Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Wahabi dan Kekerasan Atas Nama Agama (1)

Published 22/11/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

bukuUlama-Sejagad-salafi-wahabiDi sebuah dusun terpencil bernama Di’riyyah, Najd (Nejed), Jazirah Arab, Abdul Wahab mencetuskan sebuah paham yang mengakui pengikut ahl as-Salaf, oleh pengikutnya diberi nama al-Muslimun, atau disebut juga al-Muwahhidun, yang berarti pendukung ajaran yang memurnikan ketauhidan Allah SWT. Namun, paham tersebut lebih dikenal sebagai Wahabi, istilah yang diberikan karena melihat adanya perbedaan cara yang jelas dengan Salafiyah. Pemahaman literal  Wahabi tersebut akhirnya mengeklusif dan memandang orang-orang di luar Wahabi sebagai orang kafir dan keluar dari Islam (takfirisme).

Menyebut Wahabi tidak bisa dilepaskan dari gerakan salafiyah yakni kelompok yang memahami agama sebagaimana orang terdahulu (shalafus shalih), sebagaimana yang dimaklumi Wahabi adalah sekte Islam yang kaku dan keras, sekte ini dipicu oleh pemahaman keagamaan yang mengacu kepada teks literal terhadap al-Qur’an maupun Hadist. Inilah yang menjadikan sekte Wahabi ini menjadi sangat anti tradisi, menolak tahlil, ziarah kubur, maulid Nabi Muhammad Saw, barzanji, manaqib, dan sebagainya. Gerakan Salafiyah yang paling sukses secara politik adalah gerakan Islam militan yang dikenal sebagai Wahabi, didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab ibnu Sulaiman at-Tamimi (1703-1791).

Sebagaimana dimaklumi, kaum Wahabi adalah sebuah sekte Islam yang kaku dan keras serta menjadi pengikut Muhammad Ibn Abdul Wahab, lahir pada 1703 M/1115 H di Uyainah (Najd,Saudi Arabia). Ayahnya, Abdul Wahab, adalah seorang hakim Uyainah pengikut Ahmad Ibn Hanbal, yangdalam perjalanan sejarahnya, harus diberhentikan dari jabatan hakim dan dikeluarkan dari Uyainah pada tahun 1726 M/1139 H karena ulah sang anak yang aneh dan membahayakan tersebut. Sulaiman bin Abd Wahab yang merupakan kaka dari Muhammad bin Abdul Wahab mengkritik dan menolak secara panjang lebar tentang pemikiran adik kandungnya tersebut dalam kitab as-Sawaiq al-Ilahiyah fi ar-Rad al-Wahabiyah.

Tentu saja, orang Wahabi merasa dirinya sebagai orang yang paling benar, paling muslim, paling saleh, paling mukmin dan juga paling selamat. Pemahaman keagamaan inilah yang menandakan bahwa sekte Wahabi ini tidak menggunakan standar akal dalam memahami Islam, mereka menolak filsafat, tasawuf atau irfan. Mereka lupa bahwa keselamatan yang sejati tidak ditunjukkan dengan klaim-klaim Wahabi tersebut, melainkan dengan cara beragama yang ikhlas, tulus dan tunduk sepenuhnya pada Allah Swt.

Menurut Faisal Djindan, paham Wahabi sering disebut sebagai neo-Khawarij, yaitu paham yang timbul pada awal abad lahirnya Islam, persisnya di zaman kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Ciri mencolok dari paham ini adalah penuh kesalehan dan kehati-hatian dalam melaksanakan ibadah formal, pemahaman agama secara harfiah (tekstual), dan berlaku hitam-putih dalam pemahaman keagamaan yang berakibat mudah menuduh kepada yang selain mereka sebagai “kafir”, “sesat”, “ahli bid’ah”, dan sebagainya.

Gerakan Wahabi pada awalnya adalah gerakan pemurnian (puritanisme) terhadap ajaran Islam yang mulai kehilangan elan vitalnya. Namun, pada titik tertentu, aktivis gerakan tersebut melakukan penyebaran ide dan gagasan baru tersebut dengan cara memaksakan dan mengabaikan konsep Islam yang rahmatan lil ‘alamin.Seorang pengamat dari Universitas al-Azhar, Kairo, Hasibullah Satrawi mengatakan bahwa Muhammad ibn Abdul Wahab sebagai pendiri sekte Wahabi ini menyebarkan pemikirannya dengan menggunakan tangan kekuasaan Raja Saudi yakni Ibnu Saud saat itu. Oleh karena itu paham Wahabi menjadi ajaran yang kuat dan mayoritas di Negara  Arab Saudi.

Ibnu Saud sendiri adalah seorang politikus yang cerdas yang hanya memanfaatkan dukungan Wahabi, demi untuk meraih kepentingan politiknya belaka. Ibnu Saud misalnya meminta kompensasi jaminan Ibnu Abdul Wahab agar tidak mengganggu kebiasaannya mengumpulkan upeti tahunan dari penduduk Dir’iyyah. Koalisipun dibangun secara permanen untuk meneguhkan keduanya. Jika sebelum bergabung dengan kekuasaan, Ibnu Abdul Wahab telah melakukan kekerasan dengan membid’ahkan dan mengkafirkan orang di luar mereka, maka ketika kekuasaan Ibnu Saud menopangnya, Ibnu Abdul Wahab sontak melakukan kekerasan untuk menghabisi orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account