Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menepis keras klaim pejabat Arab Saudi terkait dengan serangan yang menerjang fasilitas minyak Aramco milik Saudi.

Dalam pernyataan yang dimuat di situs media Kementerian Luar Negeri Iran, Mousavi menyebut klaim itu “tuduhan kosong dan berulang” dan “tidak faktual”.

“Patut disayangkan, pemerintah Saudi, di bawah ilusi permusuhan Iran terhadapnya dan pelarian dari kenyataan, selalu menyebut nama Iran untuk melemparkan tanggungjawab kepadanya atas kekalahan Saudi,” ungkap Mousavi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengingatkan bahwa daripada membuat tuduhan tidak berdasar terhadap pihak lain Saudi lebih baik bertindak cepat mengakhiri perang yang menghancurkan di Yaman, yang hanya mengakibatkan pembunuhan orang tak bersalah dan kehancuran negara ini.

Baca: Saat Yaman Menghancurkan “Tuhan Orang Barat”

Seperti diketahui, sistem Patriot yang digunakan di Arab Saudi gagal melawan drone Yaman yang telah melancarkan serangan dengan akurasi tinggi 14 September lalu. Serangan yang menyasar fasilitas minyak Saudi Abqaiq dan Khurais ini menyebabkan penangguhan lebih dari 50 persen produksi minyak Saudi.

Baca: Pimpinan Houthi Yaman Bersumpah Akan Beri Serangan Mematikan ke Saudi

Insiden ini menjadi perkembangan yang sangat memalukan bagi AS dan Arab Saudi sehingga keduanya berusaha mengurangi rasa malu itu denga cara menuduh Iran berada di belakang serangan tersebut. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*