Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Makna Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

Published 28/08/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

“Tidak ada paksaan dalam hal agama, sungguh telah jelas yang mana yang lurus dan yang mana yang menyimpang. maka barangsiapa yang mengkafiri taghut dan beriman kepada Allah, sungguh telah berpegang kepada tali yang kuat yang tidak akan putus”

(Q.S. al-baqarah ayat 256)

kebebasan 4Dalam Islam kita diberi kebebasan dalam berfikir dan memilih yang terbaik bagi diri kita berikut konsekuensinya. Kebebasan manusia dalam berfikir dan beraqidah sangat dihargai. Para Rasul diutus Allah tidak lain hanyalah sebagai penyampai kebenaran, mengenai diterima atau ditolaknya seruan para Penyampai kebenaran tersebut- tergantung kepada para pendakwahnya. Dalam Alquran juga disebutkan : “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah pemberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka”. (QS al-A-ghaasyiyah: 21-22).

Dalam dakwahnya kepada kalangan musyrikin Quraisy maupun bangsa Arab pada umumnya, Rasulullah saw tidak pernah menggunakan cara-cara yang bersifat memaksa, mengancam maupun membujuk agar orang memilih Islam. Melainkan dengan akhlak beliau yang agung, dengan kelembutan jiwa, dan argumentasi yang logis serta seruan yang bijaksana.Beliau tampil dengan keteladanan yang sempurna, sehingga dalam Islam mereka menemukan kebebasan yang sejati.

Sebaliknya kebebasan beragama yang digaungkan oleh Barat sebenarnya hayalah kamuflase belaka. Isu kebebasan beragama yang mereka hembuskan hanyalah sarana manipulasi yang digunakan untuk membenarkan ketidakberagamaan. Sebab, orang yang tidak beragama bahkan jauh dari nilai-nilai masyarakat yag dibenarkan oleh agama mendapat tempat setara dengan yang beragama dalam medakwahkan misi mereka di ruang-ruang publik.

Bila mereka memakai kebebasan beragama sebagai memberi keleluasaan bagi setiap orang, muslim maupun non muslim, teis atau ateis, di tengah-tengah masyarakat dalam berinteraksi sesama mereka dan dengan umat beragama atau umat Islam, maka hal itu bisa kita saksikan aturan dan feomenanya dalam Piagam Madinah yang disusun konsepnya oleh Rasulullah saw pada abad ke-7. Itulah konstitusi tertulis yang pertama di dunia, berabad-abad mendahului Deklarasi tentang Hak-hak Asasi Manusia yang dirumuskan oleh PBB.

Sedangkan jika kebebasan beragama dimaknai sebagai membenarkan semua agama atau menyamakan semua agama, maka itu adalah pendapat yang sangat keliru sekali. Dengan mudah kita akan melihat bahwa agama itu berbeda, dan setiap agama memang memiliki klaim kebenaran dan keselamatan bagi penganutnya. Kita memang harus menghormati setiap agama, tetapi tidak mungkin membenarkan semua agama dalam segala aspeknya padahal antara satu agama dan lainnya saling bertentangan.

Begitu pula, tidak tepat jika kebebasan beragama dimaknai sebagai bebas untuk berpindah-pindah agama. Sebab, hal itu lebih pada megedepakan hasrat selera keberagamaan daripada argumetasi dan bukti. Beragama ada pilihan, tidak eragama juga pilihan. Beragama Islam adalah pilihan, begitu pula dengan beragama Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, Zoroaster, Konghucu, dan lainnya. Namun, memilih agama bukanlah memilih makanan yang hanya disesuaikan dengan selera si penikmat, tetapi melupakan efek-efek yang ditimbulkan dan bahaya makanan. Memilih agama adalah memilih dengan berdasarkan argumentasi dan bukti, bahaya dan keselamatan, kebenaran dan kesalahan dengan analisa yag baik. Bukan coba-coba, sehingga sebentar di agama ini, kemudian ke agama itu, dan berikutnya ke agama sana, sini, dan situ. Berpindah-pindah agama dengan cara seperti itu adalah pelecehan terhadap agama itu sendiri. Apalagi hasil dari cara-cara seperti itu, hanyalah campur aduk ragam ajaran agama-agama.Hal itu tidak dapat disebut sebagai agama, tetapi lebih tepat sebagai gado-gado.

Kebebasan beragama semestinya adalah kita bebas dalam menentukan pilihan untuk memeluk agama yang akan kita yakini dan jadikan sebagai jalan hidup. Juga bebas menjalankan pelaksanaan tradisi dan tatacara dalam ibadah ritual menurut keyakinannya tadi tapa tekanan da paksaaan dari pihak manapun. Juga diberi kebebasan dalam mendakwahkan apa yang diyakininya tadi degan kejujuran ilmiah, dan menjaga batasan-batasan norma yang ada, serta menghormati keyakinan, tradisi dan tatacara bagi mereka yang berbeda dengan kita. Kita tidak perlu seperti kelompok takfiri yang degan mudah menuding dan menuduh mereka yang mencari jalan keselamatan dunia akhirat sebagai orang yang sesat, kafir, musyrik dan sebutan jelek lainnya. Kita harus erpegang pada prinsip, “setiap orang akan memetik hasil dari apa yang diusahakannya”. (hd/liputaislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account