Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan pasukan pertahanan udara Iran, Jenderal Amir Sabahi, menyatakan bahwa negara ini memiliki senjata rahasia khusus yang akan digunakan jika terjadi perang melawan serangan musuh besarnya, Amerika Serikat (AS).

“AS jangan sampai lupa untuk selamanya, kami selalu mengingatkan bahwa era unjuk kekuatan militer di depan Iran sudah berlalu, apalagi ada senjata rahasia yang hanya dimiliki oleh Iran, dan dengannya kami akan melawan,” tegasnya, Rabu (3/7/2019).

Dia menambahkan, “Keterhentian pasukan AS sejarak 200 mil di laut adalah karena kekuatan militer Iran. Musuh tahu persis bahwa kesiapan Iran tak dapat dijajal, sekali saja mereka berbuat salah maka akan menjadi kesalahan mereka yang terakhir kalinya.”

Baca: Militer Iran Akan Lawan Serangan AS Dengan “Fasilitas dan Teknologi Lokal”

Dia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan sudi lagi berunding dengan AS karena perjanjian nuklir multilateral yang sudah pernah dicapai pada tahun 2015 sudah membuktikan bahwa negara arogan itu memang bukan pihak yang patut dipercaya dalam perjanjian.

Ketegangan meningkat tajam antara Teheran dan Washington dalam beberapa pekan terakhir, yaitu setahun setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara terkemuka dunia untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi keuangan internasional.

Baca: Israel Nyatakan Siap Keroyok Iran

Presiden AS Donald Trump menyerukan perundingan dengan rezim Iran “tanpa prasyarat,” tapi Teheran menolaknya sembari menegaskan bahwa Trump harus kembali kepada perjanjian itu jika ingin bernegosiasi.

Suasana semakin tegang antara kedua negara setelah pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh drone pengintai kebanggan AS di atas Selat Hormuz. (mm/raialyoum/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*