Tabloid The Politic, foto: Fajruddin

Tabloid The Politic, foto: Fajruddin

Bandung, LiputanIslam.com — Setelah heboh penyebaran Tabloid Obor Rakyat selama masa kampanye, kini beredar Tabloid The Politic dengan cara yang hampir sama. Dari keterangan Fajruddin Muchtar, pengurus Pesantren Al-Qur’an Babussalam, tabloid ini ia temukan di kantornya pada Senin, 18 Agustus 2014.

Dengan tag The one and only trusted political, tabloid edisi ke-20 ini mengangkat berita utama “Inilah 10 Kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis dan Masif”. Di bagian paling atas tabloid, terdapat logo Save Indonesia yang lazim digunakan oleh pasangan Prabowo-Hatta.

Apa saja konten dari tabloid tersebut?

“Ada tiga bundel besar yang berisi tabloid ini dan belum dibuka. Perkiraan saya ada 1000 eksemplar. Saya mengambil satu eksemplar dan membacanya.  Tidak ada hal baru di dalamnya. Kebanyakan artikel yang mirip dengan media-media penyokong pasangan capres-cawapres nomor satu,” ujar Fajruddin.

Nanik S Deyang luncurkan The Politic, foto: Tribun

Nanik S Deyang luncurkan The Politic, foto: Tribun

Ia juga menyebutkan bahwa tabloid setebal 36 halaman ini memiliki kualitas kertas yang bagus.

Awalnya, kata Fajruddin, ada telepon dari seseorang yang menawarkan majalah politik. Namun tidak dijelaskan isinya seperti apa. Pihak pesantren pun mengiyakan.

“Paket tabloid ini tidak mencantumkan nama pengirim, namun ditujukan kepada pimpinan pesantren,” terangnya.

Fajruddin juga menyatakan, berbagai rubriknya membahas tentang kecurangan yang terjadi pada Pilpres, dan mempertanyakan keabsahan keputusan KPU yang menetapkan Jokowi-JK sebagai pasangan presiden dan wakil presiden terpilih. Alamat Redaksi dan pemasaran Tabloid The Politic: Jalan RS Fatmawati Raya 200 Jakarta Selatan 021 75914637/38.

Fajruddin menyayangkan, karena ternyata tabloid seperti itu yang dikirim ke pesantren.

The Politic edisi perdana. Foto: Novan Media

The Politic edisi perdana. Foto: Novan Media

“Isinya tidak cover both side of story,  dan sangat memojokan Presiden terpilih.  Penyebarannya sangat mirip dengan Obor Rakyat. Mengapa media semacam itu mesti dikirim ke pesantren? Alih-alih ingin menjaga Indonesia (save Indonesia) tabloid justru akan memecah belah bangsa Indonesia,” sesalnya.

Dari penelusuran Liputan Islam, Tabloid The Politic pertama kali diluncurkan pada 24 Oktober 2011 di bunderan Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Hadir dalam peluncuran perdananya Pemimpin Umum Nanik S. Deyang (berkacamata) didampingi Wakil Pemimpin Umum Budi Purnomo Karjodihardjo (berkacamata), Pemimpin Redaksi Hendrik J Canggu dan para karyawan karyawati. (Tribunnews, 24 Oktober 2011)

Pada edisi pertamanya, tabloid ini mengungkap keberhasilan Joko Widodo, yang saat itu masih menjabat sebagai walikota Solo. Dari keterangan Novan Media dalam rubrik ‘Tokoh’, disebutkan “…Pendapatan Asli Daerah (PAD) Solo pun melonjak drastis dari Rp 54 miliar per tahun menjadi Rp 146 miliar, padahal tidak ada pungutan yang dinaikkan…”. Saat itu, rubrik ‘Tokoh’ memuat wawancara dengan  Jokowi, yang dirangkum dalam artikel berjudul  “Terapkan Manajemen Perusahaan dalam Pemerintahan”.

Nanik S. Deyang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung militan  pasangan Pabowo-Hatta. Sebelumnya, ia juga mendukung pasangan Jokowi-Ahok saat Pilgub DKI Jakarta pada tahun 2012. (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL