Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Hakikat Kenabian dan Kebutuhan Manusia Terhadapnya

Published 04/01/2015 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh : Salahuddin Harahap*

solahudinAllah Swt Tuhan yang Maha Sempurna, dari-Nya alam semesta tercipta dan kepada-Nya segala sesuatu akan kembali. Apa pun yang eksis di alam semesta pasti merindukan kesempurnaan dan bergegas menuju kesempurnaan tersebut. Tidak ada satu makhluk pun di alam ini yang tidak mengehendaki agar dirinya mendapat kesempurnaan bahkan setan dan iblis sekalipun, sebab tanpa kesempurnaan segalanya akan berantakan dan menjadi hancur. Karena alam semesta adalah zat yang tidak sempurna tetapi mengharapkan kesempurnaan maka terang saja ia akan membutuhkan jalan beserta pembimbing menuju kesempurnaan tersebut. Yang memahami jalan kesempurnaan hanya Allah Swt, maka yang akan memberi jalan dan menjadi pembimbing menujunya pun mestilah Allah atau yang dipercayakan Allah atasnya (ar-Rsul).

Allah Swt memang telah mengaruniai manusia dengan akal melalui mana manusia dapat berpikir dan selanjutnya memperbaiki diri, namun dalam kenyataannya akal tidak selalu dapat menyingkap segala hakikat menuju kesempurnaan tersebut. Hal ini selain karena keterbatasan kemampuan akal manusia jika dibandingkan dengan kesempurnaan Allh Swt, juga karena manusia itu sendiri tidak mampu memungsikan akalnya secara sempurna tanpa bimbingan Allah Zat yang memiliki kesempurnaan. Kita dapat mereview sejumlah pengalaman manusia yang hanya mengandalkan kemampuan akal pada akhirnya tidak mendapat kebahagiaan sejati apalagi kesempurnaan. Kalau dengan mengandalkan akal ternyata manusia belum mampu meraih hakikat kesempurnaan, sementara kebutuhan akan kesempurnaan berada pada sisi terdalam diri manusia yang lazim dikenal dengan fitrah maka secara fitrah pula manusia akan bergegas mencari jalan dan pembimbing mencapai kesempurnaan tersebut.

Sejak awal keberadaannya melalui instrumen akal manusia telah mewajibkan dirinya mencari jalan kesempurnaan, hal itu berarti kesadaran akan ketidaksempurnaan dirinya sama tuanya dengan umur manusia itu. Menyadari  ketidaksempurnaan berarti mengakui bahwa tidak mungkin salah satu di antara mereka dapat berperan sebagai pembimbing terhadap yang lainnya menuju kesempurnaan, untuk itu dibutuhkan bimbingan dari Zat Maha Sempurna yang menjadi sumber kesempurnaan yakni Allah Swt. Berkat kasih sayang dan kebijaksanaan-Nya Allah telah mengindahkan dan menjawab kebutuhan makhluk terhadap kesempurnaan tersebut dengan mengutus para Nabi sebagai pembimbing menuju ke arahnya. Pemilihan Nabi sebagai pembimbing alam semesta tentu didasarkan pada ketinggian martabat dankualitas serta kemuliaannya, hal tersebut dapat dilihat pada kesempurnaan akal, kesucian jiwa  serta karena rahmat dan kecintaan Allah yang selalau menjaganya dan menunjukinya.

