foto adian tertidur

foto adian tertidur

Jakarta, LiputanIslam.com — Adian Napitupulu, politisi PDI Perjuangan yang terkenal blak-blakan dan gahar, menjadi bulan-bulanan di jejaring sosial. Pasalnya, ia ketahuan sedang tidur nyeyak dalam sidang yang digelar oleh DPR tandingan versi Koalisi Indonsia Hebat.

Selama ini, Adian dikenal sebagai sosok yang fenomenal di organisasi ‘mahasiswa garis keras’ yang lantang berteriak di jalanan mengkritik rezim. Sebagai mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) angkatan 1991, ia adalah salah satu penggagas pendudukan Gedung MPR/DPR yang berujung jatuhnya Orde Baru.

Hal yang berbeda terlihat ketika Adian Napitupulu telah terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat melalui PDI Perjuangan. Ia yang dipercaya menjadi wakil rakyat, ternyata pulas di tengah rapat. Hingga saat ini, foto yang berasal dari Koran Tempo tersebut menjadi topik hangat di media sosial. Adian dibully habis-habisan.

“Dulu kan teriak-teriak di jalan, bukan di dalam gedung yang ber-AC. Makanya begitu sampai di gedung DPR, lupa deh kalau sedang bertugas jadi wakil rakyat,” kicau salah satu pengguna Twitter.

Saat dikonfirmasi oleh Pelita Online, Adian membantah jika dirinya tengah tidur saat sidang paripurna di DPR.

“Secara faktual emang saya merem, gimana mau ngebantahnya? Masa harus melek terus. Tapi itu bukan tidur, cuma merem. Kalau kata orang Jawa itu leyeh-leyeh,” bantah Adian, (6/11/2014).

“Kita luruskan masalah waktu terjadinya peristiwa. Bahwa foto yang diambil itu bukan diambil saat siang hari tapi saat hari masih dapat dikategorikan pagi, yaitu sekitar pukul 10 pagi. Foto tersebut saya perkirakan diambil saat rapat paripurna baru berlangsung sekitar 15 – 30 menit. Artinya, masih diawal sidang paripurna bukan di tengah atau akhir,” ungkapnya lagi.

Adian menceritakan, pada menit pertama rapat dimulai, ia duduk dibelakang. Akan tetapi ketika absensi fisik kehadiran dilakukan, ia mengaku pindah ke kursi lebih depan.

“Saya duduk di kursi sebagaimana ada dalam foto itu, tidaklah lama yaitu sekitar 15 menit. Menit berikutnya saya kembali pindah ke kursi semula,” ungkapnya.

Kemudian, pada jam 10 pagi, ia melanjutkan, umumnya tubuh manusia sedang dalam keadaan bugar, apalagi saat rapat baru dimulai sekitar  30 menit.

“Jadi, tidur disaat rapat baru dimulai, terlebih lagi saat hari masih dikategorikan pagi, tentu sesuatu yang sulit diterima logika,” tegasnya.

“Saya menyesalkan kesimpulan tendensius dari media bersangkutan yang mengenelarisir bahwa tutup mata sudah pasti tidur. Bila cara mengambil kesimpulan seperti itu dipertahankan maka media tersebut sedang mempertaruhkan profesionalisme dan kredibilitas jurnalismenya,” papar Adian.

Seperti diketahui, DPR, sering dikritik karena lembaga eksekutif ini dinilai tidak benar-benar memperjuangkan rakyat. Anggota DPR yang tidur, ataupun mengamuk saat sidang, sering menjadi cemoohan masyarakat. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL