foto: ss press tv

foto: ss press tv

LiputanIslam.com–Beberapa waktu yang lalu beredar luas video yang dirilis oleh teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berdurasi empat menit. Dalam pernyataannya, anggota ISIS asal Indonesia yang dijuluki Abu Jandal al-Yamani al-Indonesi tersebut  mengancam akan memerangi TNI, Polri, Densus 88 dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

“Pesan ini saya tujukan kepada Moeldoko, Panglima TNI laknatullah ‘alaihi, Polri, dan Banser. Kami telah menunggu kedatangan kalian. Kami telah mendengar bahwa kalian akan membantu pasukan koalisi untuk melenyapkan Daulah Khilafah ini,” ucap dia.

Abu Jandal juga menyatakan bahwa ISIS adalah tentara Allah yang memerangi pasukan koalisi pimpinan AS. Ia menuduh bahwa TNI, Polri dan Banser, akan bergabung dengan pasukan koalisi tersebut.

“Ketahuilah bahwa tentara-tentara Allah, sedang menunggu kalian. Ketahuilah bahwa tentara-tentara Allah di negeri Syam dan Irak sangat berbahagia mendengar kalian ingin bergabung dengan pasukan koalisi.Dan ketahuilah bahwa pasukan koalisi…hari ini pasukan koalisi sangat kewalahan mengahadapi Daulah Islam, dan perlu pertolongan babi-babi bodoh seperti kalian,” tambahnya lagi.

Hanya saja, walau ISIS mengklaim bahwa mereka memerangi pasukan koalisi, namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Baru-baru ini, sebuah pesawat tempur milik koalisi pimpinan AS sekali lagi menjatuhkan senjata di kawasan yang dikendalikan ISIS, tepatnya di distrik al-Dor, Provinsi Salahuddin.

Dari laporan yang dirilis presstv.com, pada Minggu, 5 Januari 2015, Sekretaris Jenderal Badr Organization Hadi al-Ameri mengatakan ada bukti kuat bahwa pesawat koalisi melemparkan senjata dan berbagai bantuan kepada ISIS. Sehingga klaim bahwa koalisi AS sedang berupaya menumpas ISIS, adalah sebuah kebohongan.

“Pasukan koalisi telah gagal. Para relawan mengandalkan kekuatan lokal dalam upaya menumpas ISIS,” jelas dia.

Gelombang relawan yang bangkit bergabung dengan tentara Irak, telah memberikan hasil yang signifikan dalam memberangus kelompok ISIS yang masih bercokol di Irak. Satu persatu wilayah berhasil direbut kembali.

Dan seperti jamak diketahui, bantuan AS terhadap ISIS dengan menjatuhkan senjata melalui jet tempur bukanlah yang pertama kali terjadi.

Pada bulan Oktober 2014,  AS juga mengabarkan bahwa pihaknya salah kirim senjata dan amunisi di Kobane. Seperti yang dilaporkan di sini, Washington Post menyebutkan bahwa AS telah mengirim dari udara paket-paket senjata dan amunisi untuk para petempur Kurdi di Kobane yang dikepung oleh pasukan ISIS, namun tak sengaja (accidentally) malah jatuh ke tangan ISIS .

National Journal meragukan ketidak sengajaan ini. “Benarkah AS tidak sengaja memberikan senjata kepada ISIS?” tulis National Journal.

Sementara pada bulan Desember 2014, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Ninawa, Nahlah al-Hababi, mengabarkan bahwa tiga pesawat Amerika Serikat (AS) yang membawa persenjataan canggih dan amunisi telah mendarat di bandara Tel Afar. Celakanya, senjata dan amunisi, menurut al-Hababi, didatangkan justru untuk menyuplai kebutuhan pasukan teroris takfiri ISIS.

“Pesawat-pesawat itu membawa bahan senjata, bahan makanan dan seragam untuk para teroris,” katanya dalam wawancara dengan al-Maalomah Minggu (14/12/2014), seperti dilaporkan di sini. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*