Muscat,LiputanIslam.com-Statemen kemenlu Oman sama sekali tidak memuat frase bernada kecaman terhadap serangan rudal Yaman ke bandara Abha. Hal ini kontan memicu amarah pihak Arab Saudi.

Dikutip dari media-media Oman, seorang pejabat kemenlu negara itu menanggapi konflik militer yang kian meluas terkait perang Yaman. Pejabat itu menyatakan, Muscat mengikuti perkembangan konflik antara Saudi dan Yaman, terutama serangan terakhir ke bandara Abha, dengan penuh kekhawatiran.

Berita Terkait: Pasukan Yaman Merudal Bandara Abha di Saudi

Sikap Muscat yang tidak mengutuk serangan rudal itu membuat Riyadh marah. Reaksi-reaksi keras dan pedas pun ditujukan kepada Oman.

“Muscat berharap pihak-pihak yang berseteru di Yaman segera mencapai sebuah solusi melalui jalur yang ditetapkan oleh PBB,”demikian dinyatakan oleh kemenlu Oman.

Oman juga mengajak semua pihak untuk menghindari konflik, karena krisis Yaman tidak akan menguntungkan kedua belah pihak, juga negara-negara di kawasan.

Pada Rabu dini hari lalu (12/6), sumber-sumber Yaman mengumumkan, mereka telah menyerang menara pengawas bandara Abha dengan rudal modern cruise. Serangan itu mengakibatkan penerbangan di bandara tersebut lumpuh.

Saudi juga mengkonfirmasi serangan itu dan mengabarkan terlukanya 26 orang dalam serangan itu.

Terkait dengan krisis regional, agresi ke Yaman, bahkan hubungan dengan Iran, Oman selalu memiliki sikap independen. Jarang terjadi bahwa Muscat menyepakati kebijakan-kebijakan Riyadh dalam masalah-masalah regional.

Saat AS memberlakukan sanksi sektor minyak atas Iran, Muscat justru meningkatkan hubungan ekonominya dengan Teheran. Pada pekan lalu, sebuah maskapai Oman membuka rute langsung Muscat-Teheran dengan 3 penerbangan dalam sepekan. (af/alalam/irna)

Baca:

Bahrain Klaim Bandara Abha Diserang dengan Senjata Iran

Ketika Serangan Pasukan Yaman Kian Menghebat terhadap Arab Saudi

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*