Ketika sosok Nabi harus dilihat sebagai penyangga keberadaan dan keberlangsungan alam semesta atau sebagai pembimbing menuju kesempurnaan, maka pengutusannya merupakan bukti dan pengejawantahan perhatian dan kasih sayang Allah terhadap alam semesta (Kami tidak mengutusmu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam). Karena Allah adalah Zat Maha Sempurna suci dari kelemahan dan kekeliruan maka mustahil Ia merencanakan atau mengerjakan sesuatu secara sembarangan, apa pun yang tercipta dari-Nya adalah kesempurnaan maka sosok manusia yang akan dipilihnya sebagai pengemban tugas mulia tersebut secara pasti telah dipersiapkan sedemikian rupa tanpa cacat dan kelemahan sedikit pun. Hal itu berarti akan kelirulah pandangan sebagian orang yang mengatakan kenabian baru dimuali setelah ar-Rasul berusia 40 tahun. Allah Swt  telah mempersiapkan pribadi manusia yang akan diutusnya sebagai khalifah (ar-Rasul Saw) bahkan sebelum terciptanya alam semesta beserta isinya dan hal ini telah disepakati oleh para sufi dan urafa rahima Allahu alaihim, bahkan telah diungkapan Allah secara tegas dalam salah satu hadis Qudsy : (Kalau bukan karena engkau wahai Muhammad tidak akan kuciptakan alam ini).

Jika jalan pikiran ini dapat diterima, maka gugurlah argumentasi mereka yang mendustakan kema`suman Nabi Saw, begitu pula dengan mereka yang menganggap bahwa hanya dalam posisinya sebagai Rasulullah penyampai wahyulah ia terpelihara dari dosa, selebihnhya sama saja dengan manusia biasa. Sebab keyakinan semcam ini telah merusak kesucian akal sehat dan merendahkan kebenaran. Dikatakan demikian karena kerasulan adalah takwiny dan tasyri`i sekaligus artinya pribadi ar-Rasul secara sengaja telah dibentuk untuk menjadi wakil Allah, pemelihara kebenaran, pembimbing menuju kesempurnaan serta penyangga keberlangsungan alam semesta, bersamaan dengan itu keberadaannya juga merupakan syari`at yang tanpanya seluruh ajaran Islam menjadi sia-sia. Lebih jauh penentangan atas kema`suman ar-Rasul dengan sendirinya juga telah menggugurkan konsistensi perencanaan Allah dan menjatuhkan kebenaran hingga pada ranah relativitas yang mana hal ini sangat bertentangan dengan akal sehat dan keimanan yang benar.

muhammad_in_the_bible

Untuk itu pemahaman terhadap hakikat kenabian Muhammad Saw perlu diluruskan, melalui akal sehat kita akan dibimbing untuk mengetahui kebenaran sosok Muhammad Saw sebagi telah disempurnakan dan dipelihara oleh Allah sejak semula jadi dan mustahil melakukan kesalahan dan kekeliruan secara abadi. Dengan kenyataan tersebut maka kelahiran Rasulullah Saw merupakan rahmat terbesar bagi alam semesta yang pantas disyukuri bukan hanya oleh manusia tetapi juga oleh seluruh alam semesta.

Berupaya mensyukuri rahmat Allah atas kelahiran Rasulullah merupakan kesadaran dan ucapan syukur terhadap diri sendiri, Allah menyatakan bahwa “Siapa saja yang bersykur kepada Allah sesungguhnya ia mensyukuri dirinya sendiri”. Mensyukuri kelahiran Rasulullah berarti menyadari bahwa karena keberadaan ar-Rasul-ah keberadaan alam semesta termasuk diri kita menjadi ada dan berharga, tanpanya segala sesuatu akan sia-sia dan binasa. Dengan demikian, sementara orang yang tidak mau bersyukur atas lahirnya Rasulullah sesungguhnya telah melupakan dirinya melupakan eksistensinya.

Akhirnya, memperingati kelahiran Rasulullah merupakan wujud dari kesadaran manusia akan keberadaan dirinya dan menjadi bukti betapa mendasar kebutuhannya akan kesempurnaan. Hanya melalui Rasulullah manusia dapat berjalan menuju kesempurnaan, sebab pribadi suci inilah yang telah dipilih dan dipersiapkan Allah untuk membimbing akal manusia agar sampai kepada-Nya. (hd/liputanislam.com)

*Salahuddin Harahap adalah kandidat doktor filsafat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account