LiputanIslam.com–Ada berbagai kisah palsu yang disampaikan media mainstream tentang Aleppo, misalnya “Dokter Anak Terakhir di Aleppo”, “Pesan Terakhir”, atau “Badut Terakhir”. Kisah ‘Badut Terakhir disebarkan oleh CNN yang melaporkan bahwa seorang artis bernama Al Basha yang  biasa menjadi badut untuk menghibur anak-anak tewas ditembak misil yang dilancarkan tentara Suriah.

CNN melakukan kebohongan dalam beritanya. Pertama, CNN menyebut sumber beritanya, Aleppo Media Center, sebagai “kelompok aktivis Suriah”, padahal ini adalah lembaga yang didanai oleh Perancis. Kedua, CNN menulis, “Al-Basha adalah direktur Space for Hope, sebuah lembaga lokal non profit yang bekerja untuk melayani masyarakat di kawasan yang dikuasai oposisi.”

CNN dalam hal ini berusaha menampilkan bahwa Aleppo timur adalah kawasan beradab dengan tatanan sosial yang baik. Padahal, sejak dikuasai pemberontak tahun 2012, Aleppo timur menjadi kawasan yang mengerikan dimana “hukum syariat” ala teroris yang diterapkan di sana.

Siapa sebenarnya Al Basha tidak terungkap, sebagaimana banyak kisah palsu lainnya. Namun ada sosok yang benar-benar badut di Aleppo timur, namanya Mr. Alhamdo.

Namanya Abdulkafi Alhamdo, ia menyebut diri profesor di universitas. Dalam akun  Twitter, Mr Alhamdo kerap berkoar-koar tentang serangan tentara Suriah. Dalam sebuah film yang disiarkan juga Al Jazeera pada 5 Desember 2016, Alhamdo mengklaim bahwa “Assad sudah mendekati saya!” seolah-olah dirinya sudah di ambang kematian.

Terlihat sekali dalam video itu Alhamdo berakting dengan sangat konyol. Lalu keesokan harinya dia muncul diwawancarai media mainstream, mengabarkan, “Ada bom di mana-mana.”

Juga perlu dicatat bahwa tidak ada internet di Aleppo timur. Namun Mr. Alhamdo dan Bana (dan mereka pernah berfoto bersama), serta para seleb medsos dari Aleppo timur lainnya (seperti Lina Shamy) terlihat sedemikian mudahnya mengunggah cuitan dan video secara aktif terus-menerus.

alhamdo-bana

Mr. Alhamdo baru membuka akun Twitter pada Oktober 2016 dan dalam waktu singkat punya 172.000 follower. Dan secara jelas dia menulis di akun Twitternya bahwa dia “mendukung revolusi”, dengan kata lain: mendukung para “mujahidin”. Melihat bahwa ia berpose bersama Bana Alabed dan Bana sendiri memiliki jaringan erat dengan para “mujahidin” alias teroris, tentu bisa disimpulkan bahwa badut Aleppo yang satu ini tak lain tak bukan bagian dari industri hoax Perang Suriah. (fa)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL