arafah 2“Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampun kepada-Nya, bertobat kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan perbuatan buruk kami. Siapa saja yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya dan siapa saja yang disesatkan-Nya maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan Rasul-Nya.

“Wahai hamba-hamba Allah, aku berpesan kepada kalian supaya bertakwa kepada Allah, aku menganjurkan kalian supaya mentaati-Nya, dan aku memohon pertolongan kepada Allah dengan sesuatu yang baik.

Amma Ba’du. Wahai manusia, dengarkan apa yang akan aku katakan kepada kalian, karena aku tidak tahu apakah tahun depan aku akan betemu kalian lagi di tempat ini atau tidak.

“Wahai manusia, sesungguhnya darah dan kehormatan kalian terhormat hingga kalian bertemu Tuhan kalian, sebagaimana terhormatnya hari ini (hari-hari haji) dan terhormatnya kota dan negeri ini (Makkah). Sungguh aku telah menyampaikannya. Ya Allah, jadilah Engkau saksi.

“Siapa yang mempunayi amanat di tangannya hendaknya dia memberikannya kepada pemiliknya. Sesungguhnya riba pada masa jahilyah dibatalkan, dan riba pertama yang aku batalkan adalah riba pamanku Abbas bin Abdul Muthalib. Dan sesungguhnya darah (yang ditumpahkan pada masa) jahiliyah semuanya batal (seseorang tidak dapat menuntut darah kepada para pembunuh di zaman jahiliyah), dan darah pertama yang aku batalkan adalah darah anak pamanku Amir bin Rabi’ah bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya semua kebanggaan jahiliyah batal kecuali pelayanan kepada Ka’bah dan pemberian minum kepada jama’ah haji. Pada pembunuhan dengan sengaja terdapat qishas sedangkan pada pembunuhan yang serupa dengan sengaja maka dendanya seratus ekor unta, dan siapa yang meminta denda lebih dari ini maka itu termasuk kebiasaan jahiliyah.

“Wahai manusia, sesungguhnya pengunduran (bulan haram) menambah kekufuran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus menghalalkan apa yang diharamkan Allah.” (QS. At-Taubah: 37).

“Sesungguhnya masa telah berputar seperti keadaan semula saat Allah menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan secara berturut-turut yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, dan Muharram, dan satu bulan terpisah yaitu Rajab yang terletak di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban. Ingatlah, apakah aku telah sampaikan. Ya Allah, jadilah Engkau saksi.

“Wahai manusia, istri-istri kalian punya hak atas kalian dan kalian pun punya hak atas mereka. Hak kalian atas mereka ialah mereka tidak membiarkan seorang pun memasuki tempat tidur kalian, tidak membiarkan seorang pun yang tidak kalian sukai memasuki rumah kalian kecuali dengan izin kalian, mereka juga tidak boleh melakukan perbuatan yang keji (zina). Jika mereka melakukannya, sesungguhnya Allah telah mengizinkan kalian melarang mereka, berpisah ranjang dari mereka, dan memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Jika mereka menghentikan perbuatannya dan mentaati kalian maka kalian harus memberinya nafkah dan pakaian yang sesuai dengan mereka (ma’ruf). Kalian telah mengambil mereka sebagai amanat dari Alalh dan telah menghalalkan kemaluan mereka dengan Kitab Allah.

“Oleh karena itu, bertakwalah kalian kepada Allah dalam memperlakukan wanita, dan inginkanlah kebaikan mereka.

“Wahai manusia, sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara. Maka tidak halal bagi seorang mu’min harta saudaranya kecuali yang diberikannya secara suka rela. Sungguh aku telah menyampaikannya. Ya Allah, jadilah Engkau saksi. Jangan kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku dan saling membunuh satu sama lain.

“Sesungguhnya telah aku tinggalkan pada kalian benda berharga yang jika kalian berpegang teguh kepadanya kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan ‘itrah Ahlulbaitku. Sungguh aku telah menyampaikannya. Ya Allah, jadilah Engkau saksi.

“Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu. Bapak kalian semua adalah Adam, dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah yang paling bertakwa. Tidak ada kelebihan seorang Arab atas seorang ‘Ajam (non-Arab) kecuali dengan takwa.

“Sesungguhnya Allah telah mentapkan bagian warisan bagi setiap ahli waris. Seorang ahli waris tidak boleh diberi wasiat lebih dari sepertiga. Anak milik ranjang dan bagi pelacur adalah satu. Seorang anak yang mengingkari ayahnya dan seorang budak yang memilih tuan lain selain tuannya maka Allah, para malaikat dan seluruh manusia melaknatnya, dan Allah tidak akan menerima permohonan tobat dan tebusan darinya.” (hd/liputanislam.com)

*sumber : Madinah al-balaghah karya Syaikh Musa Zanjani

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL