Otong Sulaeman

“Bagaimana rasanya, Pa, akan melihat lagi Ka’bah kedua kalinya?” tanya istri saya dalam perjalanan menuju Masjidul Haram. Saya hanya mengangkat bahu.

Orang-orang biasanya bercerita tentang efek ‘wow’ melihat Ka’bah yang pertama kalinya. “Subhanallah, ternyata inilah bangunan yang selama ini hanya bisa aku bayangkan setiap salat.” Biasanya, orang seperti itu bercerita, bagaimana dia menangis terharu melihat bangunan Ka’bah di kali pertama. Dan biasanya pula, efek ‘wow’ itu makin menghilang untuk kunjungan kedua, ketiga, dan seterusnya.

Lalu, bagaimana dengan orang yang sangat sering melihat Ka’bah? Apakah dia tidak merasakan lagi efek ‘wow’ tersebut? Ternyata, saya mendengar cerita, seorang kiai yang berkali-kali haji dan umrah (sebagai pembimbing), dan setiap kali melihat Ka’bah, dia selalu menangis. Sepertinya, bagi dirinya, Ka’bah selalu memberikan efek ‘wow’ itu.

Apakah itu aneh? Menurut saya tidak. Ka’bah memang tidak berubah. Tapi, persepsi seseorang terhadap Ka’bah mestinya bersifat dinamis, seiring dengan perubahan yang terjadi pada dirinya. Saya-dua-puluh—dua-tahun yang lalu jelas berbeda dengan saya di tahun 2019. Anda menangis terharu di saat pandangan pertama menatap Ka’bah dengan alasan tertentu. Anda juga sangat mungkin akan tetap menangis saat melihat Ka’bah di kali kedua, ketiga, dan seterusnya dengan alasan-alasan lain.

Ka’bah itu seperti batu permata. Ada banyak sudut yang menawarkan pancaran cahaya yang menakjubkan. Jika kita hanya berdiri di satu sudut saja, jika kita pandang Ka’bah hanya lewat satu perspektif yang monoton, efek ‘wow’ Ka’bah memang hanya sekali. Selanjutnya, Ka’bah akan menjadi bangunan yang biasa-biasa saja.

Tapi, jika kita mampu menemukan jejak makna lain dari bangunan ini, Ka’bah akan selalu memberikan efek ‘wow’ yang berbeda-beda.

Agaknya, hal yang sama juga sebenarnya terjadi pada kehidupan kita sehari-hari, khususnya yang terkait dengan kehidupan rumah tangga. Di bulan-bulan pertama pernikahan, Anda merasakan efek ‘wow’ pada pasangan Anda, dan efek tersebut terus memudar seiring berjalannya waktu.

Situasi seperti ini bisa jadi muncul karena Anda melihat pasangan Anda hanya dari satu perspektif yang monoton. Padahal, pasangan Anda adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan desain multi-dimensi. Ada banyak sudut permata yang bisa Anda tangkap dan Anda eksplorasi. Dan Anda akan tetap merasakan efek ‘wow’ dari pasangan Anda seumur hidup.

(Catatan tanggal 7 Agustus 2019)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*