hezbollah-israel flagLiputanIslam.com – Situasi di Lebanon, Suriah, dan Israel meradang menyusul serangan udara Israel terhadap sekelompok anggota milisi Hizbullah di kawasan Quneitra, Suriah, yang menggugurkan enam orang di antara mereka pada Minggu (18/1/2015). Hizbullah sudah mengeluarkan dua statemen tentang itu, namun tidak ada yang menyebutkan kapan, di mana dan bagaimana ia akan membalas serangan tersebut.

Banyak kalangan memperkirakan Hizbullah sepertinya tidak akan mengambil tindakan terburu-buru tanpa pertimbangan secara matang, walaupun belakangan muncul kampanye “balas Israel” menyusul pemuatan poster Hassan Nasrallah mengacungkan dua punggung jari disertai tulisan pesan untuk Israel: “Siapkan Perlindunganmu.” (Baca: 2 Kata Dari Nasrallah Untuk Israel: “Siapkan Perlindunganmu!”)

Menurut mereka, milisi yang berbasis di Lebanon namun terlibat dalam perang di Suriah ini masih memerlukan waktu untuk menjawab beberapa pertanyaan penting untuk kemudian menunjukkan respon logis yang lebih dari sekedar reaksi namun tak sampai menjurus pada perang total.

Banyak orang menantikan pernyataan Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah pada prosesi pemakaman jenazah syuhada Hizbullah yang menjadi korban serangan Israel. Sebab diperkirakan dia akan berbicara mengenai perang yang akan terjadi dengan Israel di mana para pengamat memastikan bahwa perimbangan militer antara Hizbullah dan Israel sekarang jauh berbeda dengan masa-masa sebelumnya.

Di tengah penantian itu, Hizbullah ternyata meresponnya dengan cara tersendiri, yaitu memajang poster disertai peringatan untuk Israel supaya segera menyiapkan tempat perlindungan atau persembunyian, yang berarti bahwa milisi tangguh yang didukung Iran ini sewaktu-waktu dapat melesatkan rudal-rudal canggihnya ke Israel.

Terlepas dari itu, kali ini apa yang dilakukan Israel bukan tergolong untuk bertualang, melainkan lebih cenderung sebagai aksi ngawur atau bahkan gila. Sebab, semua orang mengetahui bahwa Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan TV al-Mayadeen belum lama ini menegaskan bahwa serangan Israel ke Suriah tak lain adalah serangan terhadap poros muqawamah (resistensi). Selain itu dia juga menyebutkan tempat dan mekanisme respon Hizbullah.

Sumber-sumber yang dekat dengan Hizbullah menyatakan bahwa milisi ini pasti membalas Israel dengan telak, namun Hizbullah tidak akan mengambil tindakan terburu, melainkan masih memerlukan waktu agar segala sesuatunya dapat berjalan lebih strategis dan matang, walaupun semua opsi tersedia di depan para komandan Hizbullah.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, sumber-sumber itu menegaskan bahwa reaksi dan balasan Hizbullah pasti akan setimpal dengan kejahatan tentara Zionis. Hizbullah pasti akan memberikan balasan telak atas gugurnya enam anggotanya. Hanya saja, Hizbullah tidak akan gegabah dan semudah itu melakukan tindakan yang beresiko dianggap sebagai pemicu perang total.

Koran Lebanon al-Safir menyatakan Hizbullah tentu siap menghadapi segala skenario setelah Israel bereaksi terhadap balasan Hizbullah. Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan al-Mayadeen menegaskan pihaknya akan segera merespon jika Israel bermaksud menjajal kekuatan Hizbullah. Hanya saja, yang menjadi masalah sekarang ialah bahwa apa yang dilakukan Israel sekarang adalah tindakan “gila” atau “ngawur”, bukan “salah perhitungan”.

Menurut al-Safir, Hizbullah memang telah membayar mahal agresi Israel tersebut, namun di sisi lain hal ini mengungkapkan integritas Hizbullah terkait keberadaannya di Suriah. Artinya, serangan Israel tersebut menjadi satu bukti bahwa musuh Hizbullah sebenarnya di Suriah adalah Israel.

“Sekarang sudah tidak patut lagi orang meributkan dan mempertanyakan motif perang Hizbullah di Suriah, sebab pemain utama dalam perang Suriah adalah musuh bebuyutan, yaitu Rezim Zionis yang bermaksud mengubah peran regional dan strategis Suriah menjadi berada pada kondisi yang menguntungkan Israel,” tulis al-Safir.

Di Israel sendiri, sebagai pihak yang sudah melempar bola, publik tentu sedang menunggu kapan, bagaimana dan di mana Hizbullah akan meresponnya. Karena itu, semua petinggi politik, militer dan keamanan serta para pakar dan analis di Israel kini mulai mereka-reka hal tersebut. Mereka bisa menduga-duga apa saja, tapi ada satu hal sudah menjadi kepastian di mata mereka, yaitu bahwa Hizbullah pasti akan membalas, walaupun belum jelas kapan, di mana dan bagaimana.

Ada satu pertanyaan lagi yang tentu mereka ingin segera mengetahui jawabannya, yaitu apakah kecerobohannya di Quneitra itu akan dibalas hanya oleh Hizbullah, atau juga akan melibatkan poros resistensi?

Berbagai kalangan yang memantau statemen para petinggi politik dan militer Israel pasca serangan terhadap pasukan Hizbullah di Quneitra memastikan bahwa ketakutan sedang melanda Israel. Karena itu, orang-orang Israel memilih bungkam terkait kecerobohan militer Zionis tersebut, atau bahkan ada yang mencoba menciptakan kesan bahwa militer Israel tidak mengetahui bahwa pihak yang mereka serang ternyata adalah Hizbullah.

Perwira tinggi purnawirawan Israel Yoav Galant yang belakangan bergabung dengan partai baru Kolano pimpinan Moshe Kahlon menyebut serangan itu sebagai atraksi politik menjelang pemilu, namun analis militer Israel Alon Ben David mengaitkan peristiwa ini dengan soal keberadaan Israel di ambang “perimbangan baru”.

Sementara itu, TV Israel Channel 10 menyatakan tidak ada yang mengetahui bagaimana respon Nasrallah terkait serangan Israel tersebut, namun dapat dipastikan bahwa reaksi Hizbullah tidak akan terjadi dalam skala perang. Hal senada juga dinyatakan TV Israel Channel 2 yang menyebutkan bahwa setelah sembuh dari luka ini Hizbullah akan bereaksi, namun tidak akan dramatis dan segera.

Betapapun demikian, menurut Channel 2, warga Zionis di kawasan Golan dan Galilee kini dalam kondisi dicekam ketakutan mengenai kemungkinan terjadinya serangan balasan segera dari Hizbullah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*