israel-nuclear-strikeLiputanIslam.com — Simson adalah hakim ketiga dari terakhir dalam zaman Anak-anak Israel kuno, diceritakan dalam kitab suci Yahudi, Tanakh (Alkitab Ibrani), Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dan Talmud. Ia digambarkan dalam Kitab Hakim-Hakimpasal 13 hingga 16. Makamnya dipercayai ada di Tel Tzora di Israel menatap Ngarai Sorek.

Simson adalah seorang tokoh yang menggunakan kekuatan fisiknya yang luar biasa untuk bertempur melawan musuh-musuhnya dan melakukan beberapa aksi kepahlawanan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa: bergulat melawan singa, menghancurkan pasukan musuh dengan hanya menggunakan tulang rahang keledai, dan merobohkan sebuah bangunan raksasa.

Simson terpikat dengan perempuan dari lembah Sorek bernama Delila, dan Delila membujuk Simson untuk memberitahukan apa kelemahannya. Terbujuk, Simson memberitahu bahwa kekuatannya akan hilang jika rambutnya dipotong.

Baca bagian pertama: Kedutaan Israel Ditutup, Ada Apa?

Diam-diam Delila mencukur rambut Simson saat dia tertidur lelap, dan mengikatnya. Saat dibangunkan, Simson sudah dikepung orang Filistin, saat dia berusaha meronta, kekuatannya sudah tidak ada, Simson hilang kekuatannya. Orang Filistin dengan mudah menangkap Simson, dan menahannya, Simson dicongkel matanya sehingga menjadi buta, dan dipaksa menjadi tontonan seperti badut pertunjukan, selain itu Simson juga harus menggiling di kilangan gandum.

Lama berselang rambut Simson mulai tumbuh, Simson berdoa pada Allah agar diberi kekuatan sekali lagi, untuk menghancurkan orang Filistin. Saat perayaan dewa Dagon, Simson diikat dan dibawa sebagai tontonan di kuil Dagon. Karena Simson buta, saat itulah Simson menyuruh anak kecil yang menuntunnya, untuk mengarahkan Simson ke tiang penyangga kuil Dagon.

Segenap kekuatan Simson dikembalikan oleh Allah, dan dengan kedua tangannya Simson memeluk tiang penyangga, dan merubuhkan kuil Dewa Dagon. Simson ikut mati bersama orang Filistin setelah dia menghancurkan kuil Dagon di saat terakhir hidupnya. Kematian Simson, mati bersama musuh bangsanya yaitu bangsa Filistin.

***

Penerima Nobel Laureate Guenter Grass, pernah memperingatkan dunia tentang bahayanya perang yang kelak akan disponsori AS dan Israel terhadap Iran. Grass menuduh Israel telah membahayakan perdamaian dunia yang telah rapuh.  Lantas, seorang penyair Israel  Itamar Yaoz-Kest, salah satu orang yang selamat dari Holocaust, menuliskan sebuah puisi sebagai jawaban atas pernyataan Grass. Dan dalam puisinya tersebut, ia menyebutkan “The Samson Option”.

The Samson Option [We Go Down, Everyone Goes]  adalah sebuah konsep dalam politik Israel yang terilhami dari kisah Simson diatas. Menjelang kematiannya, Simson mengerahkan segala kekuatannya untuk menghancurkan musuhnya tanpa sisa.  Akhir kisah, musuh-musuh Simson hancur, dan disaat yang sama dia pun hancur.

Dan puisi Yaoz-Kest, menyiratkan bahwa Israel telah mempersiapkan diri  untuk mengambil langkah “The Samson Option,” jika eksistensinya terancam. Berikut pusinya:

Bahaya

Oleh: Itamar Yaoz-Kest

 Aku ingin menjadi sebuah bahaya

Aku ingin menjadi sebuah bahaya bagi dunia

Sehingga setelah kehancuranku, tidak ada lagi rumput kecil yang hidup di bumi

Atau rumput kecil untuk pipa rokok Gunther Grass

Untuk bumi, tempatku lahir, karena aku membahayakan dunia

Karena itu adalah hak-ku

Hak untuk hidup atau mati, walau dengan memusnahkan pemusnahku, tanpa harus menjadi seorang anak-anak yang menangis di kereta api

Dalam dunia yang kosong, dan kutempatkan kepalaku di pangkuan seorang ibu yang menghilang dalam udara segar Tanah Wotan

Dan sisa-sisa anak panah timah berbintik kuning gelap di dinding kabin – seperti  semburan tembakan

cairan kekuningan-kemerahan dari selain para penjaga kereta api, dan diantara mereka – mungkin –  tentara GG, mengenakan helm baja.

Maka, seperti  cahaya yang kuat dari Tanah Israel memasuki rumahku, aku menyalakan radio dan itu tidak dapat membantuku untuk  mendengarkan khotbah dari para Ayatullah Iran dan juga perkataan menteri Iran dihormati, yang menunjukkan peta Tanah Israel dengan dua tangannya, dan mengatakan “Ini sangat kecil … dalam enam atau tujuh hari dapat dihapus dari peta.”

Atau dalam bahasa Anda: “ausradieren”. Dan di sini saya mendengarkan khotbah dari para imam di masjid-masjid di Tanah Israel dan tanah Arab karena mereka menyatakan “ausradieren!” Tetapi mereka selalu mengacu kepadaku dan tidak kepada Anda, Gunther Grass.

Namun, ada hak milik yang  hanya untuk kami orang-orang Yahudi (jika memang setiap manusia di bumi memiliki hak ini): untuk dihancurkan dan mengambil alih dunia yang telah lelah kepada kami yang tidak memiliki eksistensi – bersama dengan perpustakaan yang menakjubkan – dan hati yang campur aduk , dan setelahnya, kami memasuki kubur sementara bumi akan memancarkan sinar radioaktif yang  menyebar ke empat penjuru mata angin.

Memang — kami memiliki hak! Ini adalah milikku, juga!

Karena itu adalah hak Bangsa Israel untuk akhirnya menutup gerbang ke dunia setelah meninggalkan tempat ini (bukan dari kehendak bebasnya!).  Dan kami memiliki hak untuk mengatakan, dengan harga ketakutan berusia 3.000 tahun: “Jika Anda memaksa kami lagi untuk turun dari muka bumi menuju ke dalam bumi – biarlah bumi tergulung menuju ketiadaan itu.”

 

Referensi: Press Tv, Global Research, Wikipedia (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL