Salah satu sensor berita dari InfoPalestina

Salah satu sensor berita dari InfoPalestina

LiputanIslam.com — Setelah badai terorisme sedemikian dahsyatnya mengguncang Timur Tengah, barulah kini mereka merasakan khawatir. Hal itu yang saya [redaktur] tangkap  ketika membaca wawancara antara media Rmol dengan Mahfudz Siddiq , anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan rasa khawatirnya. Menurutnya, pemerintah harus menyelidiki Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat peperangan dalam konflik di Irak.

“Pemerintah perlu bergerak cepat untuk mencegah WNI terlibat perang di Irak. Sebab, dikhawatirkan akan berimbas kepada WNI yang ada di sana,’’ tegas Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

Berikut ini kutipan wawancara Mahfudz:

Apa itu saja yang seharusnya dilakukan pemerintah? 
Pemerintah harus lebih selektif dalam memberikan izin kepada WNI yang akan menuju ke Timur Tengah. Dengan harapan bisa mencegah adanya WNI yang ikut bergabung dengan kelompok militan di Irak.

Apa pemerintah perlu turun tangan dalam konflik Irak?
Indonesia bisa mengambil peran dengan mengirimkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk keperluan rakyat Irak.

Bagaimana cara mencegah supaya tidak ada WNI  ikut perang? 
Saya kira pemerintah melalui Kemlu dan Imigrasi harus antisipatif. Dengan cara mengontrol keberangkatan setiap WNI yang akan terbang ke Irak. Harus sangat selektif.

Apakah selama ini pemerintah sudah selektif?
Sudah cukup baik menyeleksi WNI yang akan menuju ke negara yang dianggap sedang rawan. Pemerintah bisa menghubungi perwakilan Kedubes Irak yang ada di Jakarta. Jadi pemerintah mempunyai informasi yang lebih awal dan lengkap. Juga melakukan koordinasi dengan KBRI di Irak.

Bagaimana jika ada relawan yang ingin membantu warga Irak?
Jika ada relawan yang mengusung visi kemanusiaan, seperti tenaga medis. Visi kemanusiaan dari lembaga yang memberangkatkan harus jelas. Lagipula mereka kesana bukan untuk terjun dan memegang senjata.

Mungkinkah WNI yang berangkat untuk mempelajari terorisme?

Segala kemungkinan tetap ada. Tapi itu sangat tidak patut dilakukan. Saya tidak menginginkan hal itu terjadi. Menjaga keamanan dan perdamaian sangatlah penting. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian dari pemerintah.

Kenapa konflik Irak memanas?
Konflik di Irak tidak hanya mengenai politik saja. Tapi sudah mengarah kepada konflik horizontal. Ada nuansa konflik antar aliran keagamaan. Bahkan dari info yang saya dapat, lebih dari 5.000 orang melarikan diri dari Irak setelah negeri tersebut berada di bawah kendali kelompok oposisi bersenjata.  ***

 

Tanggapan Liputan Islam:

Karakter Tokoh-tokoh PKS:

Mungkin, saya perlu mengingatkan kembali tentang bagaimana sepak terjang PKS dalam menyikapi konflik mematikan yang melanda Timur Tengah. Anis Matta, selaku Presiden PKS, pernah menciptakan syair yang indah untuk Osama bin Laden–  gembong teroris Al-Qaeda, bisa dibaca di : http://liputanislam.com/tabayun/pak-tifatul-boko-haram-bukan-sekedar-halal-haram/

Lalu Tiffatul Sembiring ketika ditanya tentang Boko Haram oleh netizen, Menkominfo yang juga kader PKS itu menjawab dengan nada bercanda, tidak menganggap serius besarnya penderitaan yang dirasakan rakyat Nigeria atas kekejaman Boko Haram. http://liputanislam.com/tabayun/pak-tifatul-boko-haram-bukan-sekedar-halal-haram-1/

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru. “Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan, seperti yang dikabarkan oleh Kompas. http://liputanislam.com/tabayun/cinta-pilih-pilih-dari-partai-berjargon-cinta/

Kampanye hitam berbau SARA yang dilakukan Caleg DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) wilayah Kepulauan Riau,  Ispiraini Hamdan, Lc, yang menyebarkan buku yang isinya mendiskreditkan dan “menyesatkan” Syiah. Bahkan, kampanyenya ini dimuat oleh yang bersangkutan di akun FB-nya dan di media online. Selengkapnya di: http://liputanislam.com/berita/kampanye-sara-caleg-kepulauan-riau-diadukan-ke-bawaslu/

Karakter Media PKS

Saya juga perlu memperingatkan bagaimana karakteristik media-media yang berafiliasi dengan PKS dalam menyajikan pemberitaan.

