Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Hikmah Ramadhan (27) : Rezeki Nomplok di Hari Lebaran

Published 25/07/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakala orang-orang yang shalat. Yaitu orang yang lali terhadap salatnya. Yang berbuat riya. Dan enggan memberikan bantuan (bahkan) dengan barang berguna.”

(Q.S. al-Maun : 1-7)

yatim 2Sebentar lagi kita berlebaran, kita sibuk memilihkan pakaian baru, kopiah baru, dan sepatu baru untuk anak-anak kita. Kita siapkan makanan yang enak-enak untuk menyambut Hari Raya, bahkan tak jarang makanan itu terlalu berlebihan sehingga adakalanya terbuang percuma. Kita dan anak-anak kita tertawa riang gembira. Namun, adakah kita memperhatikan sekeliling kita. Melihat anak-anak tetangga kita, apakah anak-anak itu punya baju dan sepatu baru seperti anak-anak kita? Apakah mereka punya makanan enak seperti makanan kita?

Lihatlah ke jalanan, anak-anak masih bertebaran, masih menggoncang-goncangkan kaleng rombengan, dengan wajah penuh kedukaan, bernyanyi dengan suara sedih yang menyayat hati, karena dihimpit beragam penderitaan, mengharapkan lemparan uang recehan. Boleh jadi mereka adalah anak-anak yatim yang mendambakan kasih sayang ayah-ibunya. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? Rasulullah saw berpesan, gembirakanlah mereka dengan rezeki yang tak terduga, sebab Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan seorang dari umatku agar ia gembira karenanya, maka sesungguhnya orang itu telah membuatku gembira. Dan siapa yang membuatku gembira, ia telah membuat Allah gembira. Dan barangsiapa menggembirakan-Nya, akan dimasukkan ke surga.” (H.R. Baihaqi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya para ahli ibadah (abdal) dari umatku tidak akan masuk surga karena amal ibadahnya, tetapi karena rahmat Allah, dan karena kedermawanan, kebesaran jiwa, serta belas kasihnya kepada semua kaum muslimin.” (H.R. Ibnu Abi Dunya)

Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik rumah ( di antara) rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jeleknya rumah (di antara) kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan tidak baik. Aku dan orang yang memelihara anak yatim di dalam surga adalah seperti ini! Beliau mengisyaratkan dengan dua jarinya.” (Kanz al-Ummal jilid II, hal. 35)

Pada suatu hari raya Rasulullah saw keluar untuk menunaikan shalat Id. Di pertengahan jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang bermain dengan gembira. Mereka memakai baju dan sandal baru yang mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada seorang anak yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya compang-camping dan kakinya tidak bersandal. Rasulullah saw mendekatinya, mengusap-usap kepala anak tersebut dan mendekapnya ke dada beliau, “Mengapa engkau menangis, nak? Tanya Rasulullah saw.

Tanpa mengetahui siapa yang sedang memeluknya, anak tersebut menjawab, “Biarkanlah aku sendirian. Ayahku gugur dalam peperangan bersama Nabi saw. Lalu ibuku menikah lagi, dan hartaku habis dimakan suami ibuku. Sekarang aku diusir dari rumah. Pada lebaran ini, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih melihat teman-temanku bermain dengan riangnya.”

Nabi saw lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah engkau bila aku menjadi ayahmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?”

Anak itu baru sadar dengan siapa dia berbicara. Maka langsung ia berkata, “Mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” Kemudian, Rasulullah saw pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan diberikan kepadanya pakaian yang indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan. Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain bersama kawan-kawanya yang lain, sambil tertawa-tawa kegirangan.

Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menangis, mengapa sekarang bergembira?” Anak itu menjawab, “Tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak punya pakaian sekarang aku mempunyainya. Tadi aku tak punya ayah, sekarang ayahku Rasulullah saw dan ibuku Aisyah ra.” Mendengar hal itu, anak-anak lainnya berkomentar, “Wah, andaikan ayah kita gugur dalam perang.” (al-Hufiy, Min Akhlaq an-Nabi saw, hal. 107). Inilah rezeki nomplok di hari lebaran yang dihadiahkan Nabi saw kepada seorang anak yatim jalanan. Semoga kita bisa meniru akhlak Nabi saw di lebaran ini. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account