Oleh: Sofia Abdullah

Pada bagian ini kami akan menunjukkan situs makam kuno yang lain di Kampung Pulo, melalui beberapa foto berikut ini.

peta lokasi cagar budaya Candi Cangkuang

peta lokasi cagar budaya Candi Cangkuang

makam Wiradijaya dan Wirabaya

makam Wiradijaya dan Wirabaya

Daftar nama dan makam tokoh leluhur Kampung Pulo

Daftar nama dan makam tokoh leluhur Kampung Pulo

Dengan melihat nama-nama ini, dapat diketahui bahwa mereka bukan sekedar penduduk biasa apalagi pelarian atau buron dari Mataram. Namun, kedudukan mereka adalah para pemimpin dan ulama yang dimakamkan di Cangkuang. Masih banyak makam-makam kuno lain yang tanpa nama.

Situs Makam Sunan Pangadeggan (foto: Sofia, dari museum Cangkuang)

Situs Makam Sunan Pangadeggan (foto: Sofia, dari museum Cangkuang)

Pangadeggan adalah nama salah satu desa di wilayah Garut kota. Sunan adalah jabatan penguasa wilayah. Pertanyaannya adalah siapa nama Sunan Pangadeggan yang dimakamkan di tempat ini? Untuk mengetahuinya membutuhkan proses penelitian lebih lanjut, namun kami yakin tokoh-tokoh di atas sangat erat kaitannya dengan sejarah Islam di Nusantara yang sengaja digelapkan dan dibuat tidak jelas.

Bila dilihat dari bangunan makam, seharusnya bangunan-bangunan makam yang ada sejak masa lalu ini bisa dijadikan rujukan dan bukti bahwa seluruh wilayah ini adalah bagian dari suatu pemerintahan Islami pada masa lalu, karena wilayah Cangkuang (sekarang kecamatan Cangkuang) adalah wilayah yang cukup luas.

Pada awal ditemukannya lubang yang diduga sebagai situs candi, di lokasi situs banyak berserak batu-batu andesit. Batu-batu inilah yang kemudian dijadikan bagian dari bahan pembangun candi, selain batu bata yang dibuat di lokasi situs. Namun setelah berkeliling lokasi situs dan memperhatikan makam-makam kuno tersebar di seluruh situs Cangkuang ini, kami mendapati bahwa makam-makam tersebut menggunakan batu andesit sebagai nisan dan undakan makam. Karena itu, besar kemungkinan batu andesit yang digunakan sebagai batu candi tidak lain adalah bagian dari bangunan makam seperti yang terdapat pada sisa-sisa bangunan makam yang terdapat di wilayah ini.

batu andesit yang digunakan pada kaki dan badan candi.

batu andesit yang digunakan pada kaki dan badan candi.

Batu andesit yang digunakan pada kaki dan badan Candi sama dengan yang digunakan pada makam-makam kuno yang tersebar di situs ini.

cangkuang-23

batu andesit yang digunakan pada Makam Arief Muhammad dan Sunan Pangadeggan

 

cangkuang-24

beberapa cotoh bentuk makam dan nisan yang terbuat dari batu andesit yang tersebar di lokasi situs

 

cangkuang-25

Makam Sunan Pangadeggan dari dekat

Bila kita perhatikan dari dekat, makam Sunan Pangadeggan dibuat dari batu andesit dengan bentuk makam punden berundak. Punden berundak adalah bangunan makam warisan leluhur Nusantara

 

cangkuang-26

Foto di atas adalah makam kuno dan bangunan makam yang sudah diperbaharui hingga hilang bentuk bangunan asli dari bangunan makam sebelumnya. (LiputanIslam.com)

Bersambung ke bagian 7.

Baca bagian 5

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL