Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Wacana Tafsir Indonesia: Perempuan Tercipta dari Tulang Rusuk Laki-Laki?(1)

Published 04/09/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

tulang-rusuk-priaBicara soal posisi perempuan, kita akan diarahkan lebih dulu untuk melihat pandangan Alquran tentang asal kejadiannya. Sebab, dari arah inilah klaim-klaim, baik yang bernada positif atau negatif, tentang perempuan muncul.

Secara kronologis, asal usul kejadian manusia tidak dijelaskan oleh Alquran. Cerita penciptaan manusia, banyak diketahui melalui hadits, kisah isra’iliyat, dan riwayat yang bersumber dari kitab Taurat, Injil, dan Talmud. Substansi asal usul kejadian Adam dan Hawa juga tidak dibedakan secara tegas. Memang, ada isyarat bahwa Adam diciptakan dari tanah kemudian dari tulang rusuk Adam ini diciptakan Hawa, namun isyarat ini diperoleh dari hadits. Kata Hawa yang selama ini dipersepsikan sebagai perempuan yang menjadi istri Adam, sama sekali tidak pernah disinggung dalam Alquran. Bahkan, klaim bahwa Adam sebagai manusia pertama dan berjenis kelamin laki-laki masih dipertanyakan oleh beberapa kalangan.

Satu-satunya ayat yang mengisyaratkan soal ini adalah QS. An-Nisa’:1. Kata kunci yang menjadi sumber analisis dalam ayat ini yang kemudian melahirkan perdebatan adalah kalimat: (1) nafs wahidah (diri yang satu); (2) objek yang ditunjuk dengan kata ganti minha (darinya), dan; (3) apa yang dimaksud dengan kata : zaujaha (pasangan).

Para mufassir, setidaknya terpecah dalam dua pemahaman. Pertama, seperti dapat dilihat dalam tafsir Al-Qurtubi, tafsir Ibnu Katsir, tafsir ruh Al-Bayan, tafsir Al-Kasysyaf, tafsir Jami’ Al-Bayan, dan tafsir Al-Maraghi, manafsirkan kata: nafs wahidah dengan “Adam”, kata ganti: minha dengan “dari bagian tubuh Adam”, dan kata zaujaha dengan “Hawa”. Alasan mereka adalah karena adanya hadits yang mengisyaratkan bahwa perempuan (Hawa) diciptakan dari Adam, “Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, jika kalian mencoba meluruskannya dia akan patah. Tetapi jika kalian membiarkannya, maka kalian akan mematikannya dengan tetap dalam keadaan bengkok”.

Kedua, memahami asal usul kejadian perempuan bukan dari tulang rusuk Adam, tapi dari jenis (jins) Adam. Ar-Razi termasuk kedalam kelompok ini. dengan mengutip pendapat Abu Muslim Al-Isfahani, dia mengatakan bahwa kata ganti: ha, pada kata minha dalam ayat diatas, bukan bagian tubuh Adam, tetapi “dari jenis” Adam. Dia membandingkan pendapatnya ini dengan menganalisis kata nafs yang digunakan dalam Q.S. An-Nahl:78, Ali Imran:164, dan At-Taubah:128.

Muhammad Abduh, dengan logika yang berbeda, juga termasuk kedalam kelompok ini. dalam Al-Manar, dia mengemukakan alas anberikut. Ayat itu diawali kata ya ayyuhannas (wahai sekalian manusia). Ini berarti ditujukan kepada seluruh manusia. Bagaimana mungkin itu dikatakan Adam, sementara Adam tidak populer dan tidak diakui keberadaannya oleh semua ummat manusia sebagai manusia pertama. Oleh karena itu, menurutnya, pengertian min nafs wahidah dalam ayat ini, mestinya yang dapat diakui secara universal.

Kemudian, bila memang yang dimaksud adalah Adam, mengapat menggunakan bentuk nakirah pada kata rijal, bukan bentuk ma’rifah: ar-rijal wa an-nisa’. Dengan mengutip pendapat para filosof, Abduh lalu menganggap kata nafs mempunyai arti yang sama dengan kata ruh yaitu sesuatu yang berupa nonmateri. Ini artinya nafs tidak bisa diartikan Adam yang berkonotasi materi. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account