NewYork,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Iran menegaskan, negaranya dengan segala cara yang memungkinkan, akan sanggup menjual minyaknya. Namun Iran tak akan mengorbankan martabatnya.

Mohammad Javad Zarif saat ini tengah berada di New York, AS, untuk menghadiri pertemuan tahunan dewan ekonomi-sosial PBB. Statemen di atas disampaikannya saat diwawancarai Zeinab Badawi, presenter acara HARDTalk BBC di New York, Senin (15/7).

Baca: Senator AS Ancam akan Gilas Eropa Jika Bekerjasama dengan Iran

“Pada akhirnya, kami akan menjual minyak kami, tapi tidak dengan harga diri kami,”tegasnya.

Sejak keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) tahun 2018 lalu, pemerintahan Donald Trump telah menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi atas Teheran. Washington mengklaim, tujuan sanksi-sanksi baru ini adalah untuk memaksa Teheran kembali berunding demi mendapatkan kesepakatan baru.

Meski dijatuhi sanksi-sanksi berat, Iran menegaskan tak akan berunding kembali dengan negara yang telah melanggar perjanjian-perjanjian internasional.

Setelah bersabar setahun usai keluarnya AS dari JCPOA, Iran memberi tenggat waktu 60 hari kepada negara-negara anggota JCPOA lain, terutama Inggris, Jerman, dan Prancis, untuk menunjukkan komitmen  mereka dalam kesepakatan itu. Namun dengan berlalunya tenggat waktu tersebut dan Eropa belum merespon ‘ancaman’ Iran, akhirnya Teheran baru-baru ini menyatakan telah mengurangi komitmennya dalam JCPOA. (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Bantah Terima Surat dari AS untuk Negosiasi

Biden: Jika Jadi Presiden, Saya akan Perpanjang JCPOA

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*