Teheran, LiputanIslam.com –   Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi membantah kabar bahwa Teheran telah menerima surat dari negara musuh besarnya, AS, melalui Rusia untuk perundingan tingkat menteri luar negeri.

Dalam pernyataannya pada hari Ahad (14/7/2019) dia juga menegaskan Teheran tidak melakukan perundingan dengan pejabat Washington di level manapun.

Di hari yang sama, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan negaranya hanya akan siap berunding dengan AS jika Washington mencabut sanksinya terhadap Iran serta kembali kepada perundingan nuklir yang telah dicapai pada tahun 2015 dan kemudian ditinggalkan oleh AS pada tahun 2018.

Baca: Jenderal AS Berkomentar Soal Kemungkinan Perang terhadap Iran

“Kami selalu percaya pada perundingan … jika mereka mencabut sanksi, mengakhiri tekanan ekonomi yang diberlakukan dan kembali kepada kesepakatan, kami siap mengadakan pembicaraan dengan Amerika hari ini, sekarang, dan di mana saja,” kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Rouhani juga menyebutkan utang luar negeri Iran justru turun sebanyak 25% meskipun dikenai sanksi oleh AS sejak 14 bulan lalu.

“Sanksi yang dipaksakan AS terhadap Iran seandainya dipaksakan terhadap negara lain niscaya negara itu menghadapai berbagai keruntuhan, tapi kami solid,” imbuhnya.

Ketegangan meningkat antara Iran dan AS sejak tahun lalu setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia serta menerapkan kembali sanksi terhadap Iran yang semula dicabut berdasarkan perjanjian tersebut.

Baca: Kontak Telefon dengan Menlu Inggris, Menlu Iran Desak Kapal Tankernya Segera Dibebaskan

Sanksi itu secara khusus menarget aliran pendapatan asing, terutama Iran dari ekspor minyak mentah.

Sebagai reaksi atas sanksi itu Teheran pada Mei lalu mengumumkan bahwa negara republik Islam ini akan mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir tersebut.

Awal bulan ini, Iran mengumumkan pemenuhan cadangan uraniumnya yang diperkaya telah melampaui batas yang diizinkan oleh kesepakatan nuklir sebesar 300 kilogram. (mm/raialyoum/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*