Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Mengapa Jihadi-Takfiri Mengancam Demokrasi Indonesia

Published 19/05/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Syeikh Al Assir, salah satu ulama takfiri
Syeikh Al Assir, salah satu ulama takfiri

Tulisan ini adalah tanggapan untuk tulisan Ustadz Fuad al-Hazini (Majelis Syariah JAT)

Istvan Meszaros (1989) mengatakan bahwa suatu hal yang jelas di dalam masyarakat kita adalah bahwa semua hal telah ‘tercelup ideologi’ baik kita sadari atau tidak. Ideologi adalah serangkaian preferensi yang dimiliki bersama oleh komunitas politik. Ideologi secara umum mengandung serangkaian pemikiran, keyakinan dan tindakan yang dimiliki secara bersama oleh suatu komunitas. Ideologi biasanya diawali dengan pandangan dunia (world view), yakni bagaimana seseorang atau komunitas tersebut menggambarkan dunia dalam benak mereka. Tentu saja, gambaran dunia itu di susun oleh elite intelektualnya yang kemudian ditransfer kepada para anggotanya. Karena itu, ideologi bersifat socially shared yang terbentuk melalui proses sosial yang penyebarannya melalui bahasa lisan maupun tulisan, yang dengannya orang memberi makna pada realitas sosial tertentu.

Beberapa waktu yang lalu, situs Arrahmah.com menurunkan artikel singkat tentang Fakta Gerakan Jihadi di Indoensia, yang ditulis Ustadz Fuad al-Hazini dari Majelis Syariah Ansharut Tauhid. Melihat kedudukan Ustadz Fuad al-Hazini tersebut, maka jelas bahwa beliau termasuk kalangan elit intelektual yang bertugas mentransfer pemahaman kepada anggotanya untuk menggambarkan realitas tertentu, yang dalam hal ini, ideologi dan realitas gerakan jihadi di Indonesia. Untuk itu patut mendapat perhatian semestinya.

Tulisan Ustad Fuad dimulai dari memetakan masalah gerakan jihadi. Menurutnya ada empat fakta masalah gerakan jihadi di Indonesia, yaitu : 1. Sibuk mengkafirkan antar sesama harakah. 2. Masing-masing pihak merasa paling jihady. 3. Menganggap yang di luar kelompoknya adalah salah, ahlul bid’ah bahkan anshorut thoghut atau antek kuffar. 4. Kita tidak sadar bahwa kita sedang diadu domba dan musuh-musuh Islam sedang bertepuk tangan menyaksikan programnya sukses.

Kalau dicermati, apa yang disebutkan Ustadz Fuad di atas, bukanlah hal yang mengejutkan, karena, memang ideologi dan sifat gerakan jihadi adalah takfirisme—suka mengkafirkan pemahman yang berbeda dengannya—dan merasa benar sendiri. Karena itulah, dalam satu kelompok gerakan jihadi, jika ada yang menurutnya tidak sesuai dalam kelompoknya maka akan membuat kelompok baru dan menganggap yang lainnya menyimpang bahkan telah kafir. Maka wajarlah, jika sedikit saja ada perbedaan atau penyimpangan gerakan, dengan mudah mereka melemparkan tuduhan salah, sesat, ahli bid’ah, dan bahkan kafir. Bukankah selama ini mereka sibuk mengkafirkan orang-orang yang tidak sealiran dengan mereka? Jadi, Ustadz Fuad semestinya sadar bahwa kondisi yang terjadi itu adalah resiko dari ideologi dan sikap yang mereka anut sendiri.

Hanya saja, untuk menutupi kerapuhan dan kekeliruan ideologi takfiri-nya tersebut, Ustadz Fuad mengalihkannya dan mencari kambing hitam penyebab terjadinya perpecahan di kalangan mereka kepada “rekayasa musuh” yang ingin mengadu domba gerakan jihadi takfiri seperti disebutkannya pada poin 4 di atas.

Jika Ustadz Fuad sadar bahwa musuh-musuh Islam mengadu domba umat Islam, lantas mengapa kelompoknya dengan mudah mengkafirkan umat Islam lainnya? Bukankah itu berarti Ustadz Fuad dan gerakan jihadi lainnya sedang mencari musuh dalam tubuh umat Islam sendiri? Semestinya gerakan jihadi di Indonesia mengembangkan Islam yang ramah, toleran, dan menjauhi sikap takfirisme yang hanya memancing konflik sektarian dan merusak integrasi bangsa. (Nur el-Fikri/LiputanIslam.com)

(bersambung ke bagian kedua)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account