Foto: tempo

Foto: tempo

Bandung, LiputanIslam.com — Jelang diputuskannya hasil sidang sengketa Pilpres oleh MK, Prabowo Subianto menyarankan kepada para ibu-ibu untuk mempersiapkan dapur umum. Hal itu dilakukan lantaran ia kerapkali mendapatkan informasi bahwa kaum ibu-ibu di Tanah Air kerap menangis saat mendengar kabar kekalahan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 versi real count KPU.

“Ibu-ibu jangan menangis, perjuangan kita baru dimulai,” ujar Prabowo saat menyampaikan orasi di hadapan ribuan pendukungnya di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa, 19 Agustus 2014.

Menurut Prabowo, daripada menangis, mereka lebih baik menyiapkan dapur umum. “Mending Ibu-ibu bikin dapur umum. Ibu-ibu harus siap bikin dapur umum, ya,” tuturnya.

Prabowo juga mengingatkan mereka agar tidak bersedih. Dia optimistis Mahkamah Konstitusi akan memenangkan gugatannya. “Kita tidak mau kalah dengan kebohongan. Ingat, ya, Ibu-ibu, perjuangan belum selesai,” katanya.

Prabowo menuturkan pemilihan presiden 2014 merupakan sejarah rakyat Indonesia dibohongi. “Saat rakyat tidak diberi keadilan, rakyat akan mencari keadilannya sendiri,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, Pilpres 2014 penuh dengan kecurangan, sehingga dia tidak bisa menerima keputusan KPU. “Apabila tidak ada kecurangan dalam pilpres, maka saya akan legawa.” (Baca: Tabloid The Politic, Kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis dan Masif)

“Percayalah, kita menang, kita menang. Percayalah, kemenangan akan kita raih dengan ridha Allah SWT,” ujar dia.

Apa maksud dibalik pernyataan Prabowo, yang meyarankan untuk membuat dapur umum?

Menurut ahli komunikasi politik dari Polcom Institute, Heri Budianto, ucapan tersebut memiliki makna perjuangan bernuansa politik.

“Kalimat muncul tidak lepas dari kalimat sebelumnya, ‘perjuangan baru saja dimulai’,” kata Heri , seperti dilansir Tempo, Rabu 20 Agustus 2014.

Dalam konteks sekarang, kata Heri, kalimat itu berkaitan dengan proses sidang perselisihan hasil pemilihan umum dan putusan. “Apapun keputusan MK ada dua hal muncul,” prediksi Heri.

Pertama, menurut Heri, jika Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan kubu Prabowo-Hatta. “Ini harapan mereka supaya dilakukan pemilihan ulang,” ujar Heri. (Baca: Ali Mochtar Ngabalin: Pemilu Ulang Cegah Perpecahan)

Kedua, Heri mengatakan, bisa jadi gugatan mereka ditolak. “Setelah diputuskan, mereka bisa saja berjuang lewat pansus dan lain-lain,” ujarnya.

Beberapa partai pengusung Prabowo mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk Pansus Pilpres 2014. Tujuannya menyelidiki dan mengusut adanya kecurangan yang terjadi selama proses Pilpres. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL