Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Abu Thalib Pemilik Cinta (3)

Published 02/02/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

abu thalib

liputanislam.com — Kaum Quraisy marah karena Nabi Muhammad Saw mencela berhala mereka, yang biasa mereka sembah. Merekapun mengadukan hal ini kepada Abu Thalib.

“Wahai Abu Thalib, anak saudaramu telah mencela tuhan – tuhan kami, menghina agama kami, menganggap bodoh akal kami, dan memandang sesat bapak- bapak kami. Apakah engkau menghentikan dia atau menyerahkannya kepada kami, karena engkau berbeda pandangan dengan apa yang kami lakukan. Oleh karena itu, kami memandang engkau dapat memperingatkannya.”

Abu Thalib bersikap lembut kepada mereka dan menjawab dengan kata – kata halus sehingga mereka beranjak meninggalkannya. Sementara itu, Rasul terus menyebarkan dakwahnya dan menampakkan agama Allah

Karena mereka tidak mendapat tanggapan atas yang mereka adukan, hasil yang diharap tidak kunjung tiba, dan tujuan tidak tercapai, mereka sepakat untuk mendatangi Abu Thalib lagi.

“Wahai Abu Thalib, engkau adalah orang yang dituakan, orang yang dimuliakan, dan memiliki kedudukan di tengah kami. Kami telah memintamu menahan anak saudaramu, tetapi engkau tidak menghentikannya. Demi Allah, kami tidak lagi dapat bersabar terhadap masalah ini, karena bapak -bapak kami telah dicaci maki, akal kami telah diremehkan, dan tuhan- tuhan kami dicela hingga engkau menghentikannya atau kami sendiri yang menghadapi dirinya dan sekaligus dirimu, sehingga salah satu dari kedua kelompok itu binasa.”

Abu Thalib berdiri di antara dua arus yang deras ini. Masing- masing memiliki kepentingan dan kekuatan yang sama. Oleh karena itu, ia merasa takut untuk menyatakan peperangan yang sengit dengan kaumnya yang hanya akan membinasakan orang tua dan anak- anak. Di sisi lain, ia dapat menelantarkan risalah langit, padahal ia telah berjanji untuk membelanya. Ia pun tidak dapat membiarkan anak saudaranya, yaitu utusan langit, sementara ia memiliki hak darinya berdasarkan wasiat ayahnya yang ia sampaikan pada akhir hayatnya

Ia menegarkan hatinya dan menguatkan tekadnya. Lalu, ia memanggil anak saudaranya dan menyampaikan pesan utusan Quraisy kepadanya seraya ingin tahu, melalui pembicaraan ini, sejauh mana tekad dan kesungguhan anak saudaranya itu dalam dakwahnya ini. Kemudian ia melanjutkan; “Kasihanilah aku dan dirimu! Jangan bebani aku dengan perkara yang tidak mampu aku pikul!”

Rasul menjawab,

“Wahai pamanku, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan tugas ini sehingga Allah memenangkannya atau aku binasa karenanya, maka aku tidak akan meninggalkannya!”

Abu Thalib menajamkan pandangannya, lalu ia merasa gembira. Tekadnya menguat lagi. Ia telah mengalahkan arus deras ini sehingga ia harus membelanya. Ia lebih mengutamakan pembelaan terhadap agama ini dan perlindungan kepada Rasul, bahkan kalaupun pembelaan dan perlindungan tersebut mendatangkan permusuhan dari kaum Quraisy seluruhnya, bahkan jika dari bangsa Arab semuanya.

Ia harus berjuang dan tidak merendah selama kehendak langit menganugerahinya limpahan karunia untuk menolongnya, lalu memilihnya menjadi benteng dan gua, pengasuh dan pemelihara, sejak hari pertama kehidupan Rasul dan pada awal terbitnya fajar risalah Islam.

“Pergilah, hai anak saudaraku! Sampaikanlah apa yang ingin kau katakan. Demi Allah, aku tidak akan menyerahkanmu pada sesuatu apapun selama – lamanya!”

Kemudian, ia berbisik kepadanya sambil membaca bait – bait syair berikut:

Demi Allah, mereka semua tidak akan menyentuhmu

Hingga aku terkubur berkalang tanah

Jalankan tugasmu, dan jangan merendah

Sampaikan tugas itu dan sejuklah matamu

 

Kau seru aku, dan ku tahu, kau menasehatiku

Kau benar, karenanya kau aman

Kutahu bahwa agama Muhammad

Sebaik- baik agama bagi umat manusia

 

Dikutip dari buku Abu Thalib Mukmin Quraisy karya Abdullah al-Khanizi

(liputanislam.com/AF)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account