Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Mendidik Anak Mengenal Jin

Published 08/12/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

setanUmumnya anak-anak tidak senang berbicara tentang jin atau setan. Alasan mereka, dikarenakan sosok jin/setan adalah sosok yang menakutkan sehingga mendatangkan kegelisahan di benak mereka setiap kali mengingatnya. Para orang tua dan orang dewasa lainnya seringkali menakuti-nakuti mereka dengan istilah-istilah yang mengarah pada dimensi jin atau setan tersebut. Maksudnya, tidak sedikit orang dewasa menjadikan sosok menakutkan ini (jin, setan, atau menurut bahasa masyarakat disebut dengan hantu, wewe gombel, kuntilanak, genderuwo, dan sebagainya) sebagai objek “pengawas” tindakan anak-anak yang dinilai nakal. Ini dilakukan orang tua mereka dari sejak anak berusia lima tahun ke bawah (balita).

Dengan ini, anak-anak telah mencitrakan jin/setan sebagai wujud menyeramkan dan bisa memberikan kecelakaan bagi dirinya. Uniknya, hal ini tetap terbawa sampai ia memasuki sekolah bahkan sampai masa kanak-kanak akhir, usia 12 tahun. Akan tetapi jika kita lihat secara umum, bahkan hal ini melanda juga orang-orang dewasa, yang mana mengalami trauma ketakutan terhadap sosok jin, setan, hantu dan sejenisnya. Jika kita telusuri, semua trauma itu diperoleh mereka sejak masih kecil. Ini artinya, gambaran yang diperoleh sejak anak masih usia dini sangat sulit dihapus dari pita rekaman benaknya.

Bagi anak-anak yang usianya di bawah sembilan tahun, setan menjadi lambang kejahatan yang sangat ditakuti anak dan akan mendatangi mereka jika mereka berbuat nakal. Namun, seiring dengan menanjaknya usia anak, ia mulai memahami bahwa jin itu tidak dapat di lihat, meskipun keyakinan akan keberadaannya tetap melekat kuat dalam benak anak, sehingga dapat dijadikan pengawal tingkah laku anak.

Penggunaan jin/setan sebagai ‘teror perasaan’ anak menimbulkan dua sikap yang negatif pada anak-anak yaitu rasa takut dan kecemasan. Rasa takut terekspresikan dengan kegelisahan dan kebingungan pada anak bahkan pada sebagian anak berdampak pada kurangnya rasa percaya diri. Banyak anak mengaku tidak berani ke tempat-tempat sepi sendirian di malam hari seperti ke dapur, kamar mandi, dan keluar rumah.

Adapun rasa cemas berasal dari dirinya sendiri (inner factor) yang disebabkan khayalan atau imajinasinya yang negatif membentuk lebih dalam sosok jin/setan yang menakutkan tersebut. Khayalan anak semakin melanglangbuana dan menghubungkannya dengan unsur-unsur lain seperti tempat yang angker, kuburan, dan kematian, sehingga semakin memperparah kecemasan yang telah menuai bibitnya pada diri anak.

Akan tetapi, pada sebagian kasus, anak-anak terlihat senang melihat film-film yang menampilkan sosok-sosok menyeramkan seperti jin/setan. Bagi mereka tontonan ini, menakutkan sekaligus mengasikkan. Dalam suatu penelitian disimpulkan bahwa kondisi tersebut, lebih mencerminkan sekedar pola kebiasaan menonton yang ada dalam keluarganya daripada mengekspresikan keberanian anak. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account