Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Kewajiban Mengenal Tuhan

Published 30/11/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

AllahhSecara kejiwaan, dalam kesadaran dan pengalaman beragama, akan terlihat sisi batin seseorang terlibat dengan sesuatu yang sakral dan dunia gaib. Diantara yang gaib itu adalah Tuhan, Malaikat, Jin (setan), surga dan neraka. Keyakinan yang kuat akan keberadaan wujud gaib ini akan melahirkan sikap keberagamaan yang mendorong seseorang bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Sikap tersebut muncul karena adanya konsistensi antara kepercayaan terhadap agama sebagai unsur kognitif, perasaan terhadap agama sebagai unsur afektif, dan perilaku beragama sebagai unsur konatif.

Tuhan sebagai puncak tertinggi dari kegaiban, merupakan fondasi dasar bagi akidah Islam. Karena kita dituntut secara akal untuk berterima kasih atas pemberian Tuhan, maka kita dituntut pula untuk mengetahui dan memahami keberadaannya. Dengan keharusan tersebut, maka mempelajari Tauhid yang intinya membahas masalah keberadaan dan keesaan Tuhan jelaslah sebagai keharusan pula.

Tauhid merupakan masalah terpenting dalam ajaran Islam. Dia bukan hanya merupakan salah satu dasar agama, akan tetapi satu-satunya prinsip yang menjiwai seluruh ajaran dan amalan Islam, baik yang ushul (pokok)maupun yang furu’ (cabang). Inilah sentral atau pusat yang semua elemen mengkristal dititik fokus keesaan-Nya. Esa dalam zat-Nya, Esa dalam sifat-Nya, dan Esa dalam perbuatan-Nya. Setiap pelanggaran akan keesan Allah adalah sebuah kezaliman dan dosa yang besar yang dikenal dengan syirik, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni jika Dia disekutukan, tapi mengampuni selain itu, bagi yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa menyekutukan Allah sungguh telah melakukan dasa besar. (QS. Al-Nisa/4:48)

Karena itu pengenalan tentang Tuhan adalah kondisi tertinggi kemanusiaan dan kesempurnaan spiritual tertinggi yang mampu membawa manusia kepada hakekat di sisi-Nya. Bahkan kemanusiaan manusia terletak pada pengetahuannya tentang Tuhan, sebab hal itu merupakan sisi hakiki dan termurni dalam eksistensi manusia dan keberadaan manusia akan senantiasa bergantung pada keberadaan-Nya sebagai wajib al-wujud. Menurut perspektif Islam, doktin keberadaan Tuhan adalah telah final dan aksiomatik tanpa memandang segi praktis dan sosial yang ditimbulkannya dan ma’rifah (pengenalan) ketuhanan tersebut merupakan tujuan dari manusia dan kemanusiaan itu sendiri.

Untuk itulah kita semua dituntut untuk mengenal akidah Islam ini secara jelas dan gamblang serta tidak diperkenankan ikut-ikutan dalam urusan akidah. Artinya untuk menentukan akidah yang dipegang teguh haruslah berdasarkan dalil dan argumentasi yang kokoh secara akal dan didukung oleh wahyu secara naql.

Memang, Allah sebagai wujud mutlak yang tidak terbatas, maka hakikat diri-Nya tidak akan pernah dicapai, namun pemahaman tentang-Nya dapat dijangkau sehingga kita mengenal-Nya dengan pengenalan yang secara umum dapat diperoleh, malalui jejak dan tanda-tanda yang tak terhingga. Imam `Ali dalam Nahjul Balagahmenjelaskan hal ini dengan sungguh luar biasa indahnya :

“ Segala puji bagi Allah. Dia ada di dalam segala yang gaib. Segala yang terekspose atau bisa dijangkau memperlihatkan jalan kearah-Nya. Dia tidak mungkin dilihat dengan mata siapapun yang melihat, namun, mata yang tak melihat-Nya tak mungkin menafikan-Nya, sedangkan akal yang menunjukkan eksistensi-Nya tak mungkin melihat atau memahami-Nya.

“Dia sedemikian tinggi dalam kebesaran dan keagungan, sehingga tak ada yang lebih besar dan agung dari Dia, sementara dalam kedekatan, Dia sedemikian dekat sehingga tak ada yang lebih dekat dari Dia. Namun keagungan-Nya tidak membuat-Nya berjarak dengan makhluk-Nya, juga kedekatan-Nya tidak membuat makhluk-Nya setingkat dengan-Nya. Dia tidak memberikan informasi kepada akal dan kecerdasan (manusia) tentang batas-batas kualitas-Nya. Meskipun begitu, Dia tidak menghalangi akal dan kecerdasan untuk memperoleh pengetahuan fundamental atau penting tentang-Nya.

“Karena itu Dia sedemikian rupa sehingga segenap tanda atau indikasi eksistensi memperkuat eksistensi-Nya, sampai jiwa pengingkar mengimani-Nya juga. Keagungan dan kemuliaan Allah sedemikian rupa sehingga tak terlukiskan oleh mereka yang menyamakan Dia dengan sesuatu atau mereka yang mengingkari eksistensi-Nya.”

Namun, ini merupakan problema bagi seorang anak, sebab anak-anak jauh dari kemampuan memahami gambaran abstrak keberadaan wujud yang tidak dapat disaksikan seperti Tuhan, malaikat, jin, surga dan neraka. Untuk itu kita mesti dengan sadar memberikan penjelasan yang tidak menyalahi ajaran Islam disamping tidak membuat bingung anak-anak sebagai penerima penjelasan.

Penting diketahui, bahwa meskipun diakui anak merupakan makhluk spiritual, namun perlu disadari tahap perkembangan spiritual anak dalam mempersepsi objek-objek spiritualnya. Sebagai manusia dewasa, guru dan orang tua tidaklah pantas membiarkan anak mempersepsi sendiri objek-objek gaib yang ada, melainkan senantiasa membimbing mereka dengan memberikan jawaban-jawaban dan penjelasan-penjelasan yang rasional sesuai taraf perkembangan kognitif mereka. Tiga “padepokan” pendidikan yakni keluarga (informal), sekolah (formal), dan masyarakat (non formal) mestilah memperhatikan hal ini secara instens. Karenanya pendidikan yang komprehensif, bertanggungjawab, menyenangkan sekaligus mencerdaskan menjadi agenda tak tersingkirkan dalam usaha membangun sumber daya manusia yang memiliki ketangkasan akal, kematangan emosional, sekaligus kecerahan spiritual. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account