Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Tafsir Idul Fitri

Published 17/07/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

quraish shihabOleh: KH Quraish Shihab*

Jika kita membahas “makna”, ada makna harfiah, ada makna substansi. Secara harfiah, Id berarti kembali, kebiasaan (adat), sesuatu yang dibuka/dibelah untuk dinampakkan. Dari akar kata yang sama juga lahir kata ‘membuka’, ifthar berarti berbuka puasa. Dari makna harfiah ini, ada yang mengatakan bahwa “Idul Fitri adalah hari berbuka setelah selama sebulan berpuasa”. Dan memang diharamkan berpuasa pada hari itu.

Yang lebih penting lagi dibahas adalah makna substansi. Id adalah hari dimana orang banyak berkumpul karena pada hari itu ada nilai-nilai yang disepakati sebagai sesuatu yang amat penting. Karena itu Id bermakna Hari Raya. Kalau kita melihat Al Quran atau hadis, kita akan menemukan umat nabi Isamenggunakan kata Id ini terkait dengan makanan “Isa putra Maryam berdoa, ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami makanan dari langit yang akan menjadi menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang akan datang sesudah kami” (Al Maidah 114).

Idul Fitri di sini bermakna hari raya makan. Itu sebabnya pada hari Idul Fitri semua orang harus makan, bukan hanya yang punya makanan (kaya). Setiap muslim yang punya kelebihan makanan dalam ukuran sehari semalam harus berzakat fitrah.

Kalau makna ini kita pahami, kita harus masuk lebih dalam lagi menyangkut ‘makan’. Pertama, bila diwajibkan bagi setiap muslim yang menjumpai awal Syawal untuk berzakat, artinya Islam sangat peduli pada pangan dan kewajiban sosial. Anda tidak ber-Idul Fitri kalau tidak memperhatikan pangan saudara-saudara yang kekurangan pangan.

Kedua, ingatlah bahwa melalui makanan setan menjerumuskan Adam dan juga menjerumuskan kita. Waktu kita mengaitkan makanan dengan Idul Fitri, kita harus mengingat bahwa setan menggoda Adam untuk mencicipi buah khuldi. Karena itu kita harus selalu waspada godaan setan.

Selain itu, kita harus berhati-hati dalam menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Pilihlah makanan yang baik untuk kesehatan dan berdampak baik.

Selanjutnya, kata fitri berasal dari fathara yang bermakna membelah sehingga nampak. Bisa juag berarti ‘asal kejadian’. Dulu pernah ada dua orang sahabat Nabi bertengkar di depan sumur, memperebutkan sumur. Salah satunya berkata “Ana fathartu” (saya yang membuat pertama kali).

Jadi Idul Firti bermakna ‘kembali ke asal’. Bisa ditafsirkan bahwa karena bulan Ramadhan adalah bulan ke-10, sementara manusia lahir setelah 9 bulan dalam kandungan, maka Ramadhan adalah saat dimana manusia seolah terlahir kembali. Nabipun bersabda, siapa yag berpuasa karena iman dan ikhlas kepada Allah, dia kembali tanpa dosa sebagaimana kejadiannya waktu pertama lahir.

Kita ini lahir tanpa ada membawa dosa. Asal kejadian kita itu ‘suci’. Arti suci ada 3: benar, baik, dan indah. Ketiganya harus bersamaan. Kalau cuma indah, tidak baik, tidak ada gunanya. Kita di hari Lebaran ini dianjurkan untuk memakai pakaian yang indah. Namun, itu hanya satu aspek. Apa artinya pakaian yang indah tapi hatinya busuk? Memperagakan yang indah, menghasilkan seni.Melakukan yang baik menghasilkan akhlak. Mencari yang benar menghasilkan ilmu. Jadi orang yang beridul fitri itu mestinya menjadi seniman, budiman, dan ilmuwan. Karena itulah esensi ‘suci’. (LiputanIslam.com)

*Ditranskrip dari rekaman ceramah di youtube

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account