Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Pertaruhan Berbahaya Rezim Dinasti Bahrain dalam Normalisasi Hubungan dengan Israel

Published 14/09/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Bahrain akhirnya menyusul Uni Emirat Arab (UEA) dan menjadi negara Teluk kedua yang akan masuk ke dalam apa yang disebut “perjanjian damai” dengan Rezim Zionis Israel, penjajah Palestina. Dengan demikian rezim Bahrain turut masuk ke dalam kubu Israel, berlawanan dengan rakyat serta lembaga-lembaga konstitusionalnya, dan memisahkan diri aspirasi bangsa alestina dan bahkan bangsa-bangsa Arab dan Muslim.

Perjanjian itu pada dasarnya bukanlah perjanjian damai, melainkan kompromi berbalas perlindungan serta kebergabungan dengan aliansi militer dan keamanan strategis di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ternobatkan sebagai pemimpin Teluk dan Semenanjung Arab. Perjanjian itu berarti keberpaling dari prinsip bangsa-bangsa Arab dan umat Islam.

Rezim dinasti Al-Khalifa di Bahrain tidak hanya turut menikam Palestina dari belakang, seperti dikatakan oleh para pemimpin Palestina, melainkan juga mengkhianati rakyatnya sendiri. Padahal sebelumnya, ketika mengomentari perjanjian UEA dengan Israel, rezim itu mengaku konsisten kepada Inisiatif Perdamaian Arab dan berdirinya negara Palestina merdeka beribu kota Al-Quds (Yerussalem).

Parahnya lagi, kabar keputusan Bahrain itu didengar oleh rakyatnya bukan dari Manama sendiri, melainkan dari Washington dan Tel Aviv, yang menandakan betapa hinanya rezim itu dalam pengambilan keputusan tersebut.

Rezim dinasti di Bahrain serta beberapa negara Arab Teluk lain yang selama ini mengalami Iranfobia beranggapan bahwa perjanjian itu akan membuat mereka lebih aman. Padahal sebaliknya, sebab alih-alih mengamankan negara-negara lain, Israel sendiri tak sanggup menjamin keamanan bagi dirinya. Fakta menyatakan bahwa Israel tak setangguh apa yang dipropagandakan. Pasukan Zionis telah terusir secara memalukan dari Libanon selatan dan Jalur Gaza serta menelantarkan para anteknya yang semula gigih bersekongkol dengannya.

Rezim dinasti Bahrain selama ini mengalami ketakutan terhadap Iran sehingga kemudian berani mengambil resiko terjebak ke dalam perangkap Israel dan AS. Padahal, seandainyapun memang ada bahaya dari Iran bagi rezim Bahrain maka bahaya justru semakin membesar ketika Manama bergandeng tangan dengan Tel Aviv.

Sebab, keputusan untuk bersekutu dengan Israel itu membuat kelompok-kelompok oposisi Bahran semakin menemukan kredibilitasnya dalam memperjuangkan aspirasi keadilan, demokrasi, dan partisipasi dalam pemerintahan di saat negara ini berpotensi menjadi arena perang melawan Iran, yang bisa jadi akan berkobar di masa mendatang.

Masuknya rezim Bahrain dan UEA ke dalam aliansi baru yang digalang AS dan Israel membuat semua fasilitas infrastruktur keduanya berpotensi menjadi sasaran empuk gempuran Iran jika terjadi perang, apalagi letak negara seperti Bahrain hanyalah sekian ratus kilometer dari Iran di pesisir utara Teluk Persia.

Tindakan Bahrain dan UEA merupakan pertaruhan berbahaya yang menjadi bingkisan dan bekal hadiah bagi Presiden AS Donald Trump untuk mendokrak popularitasnya dalam pertarungan pemilu presiden yang akan berlangsung kurang dari dua bulan lagi, di saat elektabilitas lawannya, Joe Bidang, unggul 10 poin.

Dan yang lebih krusial lagi ialah realitas bahwa mayoritas rakyat Bahrain dengan berbagai mazhabnya bersatu menolak normalisasi hubungan negara ini dengan rezim perampas Quds, dan menegaskan solidaritas dan kebersamaan dengan saudara-saudara mereka bangsa Palestina yang berjuang untuk merebut kembali tanah airnya dari cengkraman kaum Zionis. Akan ada saatnya suatu rezim monarki akan runtuh jika terus menerus dan semakin bertolak belakang dengan aspirasi rakyatnya. (mm)

Baca juga:

Iran dan Turki Menentang Perjanjian Bahrain dengan Israel, Mesir Mendukung

Para Pejabat Pelestina Sebut Normalisasi Israel-Bahrain Tikaman Baru dari Belakang

Saudi dan UEA Sogok Palestina agar Setujui Normalisasi dengan Israel

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account