Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Jejaring Sosial Saja Tidak Cukup (Tanggapan Atas Artikel Dakwatuna)

Published 13/01/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
dakwatuna
Artikel Dakwatuna, yang memberitakan bahwa PM Irak berencana memindahkan kiblat ke Karbala

LiputanIslam.com — Karbala adalah salah satu tempat yang memiliki arti penting bagi umat Islam, karena di masa lalu pernah terjadi tragedi mahadahsyat – dibantainya cucu Nabi Saw – yang dilakukan oleh umat Nabi. Benar, pesan atas tragedi Karbala masih terus dikobarkan hingga hari ini, bahwa di hadapan kezaliman, kita harus melawan. Sehingga, saat hari Asyura maupun Arbain, jutaan muslim Syi’ah dari seluruh penjuru dunia membanjiri Karbala.

Namun bukan berarti,  Syiah lantas menjadikan Karbala sebagai kiblat dalam ibadah shalatnya. Tidak, itu keliru. Namun jika berbicara tentang perjuangan dan keberanian, tidak salah jika menjadikan Karbala  – dan Ashura sebagai ‘kiblat’ untuk diteladani.

Dalam artikelnya, Dakwatuna menulis seperti ini:

“Pernyataan perdana menteri syiah ini banyak didapatkan di jejaring sosial saat ini. Dalam pernyataannya, dia juga mengatakan, “Kita harus menyiapkan kota Karbala’. Karena kota ini tidak hanya dikunjungi saat hari Asyura’ saja, tapi juga setiap hari Jumat, bahkan setiap shalat lima waktu, karena Karbala’ adalah kiblat.”

Kutipan tersebut, dari salah kaidah jurnalistik. Berita bisa dikatakan akurat dan valid jika bisa memenuhi syarat 5W +1H. Sedangkan artikel yang dimuat di Dakwatuna tersebut, seperti yang disebutkan hanya bersumber dari jejaring sosial. Masalahnya,  siapa yang menjadi sumber jejaring sosialnya? Apakah dari akun resmi Maliki atau stafnya? Apakah dari akun resmi pemerintah Irak?

Bagaimana bisa kabar dari FB atau Twitter, yang juga tidak disebutkan sumbernya dengan jelas, dipergunakan sebagai tolak ukur kevalidan berita. Padahal kita semua tahu, siapa saja bisa berkicau sesukanya di jejaring sosial, bebas menggunakan akun – akun palsu maupun membuat berita palsu.

Jikalaupun benar PM Irak ingin memindahkan kiblat ke Karbala, maka yang pertama kali menentang adalah Syi’ah. Berpedoman pada Al–Qur’an sebagai kebenaran absolut, mereka tidak akan bisa mentolerir setiap aksi yang bertentangan dengan Kitabullah. Namun sampai hari ini, Liputan Islam  tidak mendapati ada tanggapan dari alim ulama Syi’ah terhadap hal tersebut, sehingga bisa dipastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Namun jika Dakwatuna merasa yakin bahwa berita yang tersebut valid, maka mau tidak mau harus ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Misalnya, rekaman dari pernyataan Maliki tersebut yang tentunya bukan hoax, dan mengingat Maliki adalah seorang Perdana Menteri, seharusnya ada media besar yang meliput dan menanyangkan pernyataannya. Mari kita tunggu. (ba)

 

                        

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Internasional

Amerika Khawatir Jika Israel Harus Berhadapan dengan Hizbulah Lebanon

By Farid
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account