syeikh-buti

Sumber foto: Satu Islam

LiputanIslam.com–  Voa-Islam dalam artikel berjudul “Liputan Islam yang Mengelak” menulis tanggapan atas tulisan Liputan Islam yang berjudul “Menjawab Teguran Voa Islam”. Sebagai upaya tabayun, untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan, kami memutuskan untuk menjawabnya dan karena jawabanya sangat panjang, kami membaginya dalam 4 bagian. Berikut ini bagian pertama.

Agenda Zionis Untuk Memecah Belah Umat Islam

Voa-Islam terlihat ‘gerah’ ketika kami bertanya begini: “ Liputan Islam ingin bertanya kepada Voa-Islam, siapakah big boss Anda yang membayar Anda untuk memecah belah persatuan kaum muslimin? CIA, atau Mossad? “

Ditanggapi seperti ini: “Begitulah karakter orang Syiah atau pro-Syiah saat sesorang berusaha mengungkap fakta tentang Syiah dan Iran selalu saja dengan latah menuduh orang tersebut dengan antek-antek AS dan Israel. Padahal kalau kita melihat tragedi Irak, maka sungguh kita akan tahu siapa sebenarnya yang merupakan antek AS. Bahkan Mantan Sekjen Hizbullah, Syaikh Shubhi Ath-Thufaili, pun mengatakan bahwa Hizbullah sebagai penjaga perbatasan untuk kepentingan Israel.”

Be calm Om Voa, ngga usah panic gitu deh. 😀 Jika Anda benar, Anda tidak perlu marah, namun jika Anda salah, Anda tidak layak marah.

Para pembaca yang budiman, harus kami tegaskan kembali bahwa saat ini terjadi pengulangan skenario hampir di seluruh belahan dunia oleh “invisible hands” (tangan tak terlihat) seperti yang diungkapkan oleh Asy-Syahid Syeikh Ramadhan al-Buthi — yang menghendaki keuntungan dari konflik yang berhasil mereka ciptakan. Contohnya Libya, Irak, Suriah, Ukraina, dan juga  Mesir. Di Timur Tengah yang diangkat adalah isu sektarian, sedangkan di Ukraina dibesar-besarkan sentimen Uni Eropa. Artinya, bila si “invisible hands” ini memiliki kepentingan terhadap negara-negara tertentu, maka dibuatlah konflik. Alurnya sebagai berikut : propaganda => demonstrasi => aksi anarkis => perang =>negara hancur =.invisible hands datang sebagai pahlawan dengan memberi bantuan melalui IMF atau World Bank =>  negara tersebut dijajah secara tidak langsung.

Contoh nyata: Libya dan Suriah. Libya pada masa Qaddafi hutang luar negerinya nol dan jangankan kesehatan atau pendidikan, mobil pun dibagikan gratis ke warga. Saat itu, menurut data PBB, Libya adalah negara termakmur di Afrika. Namun setelah konflik, kini Libya berutang kepada negara-negara Barat. Hanya saja, pemerintah Suriah tetap tangguh; meski negerinya sudah tercabik-cabik akibat serangan para “mujahidin” yang berdatangan dari seluruh dunia,  tawaran utang dari IMF ditolak mentah-mentah.

“Invisible hands” dalam menggapai tujuannya,  tidaklah berjalan sendiri, bahkan nyaris tidak akan mengotori tangannya sama sekali. Yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuannya adalah kita. Ya, kita. Karenanya, mari simak sebuah pengakuan dari seorang warga Palestina yang menjadi agen Mossad.

Badan Intelijen Palestina mengizinkan harian Al-Hayat- London, dan televisi LBC-  Beirut untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad yang tertangkap oleh Badan Intelijen Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah mujahidin.

Dalam sebuah wawancara, salah satu agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah dalam perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian Al-Hayat. Tabloid al-Basya’ir edisi akhir Shafar 1424 H atau awal April 2003 yang terbit di Sana’a, Yaman, kembali menurunkan transkrip wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut terjemahan hasil wawancara dimaksud :

Bagaimana para zionis itu dapat memperalat Anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara Anda?

Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh Intelejen Zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan Zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapa pun. Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad.

Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh mujahidin, posisi tempat tinggal mereka,dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islam. Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan. Tapi ternyata mereka merekam saya ketika saya berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita, hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur mujahidin.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan, dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan pembunuhan banyak melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan Zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1.500 chikel per bulan.

Kami mengetahui bahwa Anda dapat mengintervensi beberapa Jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Sesungguhnya Zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidakhati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, … Dengan situs-situs ini kami bisa berhubungan dengan banyak anak muda yang bersemangat dan memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata. Atas dasar bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait. Begitulah kami dapat menembus banyak mata rantai mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan Jihad.

Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang salafi untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan dikalangan umat Islam. Buku-buku ini dicetak dan dibiayai dengan biaya Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syiah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Telah dicetak puluhan judul; buku-buku yang menyerang Syiah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah dengan cara yang sama. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak dengan dasar bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan luks. Dan selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh orang-orang yang tidak sadar dari para fanatik Salafy. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antar pihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingan sesama mereka agar Israel dapat merealisasikan tujuan mereka, dengan menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda baik dengan menjadikan mereka rendah moral, atau orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala, hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama muslim baik Sunnah atau Syiah.

Mossad telah berhasil banyak dalam hal ini. Anda dapat melihat kira-kira semua mesjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dan dibagikan secara gratis bahwa ini semua dibiayai oleh para donatur Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali banyak orang-orang yang tak sadar, dan para imam mesjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku ini, yang minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berfikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari ini.

Buku-buku ini telah mulai pengaruhnya di Pakistan di mana orang-orang Sunnah membentuk “Tentara Shahabat” dan menyerang kaum Syiah dalam ritual dan rumah-rumah mereka ketika shalat, membunuh mereka ketika sholat Shubuh. Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak orang-orang Syiah membentuk “Tentara Muhammad” bereaksi dengan balasan yang lebih, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan, pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan “Khawarij” zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat, sangat disayangkan.Khusus tentang pemicuan fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.

Sekarang apakah Anda menyesal? Di mana mata hati Anda ketika Anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada Zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

Sumber Catatan ini :

  1. SUARA HIDAYATULLAH, Edisi 01/XVI/Mei/ 2003
  2. Pernah dimuat dalam Website resminya hidayatullah.com
  3. Dimuat pula dalam Majalah Risalah Mujahidin (Majalah Resmi Majelis Mujahidin Indonesia / MMI), Edisi 7 (April 2007) di halaman 42-46, yang berjudul “Mengenal Agen Mossad dalam Gerakan Islam”. Bahkan pemuatannya sampai menyulut reaksi dari kelompok Salafy (Wahaby) di Tanah Air, berita selengkapnya bisa di baca di sini :

 

(bersambung ke bagian kedua)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL