Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Zikrullah : Ingat Tuhan, Maksiat Tinggalkan

Published 26/02/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

 

رِجالٌ لا تُلْهيهِمْ تِجارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَ إِقامِ الصَّلاةِ وَ إيتاءِ الزَّكاةِ يَخافُونَ يَوْماً تَتَقَلَّبُ فيهِ الْقُلُوبُ وَ الْأَبْصارُ

“Para laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang” (Q.S. an-Nur: 37)

zikrullahZikir merupakan kata musytarak (yang memiliki banyak makna). Kalau kita merujuk pada ayat-ayat Alquran, zikir ternyata memiliki beragam makna lain diantaranya bermakna Alquran (Q.S. al-Hijr: 9); salat jum’at (Q.S. al-Jumuah: 9); ilmu (Q.S. al-Anbiya : 7); dan juga diri Rasulullah saaw (Q.S.at-Thalaq: 10-11).

Zikir adalah mengingat dan menyadari bahwa wujud manusia adalah terbatas dan berada dalam kekuasan Allah swt . Zikir juga akan menghilangkan dosa dari hati manusia; lantaran lalai dan lupa dari mengingat Allah akan menodai dan menghitamkan hati manusia. Berangkat dari sini, salah satu risalah para wali Allah dan kitab-kitab samawi adalah melenyapkan kehitaman dan noda ini. Atas dasar itu pula, zikir  disebut sebagai salah satu sifat Rasulullah Saw, “Qad anzalallah ilaikum dzikra rasulan yatlu ‘alaikum ayatillah…” Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu, dan (mengutus) seorang rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah, (Qs. Thalaq [65]:10-11).

Demikian juga salah satu nama Alquran adalah zikir sebagaimana hal itu dinyatakan dalam, “Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun.”Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alqur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Qs. Al-Hijr [15]:9)

Alasan penamaan Rasulullah Saaw dan Alquran sebagai zikir lantaran keduanya mengingatkan manusia kepada Allah Swt, mengajarkan mana yang benar dan salah, mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Hanya saja umumnya kita memahami zikir sebagai mengingat Allah baik dengan hati maupun menyebutnya dengan lisan dengan kalimat-kalimat tertentu yang populernya adalah tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (la ilaaha illallah), dan takbir (allahu akbar) dan juga shalawatt kepada Nabi dan keluarganya. Kalau kita sudah rajin membaca dan mengucapkan kalimat-kalimat tersebut maka kita merasa telah menjadi ahli zikir.

Namun coba perhatikan sabda Rasulullah saaw berikut ini, “Wahai Ali, terdapat tiga perkara yang menjadi kekuatan istimewa bagi umatku, yaitu : Persahabatan dan kebersamaan dengan saudaranya seiman dalam urusan harta (dermawan kepada saudaranya); berbuat adil terhadap manusia sebagaimana terhadap dirinya sendiri; dan berzikir kepada Allah dalam segala keadaan. Dan bukanlah berzikir itu sekedar mengatakan ‘subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallaah’, tetapi—berzikir itu adalah—jika seseorang berhadapan dengan apa yang diharamkan oleh Allah, ia merasa takut kepada Allah dan tidak melakukan perbuatan tersebut.” (Bihar al-Anwar jilid 93, hal. 15).

Imam Ali as berkata, “Zikir itu ada dua jenis; berzikir kepada Allah saat menghadapi musibah, dan yang paling utama adalah berzikir kepada Allah atas apa yang diharamkan Allah kepadamu. Yang demikian itu menjadi pencegah.” Imam Ja’far Shadiq mendefenisikan, “zikir adalah ketika seseorang berhadapan dengan suatu perbuatan yang telah diperintahkan oleh Allah, maka dia melaksanakannya. Dan jika dilarang oleh Allah, maka dia meninggalkannya.”

Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menceritakan sebuah kisah yang menarik tentang seorang pedagang. Suatu hari seseorang menulis surat kepada seorang pedagang yang berbisnis dengannya untuk memberitahukan bahwa musim dingin telah merusak tanaman tebu, dan hal itu akan menyebabkan permintaan terhadap gula menjadi sangat meningkat pada tahun ini dan harganya akan naik. Ketika si pedagang membaca surat temannya tersebut, maka ia pun pergi ke pasar dan memborong semua gula yang ada, dan menimbunnya di gudang miliknya. Dia merasa senang karena akan memperoleh untung yang sangat besar pada tahun ini.

Ketika dia kembali dari pasar, dan berada tenang dirumahnya, maka iman dan nuraninya pun berontak, disebabkan keyakinan dan keislamannya. Hatinya mencela dirinya, “tahukah engkau bahwa apa yang engkau lakukan ini adalah pengkhianatan dan penipuan terhadap manusia.” Sebenarnya dia tidak menipu manusia karena dia membeli gula sesuai dengan harganya, dengan harapan harga gula naik nantinya; namun apa yang dilakukan itu merupakan sebuah rencana penjerumusan terhadap manusia.

Pedagang itu pun tidak bisa tidur semalaman. Selesai azan subuh dan salat jamaah, ia segera mendatangi para penjual gula di pasar yang gula mereka telah diborongnya, dan menceritakan masalahnya. Semua penjual gula tersebut menyatakan kerelaaanya dan tidak membatalkan transaksi yang telah mereka lakukan. Mendengar hal itu, pedagang tersebut pun merasa senang dan lega.

Namun, pada malam kedua dia tetap tak bisa tidur. Ia teringat hadits Rasulullah saaw, “Bukanlah termasuk kaum Muslim orang yang menipu mereka.” Begitu pula diriwayatkan bahwa Rasulullah saaw melewati pasar Madinah dan melihat seorang pedagang buah-buahan dan lainnya yang menata barang dagangan dengan meletakkan di atasnya yang bagus-bagus, dan menyembunyikan di bawahnya yang jelek-jelek. Lalu Rasulullah saaw bersabda, “Apa yang engkau lakukan adalah merupkan pengkhianatan terhadap kaum Muslim.”

Akhirnya, ketika tiba waktu pagi, pedagang itu memohon kepada para penjual gula di pasar untuk bisa mengembalikan gula yang telah dibelinya. Pada malam ketiga, ia bisa tidur dengan pulas, dan dia berkata, “Alhamdulillah, aku telah mampu memelihara agamaku meskipun harus kehilangan keuntungan yang sangat besar.” Mungkin inilah indikasi firman Allah swt, “Para laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah.” (Q.S. an-Nur: 37), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah.” (Q.S. al-Munafiqun: 9). (CR/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account