Syekh Al Tayyeb

Syekh Al Tayyeb

Profesor Dr. Syekh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb adalah Syekh Besar (Grand Sheikh) di Al Azhar University dan Imam Besar di Masjid Al Azhar. Jabatan tersebut diembannya sejak tahun 2010, menggantikan pendahulunya, Dr Muhammad Sayyid Tantawi. Beliau lahir di Qena, Mesir, pada 1 January 1946. Gelar PhD didapatnya dari Sorbonne University, Perancis, di bidang Filsafat Islam. Sejak tahun 2003 hingga 2010, beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Al Azhar.

Pengaruh ilmiahnya sebagai intelektual terkemuka Sunni Islam mencakup seluruh dunia. Beliau telah menjabat sebagai dekan Fakultas Studi Islam di Aswan dan fakultas teologi Universitas Islam Internasional di Pakistan . Beliau juga mengajar di universitas-universitas di Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab .

Beliau dikenal sebagai ulama moderat dan selalu menyerukan ukhuwah (persatuan), dan tegas mengkritik Zionis. Selama masa transisi politik dan kerusuhan di Mesir, Syekh Al-Tayyeb berusaha untuk menengahi antara Morsi- Ikhwanul Muslimin dan kekuatan oposisi. Syekh Al-Tayyeb dengan wibawanya telah membawa kedua belah pihak untuk hadir dalam sebuah mediasi, namun sayangnya gagal karena kedua pihak tidak ada yang mau mengalah.

Konflik politik itu kemudian menyeret Al Azhar ke dalam konflik. Mahasiswa Al Azhar dari kalangan IM melakukan aksi-aksi demo dan terjadi upaya penggulingan terhadap Syekh Al-Tayyeb. Namun upaya ini digagalkan oleh demo-demo rakyat Mesir yang membela beliau. Syekh Al-Tayyeb sendiri bukan pembela rezim militer (yang menggulingkan Mursi) karena beliau juga dengan tegas mengkritik perlakuan militer terhadap para aktivis IM dan menyatakan ketidaksetujuannya atas pertumpahan darah yang terjadi.

Beberapa keutamaan Syekh Al-Tayyeb:
1. Advokat Islam Tradisional
Syekh Al-Tayyeb selalu menekankan misinya untuk mempromosikan Islam tradisional. Ia telah menekankan pentingnya mengajarkan ilmu-ilmu Islam tradisional kepada mahasiswa Al-Azhar karena mereka datang dari berbagai penjuru dunia, dan akan menjadi duta Islam ke seluruh dunia.

2. Pemimpin Universitas Al-Azhar
Syekh Al-Tayyeb memimpin universitas tertua kedua di dunia, yang secara terus-menerus mengajarkan ilmu-ilmu Islam tanpa henti sejak tahun 975. Al-Azhar merupakan pusat hukum Islam Sunni dan merupakan lembaga kunci yang mengeluarkan putusan agama otoritatif dan telah memberikan pendidikan Islam yang luas untuk mahasiswa Mesir dan internasional sejak didirikan lebih dari seribu tahun yang lalu. Sejarah ini membuatnya menjadi benteng tradisionalisme Sunni. Universitas ini dianggap sebagai lembaga pendidikan Islam yang paling menonjol dan pusat utama pendidikan Muslim Sunni di seluruh dunia .

3. Mengelola Jaringan Pendidikan Al-Azhar
Al-Azhar saat ini merupakan universitas terbesar di dunia. Awalnya jaringan pendidikan Al Azhar terdiri dari tiga fakultas di tahun 1950-an dan kini meningkat menjadi 72 fakultas yang menjadi tempat belajar bagi 300.000 mahasiswa pada saat yang bersamaan. Bila digabung dengan sekolah wakaf Al-Azhar, ada 2 juta siswa yang tengah menjalani pendidikan di bawah naungannya. Besarnya Al Azhar membuat Syekh Al Tayyeb memiliki pengaruh luas dan kuat di Mesir dan dunia.(sumber: themuslim500.com/wikipedia.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL