syeikh buti

Sheikh al-Buthi, sumber foto: Satu Islam

LiputanIslam.com– The New York Times,  surat kabar terkemuka Amerika Serikat pernah mempublikasikan sebuah peta yang diberi nama “Timur Tengah Modern”  yang memaparkan kemungkinan peta baru Timur Tengah sejak fenomena Arab Spring meletus. Dalam peta tersebut, Robin Wright, sang analist, ‘memekarkan’ 5 negara Arab yaitu Libya, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman menjadi 14 negara. Pengelompokan itu didasarkan kepada agama/ sekte yang dianut mayoritas penduduk masing-masing wilayah.

 Namun jauh sebelumnya, almarhum asy-Syahid Syeikh Said  Ramadhan al-Buthi, ulama Ahlussunah moderat dari  Suriah telah memprediksi bahwa ada ‘invisible hands’ (tangan tak terlihat) yang hendak memecah belah Suriah menjadi 5 negara.  Dalam sebuah pengajian di Damaskus pada tanggal 6 Juni 2011, beliau berkata,

 “Skenario yang telah disiapkan untuk Suriah: pertama dimulai dengan demonstrasi, dalam rangka berusaha menurunkan Pemerintah, setelah itu aksi pengrusakan, kemudian pembunuhan dan pembakaran, upaya terlihat disana ada counter-attack. Selanjutnya akan terjadi civil-war, dimana semua orang “terpaksa” berkecimpung di dalamnya, suka atau tidak suka. Fase selanjutnya adalah, muncullah “Big Boss” ke permukaan yang selama ini invisible (tak terlihat) untuk memberi solusi. Bagaimana dia memberi solusi? Dengan memecah Suriah menjadi 5 negara!”

Siapa sesungguhnya alm. Syeikh Buthi? Bagaimana sikap beliau atas konflik Suriah? Liputan Islam kembali mewawancarai Ustadz MM,  mahasiswa Indonesia di Suriah yang merupakan murid dari alm. Syeikh Buthi. (Wawancara sebelumnya tentang krisis Suriah dengan Ustadz MM bisa dibaca di sini dan di sini.)

Liputan Islam: Assalamu’alaikum Ustadz…

UMM: Wa’alaikumsalam warahmatullah

LI: Bagaimana Ustadz bisa mengenal Syeikh Said Ramadhan al-Buthi?

UMM: Saya mengikuti pengajian beliau sejak Oktober 2003 sampai beliau meninggal, rumah saya pun hanya berjarak sekitar 100 meter dari masjid beliau. Saya mengambil pelajaran aqidah, tafsir, tasawuf, ushul fiqh. Tetapi hal  yang paling saya pelajari dari beliau adalah akhlaq dan sikap tawadhunya.

LI: Bagiamanakah sosok Syeikh Buthi di mata Ustadz?

5-14

Peta “Timur Tengah Modern”. Sumber foto: Nytimes

UMM: Beliau tidak sempurna, karena yang sempurna hanya Rasulullah Saw. Tapi bagi saya pribadi, beliau adalah mahaguru.Yang pertama kali membuat saya jatuh cinta kepada beliau adalah saat beliau menolak dicium tangan atau disambut dengan berdiri ketika beliau datang. Tapi beliau justru menyuruh kami untuk mencium tangan orang-orang yang sholeh. Mungkin hal ini bukan hal yang besar bagi orang lain, tetapi bagi saya yang tumbuh di lingkungan tradisi Jawa yang kental, ini sangat luar biasa. Ulama sekelas beliau tidak mau dihormati murid-murudnya. Coba lihat video ini: http://m.youtube.com/watch?v=e9av9DF9pYw

[Catatan redaktur; video tersebut diambil saat Syeikh Said Ramadhan al-Buthi masih hidup dan mengunjungi seorang ulama, dan dengan takzim beliau mencium tangan dari ulama tersebut]

LI: Saya yang melihat beliau dari foto dan video saja rasanya terharu dan kehilangan, bagaimana dengan Ustadz yang menyaksikan langsung akhlak beliau?

UMM: Kami yang di sini jauh lebih sedih lagi. Saya tidak yakin akan ada sosok seperti beliau dalam waktu 100 tahun ke depan. Tidak salah jika beliau dijuluki Ghazali Kecil.

LI: Bagaimana sikap umat agama lain tatkala beliau berpulang ke Rahmatullah Ustadz?

UMM: Setahu saya, beliau tidak banyak bertemu apalagi kumpul-kumpul dengan kalangan umat Kristen. Tetapi saat beliau meninggal, lonceng-lonceng gereja di Damaskus berdentang karena kehilangan sosok yang tegas dan bijak.

LI: Ustadz, selama sepuluh tahun mengaji kepada Syeikh Buthi dan mengenal kepribadiannya, apa yang menyebabkan beliau bertahan hidup di Suriah bahkan saat konflik terjadi. Bukankah lebih aman seperti Syeikh Adnan Ar’our yang pindah ke Arab Saudi?

