan ketentuan yang tertuang dalam beberapa kitab akidah—adalah istilah bid’ah. Ini tak ubahnya apabila seseorang menamakan “shalat” dengan “olah raga”, kemudian mewajibkan orang lain menggunakan istilah “olah raga” untuk menyebut shalat; apabila orang-orang yang diwajibkan itu enggan menggunakan istilah “olah raga” untuk shalat yang ia kerjakan maka mereka akan mendapatkan siksaan dari orang yang mencetuskannya.

Kecuali, jika istilah “akidah” ini digunakan sebagai suatu istilah yang telah lumrah penggunaannya di tengah orang banyak dengan tidak memaksakan penggunaannya. Bila keadaannya seperti ini maka penggunaan istilah “akidah” boleh-boleh saja. Berdasarkan hal ini, kami pun menggunakannya dan kami pun tidak memberikan sangsi dan tekanan.

Berdasarkan ini, jika Anda melihat seseorang berkata, “Apa akidahnya Fulan?” Maka katakan kepadanya, “Koreksi dulu pertanyaanmu karena pertanyaanmu tadi bid’ah sebab pertanyaan yang sesuai syariat adalah, ‘Bagaimana perilaku keagamaan si Fulan? Bagaimana pula akhlaknya?’ Nah, yang ini sesuai dengan hadis Nabi Saw, “Apabila datang kepadamu seorang pria yang engkau ridha pada agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia” (H.R. at-Tirmidzi)

Rasulullah saw tidak berkata, “Pria yang engkau ridha pada akidahnya” sebab kata “akidah” ini adalah bid’ah dan tidak punya dasar yang sah dari Alquran dan sunnah. Dengan demikian, istilah “akidah” adalah sesuatu yang harus ditinggalkan demi menghidupkan kembali istilah yang sah yang telah terkubur oleh pertikaian antar mazhab.

Hal ini disebabkan, istilah-istilah yang legal itu sama sekali tidak bermaksud menzalimi seorang muslim yang disifati sebagai orang yang melaksanakan keajiban atau menjauhi perkara yang diharamkan. Sudah barang tentu, istilah-istilah yang legal itu berbeda dengan istilah “akidah” yang dalam pengertiannya mengandung penzaliman terhadap seorang Muslim dan tidak berisi pertanyaan—menurut konteks hadis Rasulullah Saw—shalat, puasa, keadilan, kejujuran, serta akhlak.

Sebaliknya, istilah “akidah” berkonotasi pada sikap Muslim tehadap pertikaian masa silan, saling mencela, pengafiran, dan berbagai kesulitan yang sama sekali tidak mendatangkan manfaat. Selain itu, istilah ini memaksa orang untuk melakukan berbagai hal yang bukan berasal dari Islam.

Orang yang mendapat karunia akal dan agama dari Allah, niscaya dengan mudah ia dapat membedakan mana yang dikehendaki Allah melalui Alquran terkait makna lafal “iman”, “Islam”, dan “agama” dan mana pertikaian antar mazhab, politik, dan pemaksaan yang dilakukan oleh pengikut mazhab akibat istilah “akidah” yang berujung pada pemaksaan orang-orang untuk meyakini sesuatu yang sangat jauh dari teks-teks Alquran dan sunnah yang sahih.

Untuk itu, sesungguhnya penggunaan kata atau istilah “akidah” yang berstatus asing dalam syariat sebagai pengganti lafal yang sah yaitu “iman” disertai inkuisisi terhadap orang-orang, merupakan perbuatan bid’ah karena hal-hal yang telah kami sebutkan.

Selanjutnya karena lafal “akidah” adalah ungkapan bahasa yang mengambil posisi syar’i bagi lafal yang sesuai syariat, belum lagi istilah “akidah” ini telah ditambahi banyak hal-hal lain yang berseberangan dengan keimanan.

Berdasarkan uraian ini, orang-orang yang melakukan inkuisisi terhadap orang lain atau kelompok lain—dalam masalah akidah—adalah orang-orang yang pertama menyalahi lafal “akidah” serta kandungannya. Akan lebih baik jika mereka menyelidiki diri sendiri dalam hal kesesuaian antara lafal “akidah” dan kandungannya, sebelum mereka menyelidiki orang-orang atas nama “akidah”.

Selain itu, menyelidiki perkara yang abstrak adalah bid’ah. Padahal, orang yang bertanya berkeinginan menghindari bid’ah. Namun pada kenyataannya, justru dialah orang pertama kali melakukan perbuatan bid’ah akibat ketidaktahuannya sendiri; dia tidak mengetahui istilah yang sesuai syariat ditambah pemaksaan yang ia lakukan terhadap orang lain untuk memakai istilah bid’ah, serta menanyakan mereka dengan istilah bid’ah.

FarhanSebenarnya, menanyakan masalah-masalah keilmuan yang tidak ada kaitannya dengan amalan adalah perbuatan sekelompok orang yang disebut “khawarij”. Mereka ini adalah orang-orang yang beroposisi dari kepemimpinan Imam Ali dan menjadi kelompok yang pertama kali melakukan penyelididkan terhadap akidah orang lain. Akibatnya, mereka membantai orang Islam yang tidak sependapat dengan kelompok mereka, dan merekalah yang membelah perut kaum perempuan.

Oleh sebab itu, penyelidikan mereka terhadap keyakinan orang lain sebenarnya adalah perkara bid’ah yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan para khulafa al-rasyidin. Anehnya, kita mengecam ulah kaum khawarij, sementara kita juga melakukan perbuatan yang sama. (hd/liputanislam.com)

*Sumber : Disadur dari buku “Pilih Islam atau Mazhab : Autokritik atas Paham Penuduh Kafir dan Bid’ah” karya Hasan bin Farhan al-Maliki. (hd/liputanislam.com)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account