Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Adian, Pham, dan Kekuatan Media Sosial

Published 10/11/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

the powerOleh: Putu Heri

Media sosial kembali memakan korban. Kali ini, Adian Napitupulu, politisi PDI Perjuangan yang terkena bisanya. Fotonya yang sedang tidur – namun oleh Adian diakui sebagai leyeh-leyeh, ia mendapat hujatan luar biasa. Sontak saja, pria yang biasanya selalu dipuja puji ini menjadi musuh nomor satu netizen.

Akibatnya, Adian mengaku sampai tidak berani membuka BBM dan Twitter, karena tidak mau membaca mention yang masuk. “Gua sampai enggak berani buka BBM, Tempo mau tanggung jawab enggak? Sakitnya di sini.”

Saking berangnya, Adian pun melaporkan redaksi Koran Tempo ke Dewan Pers. Menurutnya, berita tersebut telah melanggar kaidah jurnalistik. “Saya melalui kuasa hukum mengadukan Redaksi Koran Tempo atas pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dalam pemberitaan yang dimaksud di atas ini kepada Dewan Pers sesuai dengan Pasal 15 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.”

Lain Adian, lain pula kasus yang membelit Pham Van Thoai. Ia adalah seorang buruh pabrik asal Vietnam, yang berkunjung ke Singapura bersama pacarnya. Singkat cerita, ia ingin membelikan I-Phone 6 untuk pacarnya yang sedang berulang tahun, di Mobile Air, sebuah toko di Sim Lim Square Singapura. Malang tak dapat ditolak, lantaran Bahasa Inggris yang pas-pasan, ia pun ditipu oleh pihak penjual.

Pham sudah membayar sebesar 950 dolar untuk membeli iPhone 6 tersebut kepada Mobile Air. Namun ia diminta untuk membayar biaya tambahan 1.500 dolar sebagai biaya garansi. Jika dia tidak membayar biaya garansi itu, maka dia tidak bisa mendapatkan iPhone 6 tersebut.

Penjual, memanfaatkan keawaman Pham dengan memintanya menandatangani perjanjian. Namun ia tidak teliti membacanya apalagi karena Bahasa Inggris-nya tidak begitu lancar. Perlu waktu berbulan-bulan bagi Pham untuk menabung membeli iPhone 6 sebagai hadiah ulang tahun untuk pacarnya.

Pham sampai berlutut dan menangis, memohon untuk uangnya dikembalikan. Tetapi karyawan toko hanya menertawakannya. Mereka akhirnya sepakat mengembalikan separuhnya, tapi pacarnya menolak pergi tanpa mendapatkan sisa uang, dan lalu menelepon polisi.

Saat polisi tiba, staf di Mobil Air mengatakan bahwa Pham telah menandatangani perjanjian dengan mereka, dan menawarkan untuk mengembalikan dana hanya $ 70. Asosiasi Konsumen Singapura (Consumers Association of Singapore/Case) pun turun tangan, dan Pham akhirnya mendapat pengembalian dana sebesar $ 400.

“Saya akan pulang dua hari lagi, dan saya tidak ingin ada masalah, jadi saya memutuskan untuk menerima pengembalian dana secara parsial,” ujarnya.

Ketika penegak hukum tidak bisa memberikan keadilan bagi Pham, ternyata Tuhan berkehendak lain. Adalah Gabriel, seorang pengusaha warga Singapura, yang berinisiatif untuk menggalang dana dari para pengguna internet untuk membantu Pham.

Penggalangan dana itu dimulai dari tanggal 5 – 7 November 2014, terkumpul total lebih dari 15.000 dollar Singapura. Dari dana tersebut sebagian dipakai membeli sebuah IPhone 6 untuk diberikan kepada Pham, sedangkan seluruh uang sisanya hendak diberikan kepada Pham oleh Gabriel. Tetapi, ternyata Pham hanya mau menerima 550 dollar, sejumlah kerugiannya saat berbelanja di Mobile Air.

Latar belakang Pham dan sikapnya yang baik, mengundang simpatik para netizen. Sedangkan, Jover Chew, pemilik Mobile Air  harus menerima hukuman moral yang dijatuhkan oleh para netizen itu; dia di-bully dan dicerca habis-habisan di berbagai media sosial. Berbagai informasi pribadi Chew disebarkan, seperti alamat rumahnya, alamat toko-toko yang dia milikinya, berikut nomor-nomor teleponnya, sampai gambar-gambarnya yang diparodikan dalam pose setengah telanjang sedang. Akibat hukuman netizen, ia pun harus menutup tokonya.

Kekuatan Media Sosial

Masih banyak kasus lainnya yang serupa, entah itu yang untung atau malah buntung lantaran media sosial. Florence, dan MA, adalah sosok yang harus merasakan dinginya ruang tahanan lantaran media sosial. Namun di lain sisi, Joko Widodo, seorang berwajah ndeso dari kalangan biasa pun mampu menjadi orang nomor satu negeri ini, dan keberhasilannya, tak bisa dilepaskan dari peranan media sosial.

Edmund Ingham, kolumnis Forbes, bahkan menyatakan bahwa telah jelas, banyak hal yang tidak diinginkan dalam kehidupan sehari-hari, akhirnya terjadi informasi yang beredar di internet. Florence hanya ingin menumpahkan kekesalannya. Namun gara-gara ia melakukannya di Path, kehidupannya di dunia nyata pun terusik.

Pada awalnya Facebook tidaklah didesain sebagai alat pemasaran, dan YouTube semata-mata hanyalah ‘rumah’ bagi pembuat video. Namun tuntutan jaman, membuat semuanya berubah.

Baik-baiklah, di media sosial.

—-

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account