Washington,LiputanIslam.com-Pakar finansial Yahoo News menyatakan, benar bahwa pemerintahan Donald Trump telah memberi tekanan hebat atas ekonomi Iran. Namun, dari sisi lain, Iran juga punya kartu-kartu AS di Timteng yang bisa digunakan untuk mempersulit kemenangan Trump di pilpres AS mendatang.

Menurut Rick Newman, Iran bisa menaikkan harga minyak dunia untuk menekan pemerintah AS. Selain itu, Teheran juga bisa menutupi defisit anggaran setahun terakhirnya dengan membatasi penjualan minyak.

Baca:  Bagi AS, Minyak Arab Lebih Penting dari Darah Orang Arab

Jika hal ini bisa dilakukan Iran, problem Trump akan bertambah, sehingga mengancam peluang kemenangan di pilpres. Sebab, hal ini akan menaikkan harga bensin dan mengganggu pekerjaan-pekerjaan di AS yang bergantung kepada minyak.

Saat ini AS memproduksi minyak lebih banyak dari sebelumnya, sehingga tidak lagi bergantung kepada minyak impor. Meski demikian, karena minyak merupakan barang dagangan dunia, kelangkaan minyak di tempat mana pun akan memengaruhi harganya.

“Jika Iran bisa mencegah produksi minyak di pekan-pekan sebelum pilpres 2020, ini akan menyebabkan kenaikan harga minyak, juga memunculkan masalah Trump bagi para pemilih,”tulis Newman.

Saat ini, harga bensin di AS adalah 2,27 dolar per galon. Terjadinya serangan ke kilang minyak Aramco baru-baru ini berpotensi memicu kenaikan harga bensin di AS.

Para pakar ekonomi menilai, warga AS masih bisa menanggung harga bensin di bawah 3,5 dolar. Namun jika harganya melebihi 4 dolar, gelombang protes akan terjadi di seluruh AS. (af/alalam/irna)

Baca Juga:

Nasrallah: Insiden Aramco Buktikan Minyak Lebih Mahal daripada Darah!

Keluarga Kaya Saudi Dipaksa Membeli Saham Aramco

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*