Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Hikmah Ramadhan (22) : Kapan Lailatul Qadar Terjadi?

Published 20/07/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

lailatul qadarPertanyaan ini adalah pertanyaan kita semua. Para ulama berbeda pendapat, tetapi umumya menyebutkan agar mencarinya disepuluh malam terakhir ramadhan. Tentu saja, dirahasiakannya lailatul qadar ini memiliki hikmah agar orang beriman tetap menjaga ibadahnya dengan tulus di setiap malamnya. Akan tetapi, dibalik selubung misterinya, ternyata Rasulullah saw dan keluarga dekatnya memberikan informasi seputar rahasia terjadinya lailatul qadar.

Jalaluddin as-Syuyuthi di dalam kitab tafsirnya ad-Dur al-Mantsur jilid 8, saat menafsirkan Q.S. al-Qadr, meriwayatkan banyak hadis tentang waktu terjadinya peristiwa lailatul qadar. Diriwayatkan dari Aisyah ra, “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir ramadhan.” Ibnu Abi Sayibah, Ibnu Jarir, Muhammad bin Nashr, dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan, “Carilah lailatul qadar di sepuluh terakhir.” Faltan bin Ashim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Di sepuluh terakhir, pada malam-malam ganjil, terdapat lailatul qadar.” Begitu pula diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ubadah bin Shamit, dan Abu Dzar.

Abu Said al-Khudri meriwayatkab bahwa Rasulullah saw ditanya tentang lailatul qadar, maka beliau menjawab, “Sepuluh hari terakhir, setelah lewat 22 hari dan tersisa tujuh hari, maka carilah lailatul qadar di tujuh hari terakhir tersebut.” Abdullah bin Unais, “Lailatul qadar terjadi pada malam ke-23”. Ibnu Mas’ud, “sebelas malam yang tersisa dari akhir ramadhan (malam ke-19), pada malam ke-21 atau ke-23.” Riwayat-riwayat lainnya menjelaskan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-21, ke-23, ke-25 dan ke-27.

As-Syuyuthi juga tentang perdebatan yang terjadi di kalangan sahabat tentang lailatul qadar. Diriwayatkan dengan beberapa redaksi dari Abdurrazaq, Ibnu Rahawaih, Muhammad bin Nashr, at-Thabrani, al-Baihaqi, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa Khalifah Umar bin Khattab ra, dimasa memerintah mengumpulkan para sahabat untuk membahas tentang terjadinya lailatul qadar. Para sahabat menyebutkan lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir. Adapun Ibnu Abbas berkata bahwa lailatul qadar terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka Umar berkata, “Darimana engkau mengetahui hal itu?”. Ibnu Abbas menjawab, “Allah menciptakan tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi, menjadikan tujuh hari dalam seminggu, menciptakan manusia dalam tujuh tahapan, dan memberi makan dari tujuh jenis tumbuhan, menjadikan tujuh anggota sujud, thawaf tujuh kali di Baitullah, dan melempar jumrah tujuh kali.” Lalu Umar bertanya kepada Ibnu Abbas tentang tujuh jenis nikmat makanan. Maka Ibnu Abbas menjawab, “Allah memberikan nikmat melalui tujuh jenis tumbuhan sebagaiman disebutkan Alquran, “Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran,zaitun dan pohon kurma,kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, sebagai nikmat bagimu untuk dinikmati dan untuk binatang-binatang ternakmu” (Q.S. Abasa: 27-32)

Dalam riwayat lainnya Ibnu Abbas ra ditanya oleh Khalifah Umar ra tentang lailatul qadar, maka beliau menjawab:  “Hanya Allah yang Maha Tahu, Alahu a’lam”. Umar berkata, “Kami tahu bahwa hanya Allah yang Maha Tahu, tetapi aku bertanya tentang pengetahuanmu.”Maka Ibnu Abbas pun berkata, “Sesungguhnya Allah ganjil dan mencintai yang ganjil. Ia menciptakan tujuh lapis langit, menjadikan tujuh hari dalam seminggu, menetapkan thawaf sebanyak tujuh kali, sa’i antara Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali, melempar jumrah tujuh kali, begitu pula menciptakan manusia dalam tujuh tahapan, dan memberikan rezeki dari tujuh jenis tumbuhan.

Khalifah Umar heran dan berkata, “Bagaimana Allah menciptakan manusia melalui tujuh tahap dan menjadikan rezekinya dari tujuh macam? Engkau memahami apa yang aku belum memahaminya.”

Ibnu Abbas ra menjelaskan, “Allah meyebutkan tujuh tahap penciptaan manusia dalam firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan dia air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci-lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”(Q.S. al-Mukminun : 12-14)

Sedangkan Allah memberikan rezeki melalui tujuh jenis tumbuhan sebagaiman disebutkan Alquran, “Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran,zaitun dan pohon kurma,kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, sebagai nikmat bagimu untuk dinikmati dan untuk binatang-binatang ternakmu” (Q.S. Abasa: 27-32)

Setelah menjelaskan hal itu, Ibnu Abbas kemudian berkata, “Aku berpendapat terjadinya lailatul qadar adalah malam ke-23, karena bulan tersisa tujuh hari lagi, wallahu a’lam.”

Terlepas dari beragam pendapat yang ada, tugas kita tiada lain adalah terus menghidupkan malam-malam ramadhan, terutama sepuluh malam terakhir ini sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah saw lebih giat beribadah bahkan beri’tikaf di Masjid pada malam-malam terkahir ramdhan. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menggapai  ailatul qadar.  (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account