Berita di berbagai media, Israel menyerang Hizbullah

Berita di berbagai media, Israel menyerang Hizbullah

Oleh: Putu Heri

Serangan yang dilancarkan oleh Zionis Israel terhadap Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir, telah menghiasi berbagai media massa, baik nasional maupun internasional. Namun tidak demikan halnya dengan media-media takfiri tanah air, yang seolah bersepakat menutup mulut.

Saya mencoba melakukan penelusuran, dan nyaris tidak ada satupun media takfiri semisal Arrahmah.com, Voa-Islam.com, Eramuslim.com, Panjimas.com, atau Shotussalam.com, yang merilis berita terkait ketegangan Hizbullah – Israel

Bagi media-media takfiri yang telah terbiasa melakukan fitnah dan propaganda, serangan Israel terhadap Hizbullah tentulah kabar yang sangat-sangat buruk. Selama ini, melalui berita, seminar, hingga buku-buku yang mereka susun, selalu ditanamkan bahwa Hizbullah (yang notabene bermazhab Syiah) adalah sekutu Israel. Mereka membangun teori konspirasi: Syiah adalah agama bentukan Yahudi, dan karenanya, baik Iran, ataupun Hizbullah adalah sahabat Israel, yang saling melindungi kepentingan masing-masing.

Apa yang terjadi kemudian, jika ternyata dua pihak yang mereka sebut sebagai persekutuan, ternyata faktanya saling serang?

Pastilah mereka malu. Sehingga, mereka memilih bungkam.

Mengapa Hizbullah Harus Dibenci?

Sudah jamak diketahui oleh dunia internasional, bahwa Hizbullah merupakan musuh besar Israel. Sejak kekalahan Israel pada perang 33 hari pada tahun 2006, bagaimanapun, Israel pasti akan mencari cara untuk menuntut balas, termasuk, dengan membantuk satuan khusus Arab-Israeli Army (Herev). Satuan ini beranggotakan dari kaum Druze Walid Jumblatt dan dari Wahhabi Arab Badui yang terkenal dengan kebenciannya mazhab Syiah. Kebencian ini, memiliki akar sejarah yang panjang.

Namun, tidak demikian halnya dengan media-media takfiri di tanah air, yang baru menunjukkan sikap anti-Hizbullah dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Eramuslim.com, pernah memuji ketika Hizbullah berhasil memenangkan pertempuran melawan Israel. Kebencian terhadap Hizbullah, dan Syiah pada umumnya, mulai menyebar luas sejak konflik Suriah meletus. Apalagi, Hizbullah juga memutuskan untuk terjun langsung dalam konflik Suriah, berada di pihak Bashar al-Assad.

Berbagai propaganda terhadap Hizbullah dan Syiah marak dilakukan di tanah air. Banyak yang tak memahami masalah, ikut-ikutan tersulut. Di Sampang, darah pun tertumpah. Benarkah kebencian ini, semata-mata urusan agama?

Memetakan Ulang Kebencian

Mari kita lihat pihak yang memusuhi Israel. Ada Hizbullah, Suriah dan Iran. Dan coba perhatikan, hampir semua media takfiri saat ini pun memusuhi musuh Israel tersebut. Adakah situs seperti Voa-Islam.com, pernah menulis hal yang baik tentang Iran? Atau menulis heroiknya Tentara Suriah, ataupun ketangguhan Hizbullah. Tidak akan pernah ada.

Mungkin hal ini akan sangat sulit untuk mereka terima. Saya berani memastikan, bahwa sesungguhnya kaum takfiri inilah yang berada dalam satu barisan bersama Israel. Tapi tentu saja, alasan yang digunakannya jauh berbeda. Jika Israel menyebut kelompok Hizbullah sebagai teroris, lalu Suriah dan Iran disebut pendukung teroris, maka kelompok takfiri menyebut ketiganya sebagai Syiah yang sesat laknatullah, dengan mengaburkan fakta dan mendistorsi sejarah.

Media takfiri ini, mendukung ISIS, Al-Qaeda, Boko Haram, dan teroris sejenisnya. Pernahkah sekali saja, kelompok-kelompok ini terlibat pertempuran yang heroik dengan Israel?

Membenci Syiah, Hizbullah ataupun Iran, adalah hak masing-masing individu. Tapi bukankah Allah berfirman, agar jangan sekali-kali kebencian kita terhadap suatu kaum, membuat kita berlaku tidak adil? Bagaimanapun kita mencoba menutup rapat-rapat sebuah kebenaran, tetap saja, suatu hari kebenaran itu akan menunjukkan cahayanya. (LiputanIslam.com)

—–

Redaksi menerima sumbangan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*