UMM: Membandingkan beliau [Syeikh Buthi]  dengan Ar’our adalah kekeliruan fatal. Beliau bukan penjilat pemerintah dan sangat konsisten dengan prinsipnya. Beliau juga tidak suka basa basi. Kenapa beliau memilih bertahan? Karena beliau merasa punya tanggung jawab untuk menyelamatkan umat dan juga negara. Kalau bukan karena beliau, mungkin Suriah jauh lebih hancur daripada hari ini. Suriah benar-benar banjir darah oleh isu SARA. Beliau sangat menentang penggunaan agama untuk isu-isu politik.

Dan yang paling membuat kami kagum, beliau tidak pernah berkata-kata kasar ataupun melaknat orang-orang yang berbeda pandangan dengan beliau. Dalam menanggapi sebuah kritik, beliau tetap santun kendatipun watak asli beliau cenderung emosional. Contohnya, saat kami melihat dengan mata kepala sendiri saat beliau menanggapi tuduhan-tuduhan dari Syeikh Yusuf Qaradhawi (SYQ).

LI: Tuduhan yang bagaimana Ustadz?

SYQ pray to syria and assad

SYQ pray to Syria and Assad in 2004. Sumber foto: YouTube

UMM: Tuduhan bahwa beliau antek dan ulama bayaran dari Rezim Assad. Beliau menjawabnya  saat dilangsungkan pengajian di Jami’ Iman (masjid tempat beliau memberikan pengajian selama puluhan tahun dan akhirnya syahid di sana) dengan cara yang sangat santun.

Beliau tidak  marah apalagi sampai mencaci SYQ. Beliau menjawab dengan memakai kata akhi dan shadiqi (sahabatku). Beliau juga memakai kata istifsar (klarifikasi) bukan menyerang atau membantah, padahal kami sebagai murid-muridnya sudah mati-matian menahan amarah. Itu semua ada di YouTube, atau di situs naseemalsham.net

LI: Saat beliau menjawab SYQ, apa saja jawaban beliau Ustadz?

UMM: Seingat saya, Syeikh Buthi bertanya kepada SYQ, mengapa SYQ tidak melakukan amar ma’ruf nahi munkar ketika bertemu dengan Presiden Bashar al-Assad pada tahun 2004? Saat itu SYQ malah memuji Presiden Assad dengan kalimat aqluh yafuq umrah yang maksudnya adalah, menurut SYQ, nalar Presiden Assad melampaui usianya. Beliau mengungkapkan hal tersebut saat kunjungan resmi – yang untuk pertama kalinya ke Suriah untuk mengadiri Muktamar Internasional di Syeikh Ahmad Kuftaroo Islamic Foundation, Damaskus. Sebelumnya, SYQ masuk dalam daftar cekal (tidak diizinkan ke Suriah) karena ideologi IM yang diusungnya. Atas syafaat dari beberapa ulama – termasuk Syeikh Buthi, SYQ akhirnya diizinkan memasuki Suriah.

[Catatan redaktur: video kunjungan SYQ ke Suriah bisa dilihat di: http://www.youtube.com/watch?v=xUp9YtLnUkU . Saat itu SYQ memuji dan menyampaikan salam kepada seluruh rakyat Suriah, dan Presidennya. SYQ berkata, “Our greetings to the Syrian people, and greetings to the leader Bashar al- Assad, and greetings to the government and all..”(Salam kami kepada orang-orang Suriah, dan salam kepada pemimpin Bashar al-Assad, dan salam kepada pemerintah dan semuanya)]

bendera-terbesar-suriah-diarak-sebagai-dukungan-untuk-bashar-assad_big__20110712155644_file_vino_cms

Demonstrasi mendukung Pemerintah Suriah. Sumber foto: facebook

LI: Sejauh yang Ustadz tahu, pernahkah ada pihak oposisi yang “merayu” beliau untuk mendukung pemberontakan terhadap pemerintah sah Suriah? Dan pernahkah beliau mengeluarkan fatwa yang berkaitan dengan perang Suriah?

UMM:  Yang merayu beliau pasti ada, tetapi semuanya ditolak dengan tegas. Fatwa beliau banyak sekali. Di antaranya:

-Tidak boleh mengangkat senjata terhadap pemimpin yang zalim sekalipun selama si pemimpin tidak menunjukkan kekufuran yang amat nyata.

-Tidak boleh melakukan demonstrasi baik yang pro maupun kontra terhadap pemerintah karena hal tersebut akan menyulut tindakan anarkis.

-Tidak boleh patuh kepada pemimpin yang menyuruh kita melakukan hal-hal yang munkar seperti menembak orang-orang yang tidak berdosa.

Beliau juga meminta pemerintah melakukan berbagai perbaikan dan memenuhi tuntutan masyarakat. Akibat fatwa-fatwanya tersebut, Syeikh Buthi dan keluarganya sering menerima ancaman pembunuhan.

(Bersambung ke bagian kedua)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL