Teheran,LiputanIslam.com-Steven Mnuchin (menteri keuangan AS) pada Senin (1/7) mengatakan, dia akan mencantumkan nama menteri luar negeri Iran dalam daftar sanksi pada Jumat (5/7). Pernyataan tersebut ditanggapi dingin oleh Mohammad Javad Zarif dalam wawancaranya dengan New York Times.

‘Siapa pun yang mengenal saya, tahu bahwa saya, atau keluarga saya, tidak memiliki properti di luar Iran. Saya pribadi juga tak punya rekening bank luar negeri. Iran adalah seluruh kehidupan saya, juga satu-satunya komitmen saya. Sebab itu, saya tak bermasalah secara pribadi dengan kemungkinan sanksi tersebut,”jelas Zarif.

Baca:  Pasukan Iran Ancam AS dengan “Senjata Rahasia”

Beberapa hari lalu, harian Wall Street Journal melaporkan, sejumlah pemerintah Eropa berusaha mencari tahu soal wacana sanksi atas Zarif yang bisa berpengaruh pada aktivitas diplomatiknya. Mereka berharap, sanksi atas Zarif hanya bersifat “parsial,” agar tidak membatasi wewenangnya untuk berunding dengan Barat.

“Satu-satunya dampak, dan kemungkinan satu-satunya tujuan, dari sanksi atas saya adalah membatasi wewenang saya untuk menjalin hubungan. Saya tidak yakin bahwa hal ini berguna bagi seseorang. Yang pasti, tindakan ini menunjukkan bahwa Washington mengambil kebijakan tanpa pertimbangan,”tandasnya.

Zarif menyatakan, sebenarnya kesepakatan nuklir (JCPOA) dibangun atas dasar tidak saling percaya. Dia mencontohkan butir 36 dalam kesepakatan tersebut.

“Butir 36 adalah contoh nyata bahwa saat kami berunding untuk JCPOA, kami tahu benar bahwa komitmen Barat tidak bisa kami andalkan,”kata Zarif.

Saat ditanya apakah JCPOA bisa diselamatkan, menlu Iran menjawab bahwa pihaknya akan menjaga kesepakatan itu selama pihak-pihak lain (Uni Eropa, Prancis, Jerman, Inggris, Rusia, dan Tiongkok) berkomitmen kepadanya.

“Singkat kata, sebuah kesepakatan multipihak tak bisa dijalankan secara sepihak,”pungkasnya. (af/alalam)

Baca Juga:

Eskalasi Iran-AS Menjelang Berakhirnya Ultimatum Iran terhadap Eropa

Trump “Plintir” Kalimat Rouhani Tentang Rencana Pengayaan Uranium

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*