Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Hak Tuhan, Hak Hamba, dan Hak antara Tuhan dan Hamba

Published 13/08/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Hamba AllahSalman ra, berkata, “Ketika menciptakan Adam as, Allah swt berfirman, ‘Aku memiliki hak, kamu memiliki hak, dan antara Aku dan kamu ada hak. Adapun yang menjadi hak-Ku adalah engkau menyembah-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun. Adapun yang menjadi hakmu adalah amalan yang engkau lakukan akan Aku balas dan Aku ampuni karena Aku adalah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Adapun hak antara Aku dan kamu adalah kamu berhak meminta dan berdoa, sedangkan Aku mengabulkan dan memberi.” (Imam Ahmad bin Hanbal, Kitab al-Zuhd, hal. 79)

Riwayat di atas menunjukkan tiga jenis hak, yakni hak Tuhan terhadap hamba, hak hamba terhadap Tuhan, dan hak antara Tuhan dan hamba.

Pertama, Hak Tuhan terhadap hamba adalah disembah dan tidak dipersekutukan. Hak ini terdapat dalam ayat yang selalu kita ulang-ulang, “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan” (Q.S. al-Fatihah : 5). Begitu pula dalam Q.S. al-Anbiya : 25 Allah berfirman, “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah aku.” Pengesaan dan penyembahan adalah hal yang sangat prinsip di dalam ajaran Islam, sehingga adakalanya kalimat tauhid laa ilaha illallah (tiada tuhan selain Allah) berarti laa ma’bud illa Allah, tidak ada yang patut disembah kecuali Allah. Bahkan, hal ini merupakan ajaran seluruh agama-agama, “Katakanlah, ‘Hai ahli kitab, marilah kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu apa pun…” (Q.S. Ali Imran: 64).

Karena itulah, penyembahan adalah tujuan penciptaan manusia sebagaimana disebutkan Alquran, “Dan tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku” (Q.S. al-Dzariyat: 56). Karena merupakan tujuan penciptan, maka tentu saja penyembahan itu merupakan suatu hal yang selaras dengan fitrah manusia. Maksudnya, penyembahan merupakan satu-satunya jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan meraih kesempurnaan insani. Karena itu, Penyembahan kepada selain Allah adalah pelanggaran atas fitrah manusia, kehinaan, serta merupakan dosa dan kezaliman yang besar.

Kedua, Hak hamba terhadap Tuhan adalah mendapatkan ganjaran dan pegampunan.Tentu saja, istilah hak di sini tidak bisa disamakan dengan poin pertama. Sebab, tentu saja istilah “hak” di sini tidak bisa dilawankan dengan kewajiban syar’i, yag berarti Tuhan “berdosa” jika tidak melaksanakannya. Tetapi hal ini lebih pada prinsip keadilan, yang mana Allah swt dengan keadilan-Nya akan memberikan ganjaran kepada  siapa yang beramal saleh dan menghukum siapa yang berbuat maksiat.

Begitu pula, secara hakiki kita tak memiliki hak di hadapan Tuhan. Sebab pada dasarnya ibadah yang diperintahkan Allah swt tak lain merupakan sarana untuk menyempurnakan manusia. Secara fitrah setiap manusia menginginkan kesempurnaan bagi dirinya, dan mengejar kesempurnaan itu sesuai dengan potensi dan kemampuannya masing-masing. Dalam Islam, kesempurnaan manusia terletak pada kedekatanya di sisi Allah swt, yakni ketakwaan, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa”. Untuk meraih itu tentu harus dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya. Di sinilah, Allah dengan keadilan dan kebijaksanaan-Nya mengirim para Nabi untuk mengajarkan kepada manusia cara beribadah dan melaksanakan hukum-hukum ilahi. Jadi, peribadatan dan hukum-hukum agama adalah pertologan ilahi kepada manusia untuk mengantarkan manusia pada kesempurnaannya secara benar. Lalu, layakkah kita menuntut lagi balasan atas ibadah-ibadah kita, padahal seluruh ibadah itu semuanya adalah bantuan Tuhan kepada kita?

Ketiga, hak antara Tuhan dan hamba, adalah doa dan pegabulannya.Hak jenis ketiga ini adalah hak timbal balik. Manusia berdoa, Tuhan mengabulkan. Namun, adakalanya manusia kecewa karena menganggap doanya tidak dikabulkan Tuhan. Apakah ini berarti Tuhan ingkar janji? Tentu tidak! Mustahil Tuhan mengingkari janji yang dibuat-Nya. Tetapi yag terjadilah adalah, setiap pengabulan doa memiliki syarat dan ketentuan atau prosedurnya sendiri. Seseorang bertanya kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib, bukankah  Allah berfirman ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Q.S. al-Mukmin: 60), lalu mengapa ketika kami berdoa, tetapi tidak dikabulkan? Sayidina Ali menjawab, “Sebab hati kamu keliru dalam delapan hal: (1). Engkau mengenal Allah, tetapi tidak memenuhi hak-Nya; (2). Engkau beriman kepada Rasul-Nya, tetapi menentang sunnahnya; (3). Engkau membaca kitab-Nya, tetapi tidak beramal dengannya; (4). Engkau takut kepada neraka, tetapi selalu berbuat dosa yang mendekatkanmu kepadanya; (5). Engkau ingin masuk surga, tetapi banyak berbuat maksiat yang menjauhkanmu darinya; (6). Engkau makan rezeki-Nya, tetapi tidak mensyukurinya; (7). Engkau menyatakan memusuhi setan, tetapi menjadi temannya; (8). Engkau melihat kesalahan orang lain, dan melupakan dosamu sendiri. Maka bagaimana mungkin Allah mengabulkan doamu, sementara engkau sendiri menutup pintu pegabulannya. Karenanya, berkatakwalah kepada Allah dan tingkatkan amal ibadah, sucikan niat dan laksanakan amar ma’ruf nahi munkar, barulah Allah mengabulkan doa-doa kita.

Jadi, kalau mau doa kita dikabulkan, perhatikanlah kedelapan hal tersbut. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account