Beirut,LiputanIslam.com-Menlu Lebanon pada hari Sabtu (12/10) lalu dalam pertemuan Liga Arab di Kairo menyatakan, Suriah harus kembali ke organisasi tersebut. Sehari berikutnya, Gebran Bassil mengumumkan dirinya akan segera melawat ke Damaskus.

Harian Rai al-Youm menulis, ucapan Bassil soal lawatan ke Suriah ibarat ledakan bom politik yang pecahannya menyebar di kancah politik Lebanon; kancah yang para pemainnya tidak punya satu pandangan terkait hubungan dengan Damaskus.

Statemen Bassil ini menuai respon positif dan negatif di Lebanon. Ashraf Raifi (mantan menteri hukum Lebanon) berkomentar pedas dengan mengatakan, usai bertemu dengan Sayyid Hasan Nasrullah (sekjen Hizbullah), Bassil berbicara “seolah dia adalah perdana menteri Lebanon yang menentukan kebijakan politik Beirut.”

Baca: Tentara Suriah Disambut Hangat di Kawasan-kawasan Kurdi

Di lain pihak, Syekh Naim Qassim (deputi sekjen Hizbullah) menyebut ucapan Bassil sebagai “statemen yang berani” dan mengapresiasi sikap menlu Lebanon itu.

Menukil dari sumber-sumbernya, Rai al-Youm menyatakan, Bassil mengumumkan sikapnya usai mendengar statemen negara-negara Arab di Kairo. Jadi, bisa disimpulkan bahwa dia telah menerima lampu hijau dari berbagai ibukota negara Arab yang menentang Damaskus. Bassil juga disebut telah memberitahukan sikapnya kepada Saad al-Hariri (PM Lebanon) dan menerima persetujuannya.

Pada November 2011 lalu, seiring tekanan Barat atas pemerintahan sah Suriah, Liga Arab membekukan keanggotaan Damaskus.

Namun pada akhir 2018, Damaskus menyaksikan perubahan sikap sejumlah negara Arab terhadapnya. UEA, yang merupakan sekutu Saudi di kawasan, pada 7 Desember 2018 kembali membuka kedubesnya di Damaskus usai ditutup selama 7 tahun. Staf kedubes UEA juga membeberkan niat sejumlah negara Arab untuk melakukan hal serupa.

Sehari setelahnya, Bahrain (yang juga merupakan sekutu Saudi) mengumumkan, Manama tidak pernah memutus hubungan dengan Damaskus. Dengan demikian, Bahrain juga mengumumkan bahwa kedubesnya di Suriah akan kembali dibuka. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Tehran: Pintu Dialog dengan Arab Saudi Selalu Terbuka

Putin: Cuma Rusia yang Miliki Senjata Hipersonik

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*