Info Palestina, menyensor berita aslinya dengan memotong paragraf guna menutupi perseteruan antara Hizbullah dan Israel, bisa dibaca di : http://liputanislam.com/tabayun/880/

Dakwatuna, menyebarkan propaganda atas PM Irak Nouri al-Maliki tentang perpindahan arah kiblat, yang sama sekali tidak memiliki dasar data yang bisa dipertanggungjawabkan, bisa dibaca di: http://liputanislam.com/tabayun/jejaring-sosial-saja-tidak-cukup-tanggapan-atas-artikel-dakwatuna-perdana-menteri-irak-ingin-pindahkan-kiblat-ke-karbala/

Sunnah Care, menurunkan berita yang memutar-balikkan fakta. Bandara Allepo yang dikuasai SAA, oleh Sunnahcare disebut dikuasai pemberontak, bisa dibaca di: http://liputanislam.com/tabayun/bandara-allepo-dikontrol-saa-bukan-teroris-tanggapan-untuk-sunnahcare/

Lalu Bersama Dakwah, yang memposting ulang berita dari Eramuslim dengan judul “Iran: Musuh Kami Arab Saudi, Bukan Israel”, yang isinya berupa sensor berita yang kontradiksi dari situs Al-Arabiya, untuk memojokkan Iran. Bisa dibaca di: http://liputanislam.com/tabayun/eramuslim-menyensor-berita-kontradiksi-dari-al-arabiya/

Karakter IM, “Induk” PKS

Syeikh Yusuf Qardhawi (SYQ), ulama Ikhwanul Muslimin yang mendukung gerakan pemberontakan Suriah, mengeluarkan fatwa horor, yaitu halal untuk membunuh siapapun yang mendukung pemerintahan Bashar al Assad, baik itu tentara, ulama, tenaga kesehatan hingga rakyat sipil. SYQ juga mengutuk Hizbullah dan Iran, dan menyebut Hizbullah dengan Hizbuzyaiton.

SYQ berkhianat pada Amman Message yang pernah ditandatanganinya. Ulama yang terbunuh, adalah muslim Sunni. Tentara Suriah dan rakyat Suriah yan tewas juga mayoritas muslim Sunni. Mereka, adalah umat Islam yang seharusnya dilindungi darah dan kehormatannya.  Yang menjadi pertanyaan adalah, demi apakah SYQ tega mengeluarkan fatwa yang telah merengut ratusan ribu nyawa di Suriah?  http://liputanislam.com/tabayun/yusuf-qaradhawi-penghianat-amman-message/

Hamas, kelompok muqqawama yang berideologi IM juga turut dalam pemberontakan di Suriah, kendati selama ini Hamas berkantor di Suriah dan banyak dibantu oleh pemerintahan Bashar al-Assad. http://liputanislam.com/wawancara/mahasiswa-indonesia-suriah-hutang-luar-negeri-suriah-nol/

Mengapa saya harus membuka kembali catatan-catatan sepak terjang PKS dan Ikhwanul Muslimin? Karena IM-lah yang kini tengah melakukan pemberontakan di Suriah, dengan membentuk pasukan Free Syrian Army yang dibiayai  oleh  Arab, Teluk, dan negara-negara Barat. PKS yang sibuk menggoreng isu jihad di Suriah dengan sangat gencar baik di media sosial maupun di masyarakat.

Salah satu halaman yang berafiliasi dengan pemberontak Suriah adalah Syria Care Indonesia, Syria Care Malaysia, Misi Medis Suriah, yang bukan hanya menebar propaganda, tetapi juga menggalang dana. Tak jarang, mereka menyeru masyarakat Indonesia untuk menjadi relawan dalam perang Suriah. (ba)

Bersambung ke bagian kedua.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL