candi dan makam mbah Arief Muhammad (foto: Sofia)

candi dan makam mbah Arief Muhammad (foto: Sofia)

Oleh: Sofia Abdullah

Bila mendengar kata ‘Cangkuang’ yang terbersit pada kebanyakan pembaca atau pelajar atau pecinta sejarah dan budaya adalah situs Candi Hindu yang dikatakan didirikan pada era Mataram Kuno, sekitar abad ke-8 M, yang secara ‘kebetulan’ terdapat ratusan makam tokoh muslim yang masih diziarahi dan terawat dengan baik oleh warga setempat dan bahkan diziarahi pula oleh warga dari desa lain yang tidak lain adalah keturunan dari tokoh-tokoh muslim yang dimakamkan di pemakaman ini.

Candi dan pemakaman muslim ini terletak di Pulau yang berada ditengah situ (danau) Cangkuang. oleh penduduk setempat pulau di tengah danau ini di sebut Kampung Pulo, untuk menuju lokasi pemakaman kuno dan Candi tersdia rakit untuk menyebrangi danau seluas 26 Hektar ini. Situs Candi dan kompleks pemakaman ini terletak di kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat.

candi cangkuang3

pohon cangkuang (foto: Sofia)

Candi Cangkuang adalah salah satu situs Candi yang dibuat pada tahun 1974-1976. Candi ini di kelilingi ratusan pemakaman muslim kuno dengan tokoh yang paling dituakan dari makam-makam ini adalah Mbah Dalem Arief Muhammad. Nama Cangkuang sendiri berasal dari tanaman sejenis Pandan yang tumbuh subur di wilayah ini. Namun sayangnya tanaman Cangkuang ini kini termasuk tanaman langka dan sulit di temui, di situs ini masih terdapat beberapa pohon Cangkuang di antaranya yang ditanam disisi makam Mbah Dalem Arief Muhammad.

Dalam berita-berita tentang Candi Cangkuang keberadaan pemakaman yang luas ini hampir tidak pernah dibahas kecuali satu makam yang dituakan dan dikeramatkan oleh penduduk setempat, yaitu makam tokoh muslim bernama Arief Muhammad, yang bergelar Mbah Dalem Arief Muhammad. Seperti yang kita ketahui Mbah adalah sebutan umum di Indonesia untuk kakek, buyut dan seterusnya ke atas, sementara dalem adalah gelar pemimpin yang pernah di jabat almarhum semasa hidup.

Menurut catatan sejarah yang kami dapat dari lokasi situs, mbah Dalem Arief Muhammad adalah prajurit Mataram yang melarikan diri ke desa cangkuang karena tidak dapat mengalahkan pasukan VOC di Batavia pada tahun 1625, namun sejarah ini pun banyak mengundang kontroversi karena nama Arief Muhammad yang dikatakan sebagai panglima perang Mataram saat itu tidak tercatat dalam Dragh Register semacam catatan kependudukan era kolonial yang kini tersimpan di kantor Arsip Nasional RI.

Minimnya informasi tentang keberadaan makamdan tokoh sepenting Mbah Dalem Arief Muhammad dan Mbah Dalem lainnya yang dimakamkan di lokasi ini, menyebabkan para pengunjung umumnya lebih diarahkan kepada sejarah Candi Cangkuang yang berdiri dengan janggal diantara ratusan makam muslim di sekelilingnya.

Pemandangan candi Cangkuang dan makam Arif Muhammad dari teras Museum, keganjilan yang nampak jelas disini adalah fakta bahwa makam Arif Muhammad bukan satu-satunya makam di kampung pulo ini, terdapat ratusan makam kuno yang tersebar, dan puluhan makam tokoh penting leluhur nusantara yang terdata dan diketahui masyarakat kampung pulo bahwa tokoh-tokoh yang dimakamkan tersebut sebagian besarnya adalah tokoh muslim. sebagian kecil makam, lebih dari 20 makam yang ada masih dikeramatkan dan masih terdapat sisa-sisa bangunan makam yang belum dipugar, baik oleh penduduk setempat atau pemerintah pusat seperti yang terjadi pada makam kuno Arif Muhammad.

Namun sebagian besar makam yang lain, yang jumlahnya hingga mencapai ratusan makam hanya ditandai dengan batu bata kuno dan batu andesit yang digunakan sebagai nisan, nisan-nisan ini sebagian besar tidak bernama, adanya nisan yang tidak bernama ini menandakan, bentuk makam makam ini pada awalnya tidak seperti yang terlihat sekarang, namun terdapat dalam bangunan makam atau cungkup makam, seperti pada umumnya makam-makam kuno di Indonesia, informasi atau data tentang almarhum umumnya terukir pada pintu masuk bangunan makam atau gerbang makam. Sejarah membuktikan pada kita bukan hanya di Indonesia, dibelahan dunia manapun, bangunan makam selalu menjadi sasaran utama untuk dihancurkan oleh para penguasa yang ingin berkuasa di suatu negeri secara tidak sah.

cangkuang-2

Terdapat ratusan makam seperti ini yang tersebar di situs Cangkuang, walaupun makam-makam ini sudah tidak bernama, namun masih terawat dengan baik dan sebagian masih masih diketahui nama-nama almarhum.

Setelah berkeliling situs Candi dan pemakaman, serta mendapatkan informasi penting seputar Candi, semakin banyak kejanggalan-kejanggalan yang kami temukan, ternyata setelah kami telusuri dan dan pelajari lagi melalui berbagai sumber, keberadaan Candi Cangkuang sendiri banyak menuai kontroversi di kalangan arkeolog dan akademisi, karena pembangunan Candi Cangkuang hanya berdasarkan dugaan dan tidak ada objek candi yang tersisa di lokasi situs tempat berdinya candi ini sekarang.

Dengan banyaknya kejanggalan ini kami pun melakukan penelitian sederhana seputar bangunan candi yang berdiri diatas ratusan pemakaman muslim ini dan siapakah sebenarnya tokoh ulama yang bergelar Mbah Dalem Arief Muhammad ini? Benarkah beliau adalah salah seorang prajurit Mataram yang melarikan diri? Bila memang benar demikian mengapa kedudukan beliau sangat dihormati bahkan makamnya tetap diziarahi hingga kini oleh keturunannya yang tetap menjaga tradisi beliau yang telah bertahan selama ratusan tahun? Benarkah demikian?(LiputanIslam.com)

Bersambung ke bagian 2 (artikel bersambung ini akan di-update rutin setiap Senin dan Kamis)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL